PENDEKATAN SISTEM DALAM MEMECAHKAN MASALAH DAN MEMBUAT KEPUTUSAN
PENDAHULUAN
Suatu pendekatan sistematis untuk pecahan masalah telah diciptakan yang terdiri dari tiga jenis usaha :
- persiapan
- definisi
- solusi
Dalam mempersiapkan pemecahan masalah, manajer memandang perusahaan sebagai suatu sistem dengan memahami lingkungan perusahaan dan mengidentifikasi subsistem-subsistem dalam perusahaan. Dalam mendefinisikan masalah, manajer bergerak dari tingkat sistem ke subsistem dan menganalisis bagian-bagian sistem menurut suatu urutan tertentu. Dalam memecahkan masalah manajer mengidentifikasi berbagai solusi altenatif, mengevaluasinya, memilih yang terbaik, menerapkannya, dan membuat tindak lanjut untuk memastikan bahwa solusi itu berjalan sebagai mana mestinya.
PEMECAHAN MASALAH
Dengan kenyataan tersebut, kita mendefinisikan masalah sebagai suatu kondisi yang memiliki potensi untuk menimbulkan kerugian luar biasa atau menghasilkan keuntungan luar bisa. Jadi pemecahan masalah berarti tindakan memberi respon terhadap masalah untuk menekan akibat buruknya atau memanfaatkan peluang keuntungannya. Pentingnya pemecahan masalah bukan didasarkan pada jumlah waktu yang dihabiskan tetapi pada konsekuensinya. Keputusan adalah pemilihan suatu strategi atau tindakan.
Pengambilan keputusan adalah tindakan memilih strategi atau aksi yang manajer yakini akan memberikan solusi terbaik atas masalah tersebut. Salah satu kunci pemecahan masalah adalah identifikasi berbagai alternatif keputusan. Solusi bagi suatu masalah harus mendayagunakan sistem untuk memenuhi tujuannya, seperti tercermin pada standar kinerja sistem. Standar ini menggambarkan keadaan yang diharapkan, apa yang harus dicapai oleh sistem.
Selanjutnya manajer harus memiliki informasi yang terkini, Informasi itu menggambarkan keadaan saat ini, apa yang sedang dicapai oleh sistem. Jika keadaan saat ini dan keadaan yang diharapkan sama, tidak terdapat masalah dan manajer tidak
mengambil tindakan. Jika kedua keadaan itu berbeda, sejumlah masalah merupakan penyebabnya dan harus dipecahkan.
Perbedaan antara keadaan saat ini dan keadaan yang diharapkan menggambarkan kriteria solusi (solution criterion), atau apa yang diperlukan untu mengubah keadaan saat ini menjadi keadaan yang diharapkan. Setelah berbagai alternatif diidentifikasi, sistem informasi dapat digunakan umtuk mengevaluasi tiap alternatif. Evaluasi ini harus mempertimbangkan berbagai kendala (constraints) yang mungkin, baik intern maupun extern / lingkungan.
1. Kendala intern dapat berupa sumber daya yang terbatas, seperti kurangnya bahan baku, modal kerja, SDM yang kurang memenuhi syarat, dan lain lain.
2. Kendala lingkungan dapat berupa tekanan dari berbagai elemen lingkungan, seperti pemerintah atau pesaing untuk bertindak menurut cara tertentu. Gejala adalah kondisi yang dihasilkan oleh masalah. Sangat sering para manajer melihat gejala dari pada masalah. Gejala menarik perhatian manajer melalui lingkaran umpan balik. Namun gejala tidak mengungkapkan seluruhnya, bahwa suatu masalah adalah penyebab dari suatu persoalan, atau penyebab dari suatu peluang.
STRUKTUR MASALAH
Masalah terstruktur terdiri dari elemen-elemen dan hubungan-hubungan antar elemen yang semuanya dipahami oleh pemecah masalah. Masalah tak terstruktur berisikan elemen-elemen atau hubungan-hubungan antar elemen yang tidak dipahami oleh pemecah masalah.
Sebenarnya dalam suatu organisasi sangat sedikit permasalahan yang sepenuhnya terstruktur atau sepenuhnya tidak terstruktur. Sebagaian besar masalah adalah masalah semi-terstruktur, yaitu manajer memiliki pemahaman yang kurang sempurna mengenai
elemen-elemen dan hubungannya. Masalah semi-terstruktur adalah masalah yang berisi sebagian elemen-elemen atau hubungan yang dimengerti oleh pemecah masalah.
PENDEKATAN SISTEM
Proses pemecahan masalah secara sistematis bermula dari John Dewey, seorang profesor filosofi di Columbia University pada awal abad ini. Dalam bukunya tahun 1910, ia mengidentifikasi tiga seri penilaian yang terlibat dalam memecahkan masalah suatu kontroversi secara memadai yaitu:
1. Mengenali kontroversi
2. Menimbang klaim alternatif
3. Membentuk penilaian
Kerangka kerja yang dianjurkan untuk penggunaan komputer dikenal sebagai pendekatan sistem . Serangkaian langkah-langkah pemecahan masalah yang memastikan bahwa masalah itu pertama-tama dipahami, solusi alternatif dipertimbangkan, dan solusi yang dipilih bekerja.
TAHAP PEMECAHAN MASALAH
Dalam memecahkan masalah kita berpegangan pada tiga jenis usaha yang harus dilakukan oleh manajer yaitu usaha persiapan, usaha definisi, dan usaha solusi / pemecahan.
- Usaha persiapan, mempersiapkan manajer untuk memecahkan masalah dengan menyediakan orientasi sistem.
- Usaha definisi, mencakup mengidentifikasikan masalah untuk dipecahkan dan kemudian memahaminya.
- Usaha solusi, mencakup mengidentifikasikan berbagai solusi alternatif, mengevaluasinya, memilih salah satu yang tampaknya terbaik, menerapkan solusi itu dan membuat tindak lanjutnya untuk menyakinkan bahwa masalah itu terpecahkan.
Sistem informasi berbasis komputer atau CBIS dapat digunakan sebagai sistem dukungan (support systems) saat menerapkan pendekatan sistem.
1. Usaha persiapan
Tiga langkah persiapan tidak harus dilaksanakan secara berurutan, karena ketiganya bersama-sama menghasilkan kerangka pikir yang diinginkan untuk mengenai masalah. Ketiga masalah itu terdiri dari:
a) Memandang perusahaan sebagai suatu sistem b) Mengenal sistem lingkungan
c) Mengidentifikasikan subsistem-subsistem perusahaan
2. Usaha definisi
Usaha definisi mencakup pertama-tama menyadari bahwa suatu masalah ada atau akan ada (identifikasi masalah) dan kemudian cukup mempelajarinya untuk mencari solusi (pemahaman masalah). Usaha definisi mencakup dua langkah yaitu :
a) Bergerak dari tingkat sistem ke subsistem
b) Menganalisis bagian-bagian sistem dalam sustu urutan tertentu
3. Usaha pemecahan
Usaha pemecahan meliputi pertimbangan berbagai alternatif yang layak
(feasible), pemilihan alternatif terbaik, dan penerapannya.
FAKTOR MANUSIA YANG MEMPENGARUHI PEMECAHAN MASALAH
Tiap manajer memiliki gaya pemecahan masalah yang unik. Gaya mereka mempengaruhi bagaimana mereka terlibat dalam merasakan masalah, mengumpulkan informasi, dan menggunakan informasi.
♦ Merasakan masalah
Manajer dapat dibagi dalam tiga kategori dasar dalam hal gaya merasakan masalah (problem solving styles) mereka, yaitu bagaimana mereka menghadapi masalah.
Penghindar masalah (problem avoider), manajer ini mengambil sikap positif dan menganggap bahwa semua baik-baik saja. Ia berusaha menghalangi kemungkinan masalah dengan mengabaikan informasi atau menghindarinya sepanjang perencanaan.
Pemecah masalah (problem solver), manajer ini tidak mencari masalah juga tidak menghalanginya. Jika timbul suatu masalah, masalah tersebut dipecahkan.
Pencari masalah (problem seeker), manajer ini menikmati pemecahan masalah dan mencarinya.
♦ Mengumpulkan informasi
Para manajer dapat menunjukkan salah satu dari dua gaya mengumpulkan informasi (information-gathering styles) atau sikap terhadap total volume informasi yang tersedia bagi mereka.
Gaya teratur (preceptive style), manajer jenis ini mengikuti management by exception dan menyaring segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan area minatnya.
Gaya menerima (receptive style), manajer jenis ini ingin melihat semuanya, kemudian menentukan apakah informasi tersebut bernilai baginya atau orang lain dalam organisasi.
♦ Menggunakan informasi
Manajer juga cenderung lebih menyukai salah satu dari dua gaya menggunakan informasi (information-using styles), yaitu cara-cara menggunakan informasi untuk memecahkan suatu masalah.
Gaya sistematik (systematic style), manajer memberi perhatian khusus untuk mengikuti suatu metode yang telah ditetapkan, misalnya pendekatan sistem.
Gaya intuitif (intuitive style), manajer tidak lebih menyukai suatu metode tertentu tetapi menyesuaikan pendekatan dengan situasi.
B.Prototype
Prototyping merupakan salah satu metode pengembangan perangkat lunak yang banyak digunakan. Dengan metode prototyping ini pengembang dan pelanggan dapat saling berinteraksi selama proses pembuatan sistem.
Sering terjadi seorang pelanggan hanya mendefinisikan secara umum apa yang dikehendakinya tanpa menyebutkan secara detal output apa saja yang dibutuhkan, pemrosesan dan data-data apa saja yang dibutuhkan. Sebaliknya disisi pengembang kurang memperhatikan efesiensi algoritma, kemampuan sistem operasi dan interface yang menghubungkan manusia dan komputer.
Untuk mengatasi ketidakserasian antara pelanggan dan pengembang , maka harus dibutuhakan kerjasama yanga baik diantara keduanya sehingga pengembang akan mengetahui dengan benar apa yang diinginkan pelanggan dengan tidak mengesampingkan segi-segi teknis dan pelanggan akan mengetahui proses-proses dalm menyelasaikan sistem yang diinginkan. Dengan demikian akan menghasilkan sistem sesuai dengan jadwal waktu penyelesaian yang telah ditentukan.
Kunci agar model prototype ini berhasil dengan baik adalah dengan mendefinisikan aturan-aturan main pada saat awal, yaitu pelanggan dan pengembang harus setuju bahwa prototype dibangun untuk mendefinisikan kebutuhan. Prototype akan dihilangkan sebagian atau seluruhnya dan perangkat lunak aktual aktual direkayasa dengan kualitas dan implementasi yang sudah ditentukan.
Tahapan-tahapan Prototyping:
Tahapan-tahapan dalam Prototyping adalah sebagai berikut:
1.Pengumpulan kebutuhan
Pelanggan dan pengembang bersama-sama mendefinisikan format seluruh perangkat lunak, mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem yang akan dibuat.
2. Membangun prototyping
Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang berfokus pada penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat input dan format output)
3. Evaluasi prototyping
Evaluasi ini dilakukan oleh pelanggan apakah prototyping yang sudah dibangun sudah sesuai dengan keinginann pelanggan. Jika sudah sesuai maka langkah 4 akan diambil. Jika tidak prototyping direvisi dengan mengulangu langkah 1, 2 , dan 3.
4. Mengkodekan sistem
Dalam tahap ini prototyping yang sudah di sepakati diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman yang sesuai
5. Menguji sistem
Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai, harus dites dahulu sebelum digunakan. Pengujian ini dilakukan dengan White Box, Black Box, Basis Path, pengujian arsitektur dan lain-lain
6. Evaluasi Sistem
Pelanggan mengevaluasi apakah sistem yang sudah jadi sudah sesuai dengan yang diharapkan . Jika ya, langkah 7 dilakukan; jika tidak, ulangi langkah 4 dan 5.
7. Menggunakan sistem
Perangkat lunak yang telah diuji dan diterima pelanggan siap untuk digunakan.
Keunggulan dan Kelemahan Prototyping
Keunggulan prototyping adalah:
1. Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan
2. Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan
3. Pelanggan berperan aktif dalam pengembangan sistem
4. Lebih menghemat waktu dalam pengembangan sistem
5. Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya.
Kelemahan prototyping adalah :
1. Pelanggan kadang tidak melihat atau menyadari bahwa perangkat lunak yang ada belum mencantumkan kualitas perangkat lunak secara keseluruhan dan juga belum memikirkan kemampuan pemeliharaan untuk jangja waktu lama.
2. Pengembang biasanya ingin cepat menyelesaikan proyek. Sehingga menggunakan algoritma dan bahasa pemrograman yang sederhana untuk membuat prototyping lebih cepat selesai tanpa memikirkan lebih lanjut bahwa program tersebut hanya merupakan cetak biru sistem .
3. Hubungan pelanggan dengan komputer yang disediakan mungkin tidak mencerminkan teknik perancangan yang baik
Aniza Fitri
bagi Anda yang cuma punya duit sedikit namun pengen beli mobil,gak usah pusing karena kini telah hadir mobil dari Eropa yang lebih irit dan lebig murah yaitu cima 660 Pounsterling,,tunggu apa lagi this isi The Limited Edition,,
selamat datang di blog saya
thanks yea buAt pengunjung yang dah mnyempatkan diri mengunjungi blog aQ neh,,
Rabu, 07 Juli 2010
PERILAKU ORGANISASI
A. Pengertian Perbedaan
Perbedaan menunjukkan hal-hal yang tidak selalu sama dan serupa diantara setiap manusia. Definisi ini menggarisbawahi adanya 3 hal penting dalam mengelola perbedaan.
1. Ada banyak dimensi dan komponen perbedaan. Hal ini berarti bahwa perbedaan itu ada pada tiap orang.
2. Perbedaan tidak sama dengan berbeda. Perbedaan mencakup semua hal yang berbeda dan sekaligus serupa. Mengelola perbedaan berarti mengatur dua hal tersebut secara bersamaan.
3. Perbedaan mencakup perpaduan antara hal-hal yang serupa dan hal-hal yang berbeda, bukan hanya salah satunya.
Tahapan Perbedaan
Ada 4 tahap dalam perbedaan untuk menunjukkan letak perbedaan setiap orang. Setelah disatukan, tahapan ini akan menunjukkan identitas pribadi dan mempengaruhi kita tentang bagaimana memandang dunia. Tahap-tahap tersebut adalah:
1. Kepribadian
2. Dimensi Internal, yang terdiri dari:
Umur
Jenis Kelamin (Gender)
Orientasi Seksual
Kemampuan Fisik
Etnis
Ras
3. Dimensi Eksternal, yang terdiri dari:
Lokasi Geografi
Penghasilan
Kebiasaan Pribadi
Kebiasaan Berkreasi
Agama
Latar Belakang Pendidikan
Pengalaman Kerja
Penampilan
Status/ Dominasi Orang Tua
Status Perkawinan
4. Dimensi Organisasi, yang terdiri dari:
Level/ Klasifikasi Fungsional
Lingkungan Kerja
Divisi/Departemen/Unit/Grup
Keahlian
Tempat Kerja
Afiliasi
Status Manajemen
Tahapan diatas menunjukkan bahwa kepribadian ada pada tahap pertama perbedaan karena menunjukkan karakter yang merupakan tanggung jawab setiap individu.
Tindakan Afirmasi dan Menilai Perbedaan
Tindakan Afirmasi, tindakan afirmasi memfokuskan diri pada pencapaian kesempatan yang sama pada organisasi dan sudah disahkan olehHukum Kesempatan yang Sama (Equal Opportunity Law). Tindakan Afirmasi merupakan campur tangan manajemen untuk mengkoreksi ketidakseimbangan, ketidakadilan, kesalahan dan/atau diskriminasi.
Menilai Perbedaan, menunjukan bahwa menilai perbedaan menitikberatkan pengetahuan, pengenalan, pemahaman, dan penghargaan pada perbedaan tiap manusia. Termasuk di dalamnya adalah menciptakan lingkungan yang membuat semua orang di dalamnya merasa bernilai dan diterima. Intinya, penilaian terhadap perbedaan akan berbeda jika kita melihat perbedaan yang ada pada setiap karyawan sebagai sumber yang berharga untuk mencapai sukses perusahaan.
Mengelola Perbedaan, mengelola perbedaan berarti memungkinkan semua karyawan untuk menunjukkan potensi-potensinya secara maksimum. Hal itu berarti menitikberatkan pada perubahan budaya dan infrastruktur organisasi sedemikian rupa sehingga karyawan dapat memberikan hasil produktifitas yang maksimal.
Tindakan Afirmasi Penilaian Perbedaan Pengelolaan Perbedaan
1. Kuantitatif.
Menitikberatkan pada pencapaian kesempatan yang sama dalam lingkungan kerja melalui perubahan keadaan demografi perusahaan. Dimonitor dengan laporan statistik dan analisisi 1. Kualitatif.
Menitikberatkan pada penghargaan akan perbedaan dan menciptakan suasana di mana karyawan merasa dihargai dan diterima. Dimonitor dengan penelitian organisasi yang berfokus pada tingkah laku dan persepsi. 1. Criteria Tingkah Laku.
Menitikberatkan pada membangun pengetahuan tertentu dan menyusun kebijakan yang baik dan dapat mengambil manfaat dari tiap pekerjaan. Dimonitor dengan kemajuan dalam pencapaian tujuan dan misi perusahaan.
2. Dilaksanakan berdasarkan hukum. Membuat rencana tertulis dan tujuan statistic untuk kelompok-kelompok tertentu. Laporan dibuat berdasarkan hukum EEO dan undang-undang yang bersangkutan. 2. Dilaksanakan berdasarkan etika. Moral dan etika yang berpengaruh pada perubahan budaya. 2. Dilaksankan berdasarkan strategi. Tingkah laku dan kebijakan dipandang sebagai kontribusi pada pencapaian tujuan dan misi, sepeeti laba dan produktifitas dan diikat dalam bentuk penghargaan dan hasil.
3. Perbaikan.
Kelompok –kelompok yang menguntungkan akan lebih ditingkatkan. Semua kelompok diharpkan dapat memberikan keuntungan. 3. Idealis
Manfaat tiap orang. Setiap orang merasa dihargai dan diterima dalam lingkungan. 3. Pragmatik.
Keuntungan organisasi: moral, laba, dan produktivitas akan meningkat.
4. Asimilasi model (model penggabungan). Diasumsikan bahwa semua kelompok akan beeadaptasi berdasarkan norma perusahaan yang ada. 4. Model Perbedaan. Diasumsikan bahwa tiap kelompok akan membuat karakter dan bentuk organisasi tersendiri, dan menciptakan nilai-nilai yang dapat diteruma luas. 4. Model Sinergi. Diasumsikan bahwa tiap kelompok yang berbeda akan membuat cara baru untuk dapat bekerja sama secara efektif dalam lingkungan yang plurai.
5. Keterbukaan dalam perusahaan.
Berpengaruh pada keputusan penerimaan dan promosi. 5. Keterbukaan pada tingkah laku, pikiran dan budaya.
Berpengaruh pada tingkah laku karyawan. 5. Keterbukaan Pada Sistem. Mempengaruhi praktek dan kebijakan manajerial.
6. Perlawanan yang disebabkan oleh batas otonomi dalam pengambilan keputusan dan ketakutan akan diskriminasi. 6. Perlawanan pada ketakutan pada perubahan, ketidaknyamanan dengan perbedaan, dan keingina n untuk kembali ke masa lalu yang indah. 6. Menentang Penolakan atau realitas demografi, kebutuhan akan pendekatan alternative dan atau keuntungan dengan perubahan atau kesulitan dalam mempelajari pengetahuan baru, perubahan system yang sedang berjalan dan atau menemukan waktu untuk bekerja sesuai dengan pemecahan secara sinergis.
B. Membangun Wadah Bisnis untuk Mengelola perbedaan
Bagian ini menjelaskan perlunya perusahaan untuk mengelola perbedeaan dengan pertama kali meninjau ulang trend demografi yang menimbulkan adanya perbedaan di antara tenaga kerja. Lalu kami akan mengulas alasan-alasan utama dari pengelolaan perbedaan secara efektif untuk memperoleh manfaat kompetitif.
1. Meningkatnya Perbedaan di Lingkungan Kerja
Kaum Perempuan Memasuki Dunia Kerja, hampir 40,6% pendatang baru dalam dunia kerja antara tahun 1996 dan 2006 diperkirakan adalah kaum perempuan. Sejak dahulu, karyawan perempuan menerima gaji dan menduduki jabatan yang lebih rendah. Sampai April 1999, kaum perempuan masih digaji lebih rendah dibandingkan pria. Manajer dan professional perempuan menerima 70,5% dari gaji kaum pria. Meskipun perempuan digaji sama dengan kaum pria, mereka tidak mendapata kesempatan kerja yang sama. Kaum perempuan masih belum dapat mencapai tingkat tertinggi dalam perusahaan-perusahaan di Amerika dalam tingkat yang signifikan.
Bangsa Kulit Berwarna dalam Angkatan Kerja Amerika Serikat diperkirakan akan bertambah 38,9% dari tahun 1996-2006. Bangsa Afrika-Amerika ini diperkirkan menempati posisi terbesar dari pertambahan ini (15,6%). Karena lebih sedikitnya jumlah kaum Hispanik yang akan keluar dari angkatan kerja antara tahun 1996-2005 di bandingkan dengan ras yang lain (5,2%).
Ketidaksesuaian antara pendidikan dan persyaratan pekerjaan, kurang lebih 27% dari angkatan kerja adalah lulusan universitas. Namun banyak yang mengerjakan pekerjaan yang tidak membutuhkan gelar. Hal ini menimbulkan underemployment (bekerja dibawah standar kemampuan). Underemployment terjadi bila pekerjaan yang ada membutuhkan keterampilan yang lebih rendah dari potensi individu yang ditunjukkan dengan pendidikan formal, pelatihan, atau keterampilan yang dimiliki.
2. Mengelola Perbedaan-Sebuah Keunggulan Kompetitif
Konsultan, akademis, dan pimpinan usaha percaya bahwa pengelolaan perbedaan yang efektif merupakan sebuah unggulan kompetitif. Mengelola perbedaan secara efektif dapat mempengaruhi biaya organisasi dan sikap karyawan, penerimaan sumber daya manusia, penjualan, pangsa pasar, kretivitas, dan penemuan baru, pemecahan masalah secara kelompok dan produktivitas.
Mengurangi Biaya dan Meningkatkan Sikap Karyawan, mengelola perbedaan secara efektif akan mengurangi biaya dalam 3 hal. Pertama, jika kita mengasumsikan hukum kesempatan kerja yang sama sebagai persyaratan untuk mengelola perbedaan, maka perusahaan dapat mengurangi biaya tuntutan diskriminasi. Kedua, perbedaan inisiatif dapat mengurangi biaya pemeliharaan kesehatan dan ketidakhadiran. Perbedaan juga berhubungan dengan sikap karyawan. Penelitian terdahulu menyatakan bahwa karyawan yang berbeda secara rasa tau latar belakang etnis akan mempunyai komitmen yang lebih rendah dari pada perusahaan mereka.
Mengembangkan Upaya Penerimaan Pegawai Memperoleh dan bisa mempertahankan karyawan yang berkompetensi merupakan salah satu keunggulan kompetisi. Hal ini benar berdasarkan keadaan demografi yang telah didiskusikan sebelumnya. Organisasi dengan Manajemen perbedaan yang efektif akan lebih sering menghadapi hal ini karena kaum perempuan dan orang kulit berwarna menarik bagi perusahaan ini. Lebih lanjut, penerimaan karyawan yang berbeda-beda akan membantu perusahaan dalam menyediakan jasa layanan pelanggan yang lebih baik.
Peningkatan dalam Penjualan, Pangsa Pasar, dan Laba Perusahaan. Perbedaan para karyawan adalah cermin dari perbedaan pelanggan. Hal ini menjadi penting bagi perusahaan untuk memasarkan produk mereka, sehingga akan menjadi daya tarik bagi para pelanggan dan pasar yang berbeda. Perhatikan bagaimana rantai diskon mencoba untuk menarik pasar suku Hispanik.
Meningkatkan Kreativitas dan Penemuan Baru, penelitian awal mendukung pemikiran bahwa perbedaan dalam tempat kerja meningkatkan kreativitas dan inovasi karena ada penukaran ide dan cara pandang yang berbeda.
Meningkatkan Pemecahan Masalah secara Kelompok dan Produktivitas, karena kelompok yang berbeda memiliki pengalaman dan cara pandang yang lebih luas dalam menganalisis masalah mereka secara potensial dapat mengembangkan pemecahan masalah dan kinerja.
Kesimpulannya, penelitian menunjukkan bahwa perbedaan dapat meningkatkan kreativitas dan motivasi, namun keuntungan positif ini tidak mempengaruhi produktivitas karena kelompok yang berbeda biasanya menghadapi dinamika kelompok yang negative. Bagaimana perusahaan menggunakan keuntungan positif dari perbedaan? Pelajaran pertama, perusahaan seharusnya tidak begitu saja membentuk kelompok berbeda dan melainkan kelompok tersebut memelihara dinamikanya sendiri.. pelajaran kedua, proses dan kinerja pada kelompok yang berbeda akan meningkat ketika anggota kelompok saling membagikan nilai dan norma yang digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan.
C. Penghalang dan Tantangan Dalam Mengelola Perbedaan
Di bawah ini adalah daftar penghalang yang biasanya muncul dalam melaksanakan program perbedaan yang sukses:
1. Prasangka dan stereotype yang tidak akurat. Halangan ini menunjukkan bahwa perbedaan dilihat sebagai suatu kelemahan. Lebih lanjut, penghalang ini menunjukkan bahwa menerima perbedaan berarti mengorbankan kompetensi dan kualitas.
2. Etnosentris. Halangan etnosentris menunjukkan suatu keyakinan bahwa norma dan keyakinan seseorang jauh lebih bak dan lebih memenuhi dibandingkan norma dan keyakinan budaya lain.
3. Perencanaan karir yang kurang baik. Penghalang ini berhubungan dengan kurangnya kesempatan karyawan yang berbeda tersebut untuk mendapatkan pekerjaan sampai pada posisi senior manajemen.
4. Lingkungan kerja yang tidak mendukung dan berbahaya untuk karyawan yang berbeda. Karyawan yang berbeda sering kali tidak diterima pada acara social dan persahabatan yang terjadi pada sebagian besar kantor.
5. Kurangnya perlindungan politik pada karyawan yang berbeda. Karyawan yang berbeda mungkin tidak akan mendapatkan promosi karena mereka tidak tahu bagaimana cara memainkan peranan dan beradaptasi dalam organisasi. Penelitian menunjukkan bahwa kaum perempuan dan orang kulit berwarna dikeluarkan dari jaringan kerja organisasi.
6. Kesulitan dalam keseimbangan antara masalah karir dan keluarga. Perempuan sering beranggapan bahwa tanggung jawab utama terletak pada membesarkan anak. Hal ini yang menyebabkan kaum perempuan merasa kesulitan untuk bekerja pada malam hari dan akhir minggu atau sering keluar kota jika mereka telah memiliki anak. Bahkan meskipun tidak memiliki anak, pekerjaan rumah tangga banyak menghabiskan waktu kaum perempuan dibandingkan waktu kaum pria.
7. Ketakutan terhadap diskriminasi. Beberapa karyawan percaya bahwa mengelola perbedaan adalah pertanda adanya diskriminasi. Kepercayaan ini menimbulkan suatu perlawanan, bahwa jika seseorang untung maka yang lain akan rugi.
8. Perbedaan tidak dilihat sebagai prioritas organisasi. Hal ini menimbulkan perlawanan yang ditunjukkan dalam bentuk keluhan dan tingkah laku negative. Karyawan dapat mengeluh mengenai waktu, energy, sumber daya yang telah dicurahkan untuk perbedaan, yang mungkin dapat dipergunakan untuk melakukan pekerjaan yang sebenarnya.
9. Keinginan untuk mengubah pelaksanaan organisasi dalam pemberian penilaian dan system penghargaan. Pemberian penilaian dan system pengahrgaan harus dapat mengelola perbedaan secara efektif. Hal ini berarti kesuksesan akan didasarkan pada sekelompok kriteria baru.karyawan akan menolak perubahan yang berkaitan buruk pada promosi dan pengahargaan keuangan.
10. Menolak untuk melaksanakan perubahan. Mengelola perbedaan secara efektif meliputi perubahan organisasi dan personel.
D. Praktik Organisasi yang Digunakan untuk Mengelola Perbedaan secara Efektif
Thomas mengidentifikasikan delapan tanggapan dasar untuk mengatasi segala permasalahan perbedaan. Setelah mendiskripsikan setiap pilihan tindakan, kita membahas hubungan diantara pilihan-pilihan tersebut, yakni:
• Memasukkan/Mengeluarkan pilihan ini merupakan sebuah program tindakan afirmasi terhadap hasil pertumbuhan. Tujuan utamanya adalah untuk menaikkan atau menurunkan jumlah karyawan yang beragam pada semua tingkat organisasi.
• Menyangkal orang-orang menggunakan pilihan ini, menyangkal bahwa perbedaan ada. Penyangkalan dapat mewujudkan dirinya sendiri dalam pernyataan bahwa semua keputusan tidak memandang warna, gender, dan umur, dan bahwa sukses hanya ditentukan oleh kebaikan dan prestasi.
• Mengasimilasi premis dasar di balik elternatif ini adalah bahwa semua karyawan yang berbeda akan belajar untuk menyesuaikan atau menjadi seperti kelompok yang dominan. Namun diperlukan waktu dan dorongan bagi karyawan untuk melihat titik terang. Awalnya organisasi mengasimilasi karyawan melalui praktik rekruitmen dan program orientasi. Karyawan baru umumnya diberi program yang bertujuan untuk memberikan nilai-nilai yang diinginkan organisasi dan seperangkat standar prosedur operasi kepada karyawan. Para karyawan kemudian didorong untuk mengacu pada kebijakan dan prosedur manual saat mereka merasa bingung mengenai apa yang harus dilakukan pada sebuah situasi yang spesifik. Praktik in menciptakan homogenitas di antara karyawan.
• Menekan perbedaan ditekan dan diperkecil dengan menggunakan pendekatan ini. Hal in dapat dilakukan dengan menyuruh atau mendorong orang lain untuk berhenti merengek dan memprotes masalah.
• Mengisolasi pilihan ini menempatkan karyawan yang berbeda di luar lingkaran. Dengan cara ini individu tidak dapat mempengaruhi perubahan organisasi. Para manajer dapat mengisolasi karyawan-karyawan yang berbeda itu dengan menempatkan mereka pada proyek-proyek khusus.
• Mentolerir toleransi menuntut pengakuan akan perbedaan namun tidak menilai atau menerimanya. Pendekatan ini mencerminkan pendekatan hidup dan memperkenankan organisasi untuk memberikan kata-kata manis terhadap yang berkenan dengan masalah pengaturan pendekatan. Toleransi berbeda dengan isolasi, pendekatan ini memperkenankan menerima karyawan yang berbeda. Namun demikian perbedaan tidak benar-benar dihargai atau diterima saat organisasi menggunakan pilihan ini.
• Membangun Hubungan pendekatan ini berdasarkan premis bahwa hubungan yang baik dapat mengatasi perbedaan.
• Mendorong Adaptasi Mutual pada pilihan ini, karyawan menyadari dan menerima perbedaan, dan yang paling penting, menyetujui bahwa setiap orang berbeda dan terbuka terhadap perbedaan. Adaptasi mutual memungkinkan akomodasi perbedaan yang terbesar karena pendekatan ini memperkenankan perubahan bahkan bila perbedaan diatur secara efektif.
Dasar-Dasar Perilaku Individu
Suatu pemahaman tentang perilaku individu bermula dari kajian mengenai kontribusi utama psikologis terhadap perilaku organisasi. Kontribusi ini terbagi dalam beberapa konsep, antara lain:
1. Sikap
Sikap (attitudes), merupakan pernyataan evaluatif baik yang menyenangkan maupun yang tidak, tentang suatu objek, orang, atau peristiwa. Sikap mencerminkan bagaimana seseorang merasakan sesuatu.
Kepuasan Kerja
Kepuasan Kerja (job satisfaction) mengacu kepada sikap individu secara umum terhadap pekerjaannya. Seseorang dengan tingkat kepuasan kerja yang tinggi mempunyai sikap positif terhadap pekerjaannya; seseorang yang tidak puas terhadap pekerjaannya mempunyai sikap negatif. Ketika orang membicarakan tentang sikap karyawan sering kali mereka bermaksud mengatakan kepuasan kerja. Sebenarnya kedua istilah tersebut sering digunakan secara bergantian.
Kepuasan dan Produktifitas, sebuah analisis yang lebih cermat menunjukan bahwa kalaupun kepuasan memiliki efek yang positif pada produktifitas, efek tersebut sangat kecil. Namun dengan diperkenalkan variabel-variabel baru, hubungan positif antara kepuasan dan produktifitas telah meningkat.
Manusia Berusaha Mengurangi Ketidakselarasan
Salah satu penemuan yang paling relevan tentang sikap adalah kenyataan bahwa individu cenderung mencari konsistensi. Ketidakselarasan Kognitif (cognitive dissonance) terjadi ketika terjadi ketidakkonsistenan antara dua atau lebih sikap seseorang, atau antara sikap dan perilaku seseorang. Teori ketidakselarasan kognitif menyatakan bahwa setiap berusaha meminimalkan ketidakselarasan dan ketidaknyamanan yang ditimbulkannya.
Penghargaan (reward) juga mempengaruhi tingkat motifasi individu untuk mengurangi ketidakselarasan. Tekanan yang timbul karena tingginya ketidakselarasan mungkin dapat dikurang apabila disertai dengan penghargaan yang tinggi. Penghargaan berfungsi untuk mengurangu ketidakselarasan dengan meningkatkan konsistensi neraca individu. Karena orang-orang dalam organisasi diberikan beberapa bentuk penghargaan atau bayaran untuk jasa mereka, karyawan seringkali dapat menghadapi ketidakselaran yang lebih besar pada pekerjaanya dari pada diluar pekerjaanya.
Hubungan Sikap-Perilaku
Penelitian terdahulu mengasumsikan bahwa terhadap hubungan sebab dan akibat antara sikap (attitude) dan perilaku (behavior); yaitu, sikap yang diambil individu menentukan apa yang akan mereka lakukan. Logika juga menunjukkan suatu hubungan. Bukankan sangat logis jika orang menonton acara televise yang mereka sukai atau para karyawan mencoba menghindarkan diri dari penugasan yang tidak mereka sukai?
2. Kepribadian
Beberapa orang bersifat pendiam dan pasif; sementara yang lainnya ceria dan agresif. Ketika kita menggambarkan orang dari segi karakteristiknya, bias pendiam, pasif, ceria, agresif, ambisius, setia, atau suka bergaul, kita sedang mengkatagorikan mereka dari segi sifat-sifat kepribadian. Karenanya, kepribadian (personality) individu seseorang merupakan konbinasi sifat-sifat psikologis yang kita gunakan untuk mengklasifikasikan orang tersebut.
Indicator Tipe Myers-Briggs
Salah satu kerangka kepribadian yang paling sering digunakan dinamakan dengan Indicator Tipe Myers-Briggs. Indicator tersebut pada dasarnya merupakan tes kepribadian dengan 100 pertanyaan yang menanyakan tentang bagaimana biasanya seseorang merasa atau bertindak dalam situasi-situasi tertentu.
Model Lima Besar
Sebuah badan riset terkemuka menyakini bahwa ada lima dimensi kepribadian dasar yang mendasari semua dimensi lainnya. Factor lima besar tersebut adalah:
Keekstrovertan : suka bergaul, banyak bicara, asertif.
Keramahtamahan : baik hati, kooperatif, dan dapat dipercaya.
Kehati-hatian : bertanggung jawab, dapat diandalkan, tekun, dan berorientasi pada restasi.
Kestabilan Emosional : tenang, antusias, dan sanggup (positif) menghadapi ketegangan, kegelisahan, kemurungan, dan ketidakamanan (negative).
Keterbukaan terhadap pengalaman : imajinatif, sensitive secara arstistik, dan cerdas.
Atribut Kepribadian Kunci Lainnya
Lima atribut kepribadian tambahan telah diidentifikasi mempunyai kaitan yang lebih langsung menjelaskan dan meramalkan perilaku dalam organisasi. Kelima atribut tersebut adalah tempat kendali, otoritanianisme, machiavellianisme, pemantau diri dan kecendrungan risiko.
Sebagian orang percaya bahwa ereka adalah penentu dari takdir mereka sendiri. Sebagian lainnya melihat diri mereka sebagai korban dari takdir mereka; percaya bahwa apa yang terjadi pada diri mereka disebabkan oleh keberuntungan atau kesempatan. Tempat kendali (locus of control) pada kasus yang pertama adalah internal; orang-orangf ini percaya bahwa mereka sendiri yang mengendalikan tujuan mereka.
Otoritarianisme (authoritarianism) adalah kepercayaan bahwa harus ada perbedaan status dan kekuasaan di antara pada individu dalam organisasi. Kepribadian otoritarian yang sangat ekstrem biasanya kaku secara intelektual, selalu menilai orang lain, mempertuan atasan dan eksploitif terhadap bawahan, pencuriga, dan menentang perubahan.
Pemantauan diri (self monitoring). Orang-orang yang pandai memantau diri biasanya peka terhadap isyarat-isyarat eksternal dan bias berprilaku berbeda dalam situasi-situasi yang berbeda.
Kecenderungan risiko (risk propensity) yang tinggi lebih cepat membuat keputusan dan menggunakan lebih sedikit informasi dalam membuat pilihan-pilihan mereka daripada individu dengan kecendrungan risiko yang rendah. Para manajer mungkin menggunakan informasi untuk memadukan karyawan pengambil risiko dengan tuntutan pekerjaan yang spesifik.
Menyesuaikan Kepribadian dengan Pekerjaan
Tentu saja, kepribadian setiap individu berbeda-beda. Begitu pula pekerjaan-pekerjaanya. Dengan mengikuti logika ini, beberapa upaya telah dilakukan untuk menyesuaikan kepribadian yang tepat dengan pekerjaan yang tepat. Teori kesesuaian pekerjaan dengan kepribadian yang paling sering diteliti adalah model enam jenis kepribadian. Model ini menyatakan bahwa kepuasan seorang individu tersebut sesuai dengan lingkungan pekerjaannya. Enam jenis kepribadian utama telah diidentifikasi.
Seseorang realistis yang bekerja pada pekerjaan sosial/kemasyarakatan berada dalam situasi yang tidak cocok. Hal penting dari model ini adalah bahwa:
1. Terdapat perbedaan kepribadian intristik pada setiap individu.
2. Terdapat jenis pekerjaan yang berbeda.
3. Individu yang memiliki pekerjaan yang sesuai dengan jenis kepribadiannya tentu lebih puas dan kecil kemungkinannya untuk mengundurkan diri dibandingkan dengan individu yang memiliki pekerjaan yang tidak sesuai.
3. Persepsi
Persepsi adalah suatu proses di mana individu mengorganisasikan dan menginterpretasikan kesan sensori mereka untuk member arti pada lingkungan mereka. Riset tentang persepsi secara konsisten menunjukkan bahwa individu yang berbeda. Kenyataannya adalah bahwa tak seorang pun dari kita melihat realitas. Yang kita lakukan adalah menginterpretasikan apa yang kita lihat dan menyebutnya sebagai realitas.
• Factor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi
Bagaimana kita menjelaskan suatu kenyataan bahwa individu memiliki pemahaman yang berbeda pada hal yang sama? Sejumlah factor bekerja untuk membentuk persepsi dan kadangkala membiaskan persepsi. Factor-faktor tersebut dapat terletak pada orang yang mempersepsikannya, objek atau sasaran yang dipersepsikan, atau konteks di mana persepsi itu dibuat.
Ketika seorang individu melihat suatu sasaran dan berusaha menginterpretasikan apa yang ia lihat, interpretasi itu sangat dipengaruhi oleh karakteristik pribadi individu yang melihat. Karakteristik pribadi yang mempengaruhi persepsi meliputi sikap, kepribadian, motif, kepentingan, pengalaman masa lalu, dan harapan.
Karakteristik sasaran yang diobservasi dapat mempengaruhi apa yang dipersepsikan. Orang yang ceria lebih menonjol dalan suatu kelompok dari pada orang yang pendiam. Begitu pula pada individu yang secara ekstrem menarim atau tidak menarik. Karena sasaran tidak dipahami secara terisolasi, latar belakang sasaran dapat mempengaruhi persepsi , seperti kecendrungan kita untuk mengelompokkan hal-hal yang berdekatan dan hal-hal yang mirip dalam satu tempat.
• Teori Atribusi
Teori atribusi diajukan untuk mengembangkan penjelasan bahwa perbedaan panilaian kita terhadap individu tergantung pada arti atribusi yang kita berikan pada perilaku tertentu. Pada dasarnya, teori tersebut menunjukkan bahwa ketika kita mengobservasi perilaku seseorang, kita berusaha untuk menentukan apakah penilaian ini disebabkan oleh factor internal dan eksternal. Penentuan tersebut tergantung pada tiga factor, yaitu (1) kekhasan tertentu; (2) kesepakatan bersama; dan (3) konsistensi.
• Jalan Pintas dalam Menilai Orang Lain
individu tidak dapat menyerap semua yang mereka amati, jadi mereka terlibat dalam selektivitas (seleclivity). Mereka mengambil potongan-potongan. Namun, potongan-potongan ini tidak dipilih secara ramdom melainkan secara selektif dipilih tergantung pada kepentingan, latar belakang pengalaman, dan sikap dari pengamat. Persepsi selektif memungkinkan kita untuk “membaca cepat” orang lain, tetapi bukan tanpa risiko atas penarikan gambaran yang tidak akurat.
Memang mudah untuk menilai orang lain jika kita mengasumsikan mereka sama dengan kita. Kesamaan asumsi (assumed similarity), atau pengaruh “seperti saya”, mengakibatkan persepsi seorang individu terhadap orang lain lebih dipengaruhi oleh seperti apa orang yang sedang diamati.
4. Kecerdasan dan Kemampuan Kognitif
Kecerdasan secara umum merupakan suatu kapasitas individu dalam membangun cara berpikir, melakukan penalaran, dan memecahkan persoalan. Secara historis, kecardasan diyakini merupakan suatu kapasitas, yang diturunkan secara turun-temurun daru satu generasi ke generasi lain. Meskipun demikian, penelitian sejak saat itu telah menunjukkan bahwa kecerdasan (seperti kepribadian) juga merupakan suatu fungsi dipengaruhi oleh lingkungan.
Dua Jenis Kemampuan, Dengan menggunakan prosedur empiris ini, psikolog pelopor Charles Spearman mengusulkan pada tahun 1927 bahwa semua prestasi kognitif ditantukan oleh dua jenis kemampuan, yaitu:
1. Kemampuan Mental yang dibutuhkan untuk semua tugas kognitif
2. Tugas-tugas unik yang dilakukan
Tujuan Kemampuan Mental yang Penting.
Kemampuan Diskripsi
1. Kemampuan verbal Kemampuan untuk memahami arti kata-kata dan mengerti apa yang dibaca.
2. Kefasihan kata Kemampuan untuk menghasilkan kata-kata khusus yang memenuhi persyaratan simbolis atau struktur khusus (seperti semua kata yang diawali dengan huruf B dan memiliki dua Vokal.
3. Numerik Kemampuan untuk membuat perhitungan aritmetika dengan cepat dan akurat seperti penambahan ataua pengurangan.
4. Ruang Mampu untuk merasakan pola ruang dan memvisualisasikan bagaimana bentuk-bentuk geometris akan terlihat jika ditransformasikan dalam bentuk atau posisi.
5. Memori Memiliki memori yang baik untuk kata berpasangan, lambing, daftar angka, atau item lain yang terkait.
6. Kecepatan menanggapi Kemampuan untuk merasakan bentuk, mengidentifikasikan persamaan dan perbedaan, dan melaksanakan tugas yang melibatkan persepsi visual.
7. Penalaran induktif Kemampuan untuk melakukan penalaran dari hal yang khusus menuju kesimpulan umum.
5. Tipologi Gaya Kognitif Jung
6. Emosi Positif dan Negatif
Richard S Lazarus, seorang yang sangat menguasai subjek ini, mendefinisikan emosi sebagai “reaksi-reaksi organism yang rumit dan terpola mengenai bagaimana kita berpikir mengenai apa yang kita lakukan sepanjang hidup untuk bertahan hidup dan memeriahkan hidup serta untuk mencapai apa yang kita inginkan untuk diri kita sendiri. Kata organisasi sesuai karena emosi melibatkan orang secara keseluruhan (biologis, psikologis, dan sosial).
Dengan demikian pemisahannya antara emosi yang positif dan negative pun berorientasi tujuan. Beberapa emosi dipicu oleh keputusan dan kegagalan pada saat mengejar tujuan. Lazarus menyebut hal ini sebagai emosi yang negative.
7. Dibutuhkan Perhatian yang Lebih Besar
8. Mengelola Rasa Marah
Diantara semua emosi, marah adalah suatu emosi yang paling cenderung berbahaya. Rasa marah layak mendapatkan perhatian khusus. Rasa marah yang tidak terkendali dapat menjadi suatu factor kunci yang memberikan kontribusi pada apa yang oleh satu tim penelitian disebut sebagai agresi yang bermotivasi organisasi. Lebih buruk lagi, rasa marah yang tidak terkendali memiliki kontribusi pada kekerasan di tampat kerja.
Perbedaan menunjukkan hal-hal yang tidak selalu sama dan serupa diantara setiap manusia. Definisi ini menggarisbawahi adanya 3 hal penting dalam mengelola perbedaan.
1. Ada banyak dimensi dan komponen perbedaan. Hal ini berarti bahwa perbedaan itu ada pada tiap orang.
2. Perbedaan tidak sama dengan berbeda. Perbedaan mencakup semua hal yang berbeda dan sekaligus serupa. Mengelola perbedaan berarti mengatur dua hal tersebut secara bersamaan.
3. Perbedaan mencakup perpaduan antara hal-hal yang serupa dan hal-hal yang berbeda, bukan hanya salah satunya.
Tahapan Perbedaan
Ada 4 tahap dalam perbedaan untuk menunjukkan letak perbedaan setiap orang. Setelah disatukan, tahapan ini akan menunjukkan identitas pribadi dan mempengaruhi kita tentang bagaimana memandang dunia. Tahap-tahap tersebut adalah:
1. Kepribadian
2. Dimensi Internal, yang terdiri dari:
Umur
Jenis Kelamin (Gender)
Orientasi Seksual
Kemampuan Fisik
Etnis
Ras
3. Dimensi Eksternal, yang terdiri dari:
Lokasi Geografi
Penghasilan
Kebiasaan Pribadi
Kebiasaan Berkreasi
Agama
Latar Belakang Pendidikan
Pengalaman Kerja
Penampilan
Status/ Dominasi Orang Tua
Status Perkawinan
4. Dimensi Organisasi, yang terdiri dari:
Level/ Klasifikasi Fungsional
Lingkungan Kerja
Divisi/Departemen/Unit/Grup
Keahlian
Tempat Kerja
Afiliasi
Status Manajemen
Tahapan diatas menunjukkan bahwa kepribadian ada pada tahap pertama perbedaan karena menunjukkan karakter yang merupakan tanggung jawab setiap individu.
Tindakan Afirmasi dan Menilai Perbedaan
Tindakan Afirmasi, tindakan afirmasi memfokuskan diri pada pencapaian kesempatan yang sama pada organisasi dan sudah disahkan olehHukum Kesempatan yang Sama (Equal Opportunity Law). Tindakan Afirmasi merupakan campur tangan manajemen untuk mengkoreksi ketidakseimbangan, ketidakadilan, kesalahan dan/atau diskriminasi.
Menilai Perbedaan, menunjukan bahwa menilai perbedaan menitikberatkan pengetahuan, pengenalan, pemahaman, dan penghargaan pada perbedaan tiap manusia. Termasuk di dalamnya adalah menciptakan lingkungan yang membuat semua orang di dalamnya merasa bernilai dan diterima. Intinya, penilaian terhadap perbedaan akan berbeda jika kita melihat perbedaan yang ada pada setiap karyawan sebagai sumber yang berharga untuk mencapai sukses perusahaan.
Mengelola Perbedaan, mengelola perbedaan berarti memungkinkan semua karyawan untuk menunjukkan potensi-potensinya secara maksimum. Hal itu berarti menitikberatkan pada perubahan budaya dan infrastruktur organisasi sedemikian rupa sehingga karyawan dapat memberikan hasil produktifitas yang maksimal.
Tindakan Afirmasi Penilaian Perbedaan Pengelolaan Perbedaan
1. Kuantitatif.
Menitikberatkan pada pencapaian kesempatan yang sama dalam lingkungan kerja melalui perubahan keadaan demografi perusahaan. Dimonitor dengan laporan statistik dan analisisi 1. Kualitatif.
Menitikberatkan pada penghargaan akan perbedaan dan menciptakan suasana di mana karyawan merasa dihargai dan diterima. Dimonitor dengan penelitian organisasi yang berfokus pada tingkah laku dan persepsi. 1. Criteria Tingkah Laku.
Menitikberatkan pada membangun pengetahuan tertentu dan menyusun kebijakan yang baik dan dapat mengambil manfaat dari tiap pekerjaan. Dimonitor dengan kemajuan dalam pencapaian tujuan dan misi perusahaan.
2. Dilaksanakan berdasarkan hukum. Membuat rencana tertulis dan tujuan statistic untuk kelompok-kelompok tertentu. Laporan dibuat berdasarkan hukum EEO dan undang-undang yang bersangkutan. 2. Dilaksanakan berdasarkan etika. Moral dan etika yang berpengaruh pada perubahan budaya. 2. Dilaksankan berdasarkan strategi. Tingkah laku dan kebijakan dipandang sebagai kontribusi pada pencapaian tujuan dan misi, sepeeti laba dan produktifitas dan diikat dalam bentuk penghargaan dan hasil.
3. Perbaikan.
Kelompok –kelompok yang menguntungkan akan lebih ditingkatkan. Semua kelompok diharpkan dapat memberikan keuntungan. 3. Idealis
Manfaat tiap orang. Setiap orang merasa dihargai dan diterima dalam lingkungan. 3. Pragmatik.
Keuntungan organisasi: moral, laba, dan produktivitas akan meningkat.
4. Asimilasi model (model penggabungan). Diasumsikan bahwa semua kelompok akan beeadaptasi berdasarkan norma perusahaan yang ada. 4. Model Perbedaan. Diasumsikan bahwa tiap kelompok akan membuat karakter dan bentuk organisasi tersendiri, dan menciptakan nilai-nilai yang dapat diteruma luas. 4. Model Sinergi. Diasumsikan bahwa tiap kelompok yang berbeda akan membuat cara baru untuk dapat bekerja sama secara efektif dalam lingkungan yang plurai.
5. Keterbukaan dalam perusahaan.
Berpengaruh pada keputusan penerimaan dan promosi. 5. Keterbukaan pada tingkah laku, pikiran dan budaya.
Berpengaruh pada tingkah laku karyawan. 5. Keterbukaan Pada Sistem. Mempengaruhi praktek dan kebijakan manajerial.
6. Perlawanan yang disebabkan oleh batas otonomi dalam pengambilan keputusan dan ketakutan akan diskriminasi. 6. Perlawanan pada ketakutan pada perubahan, ketidaknyamanan dengan perbedaan, dan keingina n untuk kembali ke masa lalu yang indah. 6. Menentang Penolakan atau realitas demografi, kebutuhan akan pendekatan alternative dan atau keuntungan dengan perubahan atau kesulitan dalam mempelajari pengetahuan baru, perubahan system yang sedang berjalan dan atau menemukan waktu untuk bekerja sesuai dengan pemecahan secara sinergis.
B. Membangun Wadah Bisnis untuk Mengelola perbedaan
Bagian ini menjelaskan perlunya perusahaan untuk mengelola perbedeaan dengan pertama kali meninjau ulang trend demografi yang menimbulkan adanya perbedaan di antara tenaga kerja. Lalu kami akan mengulas alasan-alasan utama dari pengelolaan perbedaan secara efektif untuk memperoleh manfaat kompetitif.
1. Meningkatnya Perbedaan di Lingkungan Kerja
Kaum Perempuan Memasuki Dunia Kerja, hampir 40,6% pendatang baru dalam dunia kerja antara tahun 1996 dan 2006 diperkirakan adalah kaum perempuan. Sejak dahulu, karyawan perempuan menerima gaji dan menduduki jabatan yang lebih rendah. Sampai April 1999, kaum perempuan masih digaji lebih rendah dibandingkan pria. Manajer dan professional perempuan menerima 70,5% dari gaji kaum pria. Meskipun perempuan digaji sama dengan kaum pria, mereka tidak mendapata kesempatan kerja yang sama. Kaum perempuan masih belum dapat mencapai tingkat tertinggi dalam perusahaan-perusahaan di Amerika dalam tingkat yang signifikan.
Bangsa Kulit Berwarna dalam Angkatan Kerja Amerika Serikat diperkirakan akan bertambah 38,9% dari tahun 1996-2006. Bangsa Afrika-Amerika ini diperkirkan menempati posisi terbesar dari pertambahan ini (15,6%). Karena lebih sedikitnya jumlah kaum Hispanik yang akan keluar dari angkatan kerja antara tahun 1996-2005 di bandingkan dengan ras yang lain (5,2%).
Ketidaksesuaian antara pendidikan dan persyaratan pekerjaan, kurang lebih 27% dari angkatan kerja adalah lulusan universitas. Namun banyak yang mengerjakan pekerjaan yang tidak membutuhkan gelar. Hal ini menimbulkan underemployment (bekerja dibawah standar kemampuan). Underemployment terjadi bila pekerjaan yang ada membutuhkan keterampilan yang lebih rendah dari potensi individu yang ditunjukkan dengan pendidikan formal, pelatihan, atau keterampilan yang dimiliki.
2. Mengelola Perbedaan-Sebuah Keunggulan Kompetitif
Konsultan, akademis, dan pimpinan usaha percaya bahwa pengelolaan perbedaan yang efektif merupakan sebuah unggulan kompetitif. Mengelola perbedaan secara efektif dapat mempengaruhi biaya organisasi dan sikap karyawan, penerimaan sumber daya manusia, penjualan, pangsa pasar, kretivitas, dan penemuan baru, pemecahan masalah secara kelompok dan produktivitas.
Mengurangi Biaya dan Meningkatkan Sikap Karyawan, mengelola perbedaan secara efektif akan mengurangi biaya dalam 3 hal. Pertama, jika kita mengasumsikan hukum kesempatan kerja yang sama sebagai persyaratan untuk mengelola perbedaan, maka perusahaan dapat mengurangi biaya tuntutan diskriminasi. Kedua, perbedaan inisiatif dapat mengurangi biaya pemeliharaan kesehatan dan ketidakhadiran. Perbedaan juga berhubungan dengan sikap karyawan. Penelitian terdahulu menyatakan bahwa karyawan yang berbeda secara rasa tau latar belakang etnis akan mempunyai komitmen yang lebih rendah dari pada perusahaan mereka.
Mengembangkan Upaya Penerimaan Pegawai Memperoleh dan bisa mempertahankan karyawan yang berkompetensi merupakan salah satu keunggulan kompetisi. Hal ini benar berdasarkan keadaan demografi yang telah didiskusikan sebelumnya. Organisasi dengan Manajemen perbedaan yang efektif akan lebih sering menghadapi hal ini karena kaum perempuan dan orang kulit berwarna menarik bagi perusahaan ini. Lebih lanjut, penerimaan karyawan yang berbeda-beda akan membantu perusahaan dalam menyediakan jasa layanan pelanggan yang lebih baik.
Peningkatan dalam Penjualan, Pangsa Pasar, dan Laba Perusahaan. Perbedaan para karyawan adalah cermin dari perbedaan pelanggan. Hal ini menjadi penting bagi perusahaan untuk memasarkan produk mereka, sehingga akan menjadi daya tarik bagi para pelanggan dan pasar yang berbeda. Perhatikan bagaimana rantai diskon mencoba untuk menarik pasar suku Hispanik.
Meningkatkan Kreativitas dan Penemuan Baru, penelitian awal mendukung pemikiran bahwa perbedaan dalam tempat kerja meningkatkan kreativitas dan inovasi karena ada penukaran ide dan cara pandang yang berbeda.
Meningkatkan Pemecahan Masalah secara Kelompok dan Produktivitas, karena kelompok yang berbeda memiliki pengalaman dan cara pandang yang lebih luas dalam menganalisis masalah mereka secara potensial dapat mengembangkan pemecahan masalah dan kinerja.
Kesimpulannya, penelitian menunjukkan bahwa perbedaan dapat meningkatkan kreativitas dan motivasi, namun keuntungan positif ini tidak mempengaruhi produktivitas karena kelompok yang berbeda biasanya menghadapi dinamika kelompok yang negative. Bagaimana perusahaan menggunakan keuntungan positif dari perbedaan? Pelajaran pertama, perusahaan seharusnya tidak begitu saja membentuk kelompok berbeda dan melainkan kelompok tersebut memelihara dinamikanya sendiri.. pelajaran kedua, proses dan kinerja pada kelompok yang berbeda akan meningkat ketika anggota kelompok saling membagikan nilai dan norma yang digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan.
C. Penghalang dan Tantangan Dalam Mengelola Perbedaan
Di bawah ini adalah daftar penghalang yang biasanya muncul dalam melaksanakan program perbedaan yang sukses:
1. Prasangka dan stereotype yang tidak akurat. Halangan ini menunjukkan bahwa perbedaan dilihat sebagai suatu kelemahan. Lebih lanjut, penghalang ini menunjukkan bahwa menerima perbedaan berarti mengorbankan kompetensi dan kualitas.
2. Etnosentris. Halangan etnosentris menunjukkan suatu keyakinan bahwa norma dan keyakinan seseorang jauh lebih bak dan lebih memenuhi dibandingkan norma dan keyakinan budaya lain.
3. Perencanaan karir yang kurang baik. Penghalang ini berhubungan dengan kurangnya kesempatan karyawan yang berbeda tersebut untuk mendapatkan pekerjaan sampai pada posisi senior manajemen.
4. Lingkungan kerja yang tidak mendukung dan berbahaya untuk karyawan yang berbeda. Karyawan yang berbeda sering kali tidak diterima pada acara social dan persahabatan yang terjadi pada sebagian besar kantor.
5. Kurangnya perlindungan politik pada karyawan yang berbeda. Karyawan yang berbeda mungkin tidak akan mendapatkan promosi karena mereka tidak tahu bagaimana cara memainkan peranan dan beradaptasi dalam organisasi. Penelitian menunjukkan bahwa kaum perempuan dan orang kulit berwarna dikeluarkan dari jaringan kerja organisasi.
6. Kesulitan dalam keseimbangan antara masalah karir dan keluarga. Perempuan sering beranggapan bahwa tanggung jawab utama terletak pada membesarkan anak. Hal ini yang menyebabkan kaum perempuan merasa kesulitan untuk bekerja pada malam hari dan akhir minggu atau sering keluar kota jika mereka telah memiliki anak. Bahkan meskipun tidak memiliki anak, pekerjaan rumah tangga banyak menghabiskan waktu kaum perempuan dibandingkan waktu kaum pria.
7. Ketakutan terhadap diskriminasi. Beberapa karyawan percaya bahwa mengelola perbedaan adalah pertanda adanya diskriminasi. Kepercayaan ini menimbulkan suatu perlawanan, bahwa jika seseorang untung maka yang lain akan rugi.
8. Perbedaan tidak dilihat sebagai prioritas organisasi. Hal ini menimbulkan perlawanan yang ditunjukkan dalam bentuk keluhan dan tingkah laku negative. Karyawan dapat mengeluh mengenai waktu, energy, sumber daya yang telah dicurahkan untuk perbedaan, yang mungkin dapat dipergunakan untuk melakukan pekerjaan yang sebenarnya.
9. Keinginan untuk mengubah pelaksanaan organisasi dalam pemberian penilaian dan system penghargaan. Pemberian penilaian dan system pengahrgaan harus dapat mengelola perbedaan secara efektif. Hal ini berarti kesuksesan akan didasarkan pada sekelompok kriteria baru.karyawan akan menolak perubahan yang berkaitan buruk pada promosi dan pengahargaan keuangan.
10. Menolak untuk melaksanakan perubahan. Mengelola perbedaan secara efektif meliputi perubahan organisasi dan personel.
D. Praktik Organisasi yang Digunakan untuk Mengelola Perbedaan secara Efektif
Thomas mengidentifikasikan delapan tanggapan dasar untuk mengatasi segala permasalahan perbedaan. Setelah mendiskripsikan setiap pilihan tindakan, kita membahas hubungan diantara pilihan-pilihan tersebut, yakni:
• Memasukkan/Mengeluarkan pilihan ini merupakan sebuah program tindakan afirmasi terhadap hasil pertumbuhan. Tujuan utamanya adalah untuk menaikkan atau menurunkan jumlah karyawan yang beragam pada semua tingkat organisasi.
• Menyangkal orang-orang menggunakan pilihan ini, menyangkal bahwa perbedaan ada. Penyangkalan dapat mewujudkan dirinya sendiri dalam pernyataan bahwa semua keputusan tidak memandang warna, gender, dan umur, dan bahwa sukses hanya ditentukan oleh kebaikan dan prestasi.
• Mengasimilasi premis dasar di balik elternatif ini adalah bahwa semua karyawan yang berbeda akan belajar untuk menyesuaikan atau menjadi seperti kelompok yang dominan. Namun diperlukan waktu dan dorongan bagi karyawan untuk melihat titik terang. Awalnya organisasi mengasimilasi karyawan melalui praktik rekruitmen dan program orientasi. Karyawan baru umumnya diberi program yang bertujuan untuk memberikan nilai-nilai yang diinginkan organisasi dan seperangkat standar prosedur operasi kepada karyawan. Para karyawan kemudian didorong untuk mengacu pada kebijakan dan prosedur manual saat mereka merasa bingung mengenai apa yang harus dilakukan pada sebuah situasi yang spesifik. Praktik in menciptakan homogenitas di antara karyawan.
• Menekan perbedaan ditekan dan diperkecil dengan menggunakan pendekatan ini. Hal in dapat dilakukan dengan menyuruh atau mendorong orang lain untuk berhenti merengek dan memprotes masalah.
• Mengisolasi pilihan ini menempatkan karyawan yang berbeda di luar lingkaran. Dengan cara ini individu tidak dapat mempengaruhi perubahan organisasi. Para manajer dapat mengisolasi karyawan-karyawan yang berbeda itu dengan menempatkan mereka pada proyek-proyek khusus.
• Mentolerir toleransi menuntut pengakuan akan perbedaan namun tidak menilai atau menerimanya. Pendekatan ini mencerminkan pendekatan hidup dan memperkenankan organisasi untuk memberikan kata-kata manis terhadap yang berkenan dengan masalah pengaturan pendekatan. Toleransi berbeda dengan isolasi, pendekatan ini memperkenankan menerima karyawan yang berbeda. Namun demikian perbedaan tidak benar-benar dihargai atau diterima saat organisasi menggunakan pilihan ini.
• Membangun Hubungan pendekatan ini berdasarkan premis bahwa hubungan yang baik dapat mengatasi perbedaan.
• Mendorong Adaptasi Mutual pada pilihan ini, karyawan menyadari dan menerima perbedaan, dan yang paling penting, menyetujui bahwa setiap orang berbeda dan terbuka terhadap perbedaan. Adaptasi mutual memungkinkan akomodasi perbedaan yang terbesar karena pendekatan ini memperkenankan perubahan bahkan bila perbedaan diatur secara efektif.
Dasar-Dasar Perilaku Individu
Suatu pemahaman tentang perilaku individu bermula dari kajian mengenai kontribusi utama psikologis terhadap perilaku organisasi. Kontribusi ini terbagi dalam beberapa konsep, antara lain:
1. Sikap
Sikap (attitudes), merupakan pernyataan evaluatif baik yang menyenangkan maupun yang tidak, tentang suatu objek, orang, atau peristiwa. Sikap mencerminkan bagaimana seseorang merasakan sesuatu.
Kepuasan Kerja
Kepuasan Kerja (job satisfaction) mengacu kepada sikap individu secara umum terhadap pekerjaannya. Seseorang dengan tingkat kepuasan kerja yang tinggi mempunyai sikap positif terhadap pekerjaannya; seseorang yang tidak puas terhadap pekerjaannya mempunyai sikap negatif. Ketika orang membicarakan tentang sikap karyawan sering kali mereka bermaksud mengatakan kepuasan kerja. Sebenarnya kedua istilah tersebut sering digunakan secara bergantian.
Kepuasan dan Produktifitas, sebuah analisis yang lebih cermat menunjukan bahwa kalaupun kepuasan memiliki efek yang positif pada produktifitas, efek tersebut sangat kecil. Namun dengan diperkenalkan variabel-variabel baru, hubungan positif antara kepuasan dan produktifitas telah meningkat.
Manusia Berusaha Mengurangi Ketidakselarasan
Salah satu penemuan yang paling relevan tentang sikap adalah kenyataan bahwa individu cenderung mencari konsistensi. Ketidakselarasan Kognitif (cognitive dissonance) terjadi ketika terjadi ketidakkonsistenan antara dua atau lebih sikap seseorang, atau antara sikap dan perilaku seseorang. Teori ketidakselarasan kognitif menyatakan bahwa setiap berusaha meminimalkan ketidakselarasan dan ketidaknyamanan yang ditimbulkannya.
Penghargaan (reward) juga mempengaruhi tingkat motifasi individu untuk mengurangi ketidakselarasan. Tekanan yang timbul karena tingginya ketidakselarasan mungkin dapat dikurang apabila disertai dengan penghargaan yang tinggi. Penghargaan berfungsi untuk mengurangu ketidakselarasan dengan meningkatkan konsistensi neraca individu. Karena orang-orang dalam organisasi diberikan beberapa bentuk penghargaan atau bayaran untuk jasa mereka, karyawan seringkali dapat menghadapi ketidakselaran yang lebih besar pada pekerjaanya dari pada diluar pekerjaanya.
Hubungan Sikap-Perilaku
Penelitian terdahulu mengasumsikan bahwa terhadap hubungan sebab dan akibat antara sikap (attitude) dan perilaku (behavior); yaitu, sikap yang diambil individu menentukan apa yang akan mereka lakukan. Logika juga menunjukkan suatu hubungan. Bukankan sangat logis jika orang menonton acara televise yang mereka sukai atau para karyawan mencoba menghindarkan diri dari penugasan yang tidak mereka sukai?
2. Kepribadian
Beberapa orang bersifat pendiam dan pasif; sementara yang lainnya ceria dan agresif. Ketika kita menggambarkan orang dari segi karakteristiknya, bias pendiam, pasif, ceria, agresif, ambisius, setia, atau suka bergaul, kita sedang mengkatagorikan mereka dari segi sifat-sifat kepribadian. Karenanya, kepribadian (personality) individu seseorang merupakan konbinasi sifat-sifat psikologis yang kita gunakan untuk mengklasifikasikan orang tersebut.
Indicator Tipe Myers-Briggs
Salah satu kerangka kepribadian yang paling sering digunakan dinamakan dengan Indicator Tipe Myers-Briggs. Indicator tersebut pada dasarnya merupakan tes kepribadian dengan 100 pertanyaan yang menanyakan tentang bagaimana biasanya seseorang merasa atau bertindak dalam situasi-situasi tertentu.
Model Lima Besar
Sebuah badan riset terkemuka menyakini bahwa ada lima dimensi kepribadian dasar yang mendasari semua dimensi lainnya. Factor lima besar tersebut adalah:
Keekstrovertan : suka bergaul, banyak bicara, asertif.
Keramahtamahan : baik hati, kooperatif, dan dapat dipercaya.
Kehati-hatian : bertanggung jawab, dapat diandalkan, tekun, dan berorientasi pada restasi.
Kestabilan Emosional : tenang, antusias, dan sanggup (positif) menghadapi ketegangan, kegelisahan, kemurungan, dan ketidakamanan (negative).
Keterbukaan terhadap pengalaman : imajinatif, sensitive secara arstistik, dan cerdas.
Atribut Kepribadian Kunci Lainnya
Lima atribut kepribadian tambahan telah diidentifikasi mempunyai kaitan yang lebih langsung menjelaskan dan meramalkan perilaku dalam organisasi. Kelima atribut tersebut adalah tempat kendali, otoritanianisme, machiavellianisme, pemantau diri dan kecendrungan risiko.
Sebagian orang percaya bahwa ereka adalah penentu dari takdir mereka sendiri. Sebagian lainnya melihat diri mereka sebagai korban dari takdir mereka; percaya bahwa apa yang terjadi pada diri mereka disebabkan oleh keberuntungan atau kesempatan. Tempat kendali (locus of control) pada kasus yang pertama adalah internal; orang-orangf ini percaya bahwa mereka sendiri yang mengendalikan tujuan mereka.
Otoritarianisme (authoritarianism) adalah kepercayaan bahwa harus ada perbedaan status dan kekuasaan di antara pada individu dalam organisasi. Kepribadian otoritarian yang sangat ekstrem biasanya kaku secara intelektual, selalu menilai orang lain, mempertuan atasan dan eksploitif terhadap bawahan, pencuriga, dan menentang perubahan.
Pemantauan diri (self monitoring). Orang-orang yang pandai memantau diri biasanya peka terhadap isyarat-isyarat eksternal dan bias berprilaku berbeda dalam situasi-situasi yang berbeda.
Kecenderungan risiko (risk propensity) yang tinggi lebih cepat membuat keputusan dan menggunakan lebih sedikit informasi dalam membuat pilihan-pilihan mereka daripada individu dengan kecendrungan risiko yang rendah. Para manajer mungkin menggunakan informasi untuk memadukan karyawan pengambil risiko dengan tuntutan pekerjaan yang spesifik.
Menyesuaikan Kepribadian dengan Pekerjaan
Tentu saja, kepribadian setiap individu berbeda-beda. Begitu pula pekerjaan-pekerjaanya. Dengan mengikuti logika ini, beberapa upaya telah dilakukan untuk menyesuaikan kepribadian yang tepat dengan pekerjaan yang tepat. Teori kesesuaian pekerjaan dengan kepribadian yang paling sering diteliti adalah model enam jenis kepribadian. Model ini menyatakan bahwa kepuasan seorang individu tersebut sesuai dengan lingkungan pekerjaannya. Enam jenis kepribadian utama telah diidentifikasi.
Seseorang realistis yang bekerja pada pekerjaan sosial/kemasyarakatan berada dalam situasi yang tidak cocok. Hal penting dari model ini adalah bahwa:
1. Terdapat perbedaan kepribadian intristik pada setiap individu.
2. Terdapat jenis pekerjaan yang berbeda.
3. Individu yang memiliki pekerjaan yang sesuai dengan jenis kepribadiannya tentu lebih puas dan kecil kemungkinannya untuk mengundurkan diri dibandingkan dengan individu yang memiliki pekerjaan yang tidak sesuai.
3. Persepsi
Persepsi adalah suatu proses di mana individu mengorganisasikan dan menginterpretasikan kesan sensori mereka untuk member arti pada lingkungan mereka. Riset tentang persepsi secara konsisten menunjukkan bahwa individu yang berbeda. Kenyataannya adalah bahwa tak seorang pun dari kita melihat realitas. Yang kita lakukan adalah menginterpretasikan apa yang kita lihat dan menyebutnya sebagai realitas.
• Factor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi
Bagaimana kita menjelaskan suatu kenyataan bahwa individu memiliki pemahaman yang berbeda pada hal yang sama? Sejumlah factor bekerja untuk membentuk persepsi dan kadangkala membiaskan persepsi. Factor-faktor tersebut dapat terletak pada orang yang mempersepsikannya, objek atau sasaran yang dipersepsikan, atau konteks di mana persepsi itu dibuat.
Ketika seorang individu melihat suatu sasaran dan berusaha menginterpretasikan apa yang ia lihat, interpretasi itu sangat dipengaruhi oleh karakteristik pribadi individu yang melihat. Karakteristik pribadi yang mempengaruhi persepsi meliputi sikap, kepribadian, motif, kepentingan, pengalaman masa lalu, dan harapan.
Karakteristik sasaran yang diobservasi dapat mempengaruhi apa yang dipersepsikan. Orang yang ceria lebih menonjol dalan suatu kelompok dari pada orang yang pendiam. Begitu pula pada individu yang secara ekstrem menarim atau tidak menarik. Karena sasaran tidak dipahami secara terisolasi, latar belakang sasaran dapat mempengaruhi persepsi , seperti kecendrungan kita untuk mengelompokkan hal-hal yang berdekatan dan hal-hal yang mirip dalam satu tempat.
• Teori Atribusi
Teori atribusi diajukan untuk mengembangkan penjelasan bahwa perbedaan panilaian kita terhadap individu tergantung pada arti atribusi yang kita berikan pada perilaku tertentu. Pada dasarnya, teori tersebut menunjukkan bahwa ketika kita mengobservasi perilaku seseorang, kita berusaha untuk menentukan apakah penilaian ini disebabkan oleh factor internal dan eksternal. Penentuan tersebut tergantung pada tiga factor, yaitu (1) kekhasan tertentu; (2) kesepakatan bersama; dan (3) konsistensi.
• Jalan Pintas dalam Menilai Orang Lain
individu tidak dapat menyerap semua yang mereka amati, jadi mereka terlibat dalam selektivitas (seleclivity). Mereka mengambil potongan-potongan. Namun, potongan-potongan ini tidak dipilih secara ramdom melainkan secara selektif dipilih tergantung pada kepentingan, latar belakang pengalaman, dan sikap dari pengamat. Persepsi selektif memungkinkan kita untuk “membaca cepat” orang lain, tetapi bukan tanpa risiko atas penarikan gambaran yang tidak akurat.
Memang mudah untuk menilai orang lain jika kita mengasumsikan mereka sama dengan kita. Kesamaan asumsi (assumed similarity), atau pengaruh “seperti saya”, mengakibatkan persepsi seorang individu terhadap orang lain lebih dipengaruhi oleh seperti apa orang yang sedang diamati.
4. Kecerdasan dan Kemampuan Kognitif
Kecerdasan secara umum merupakan suatu kapasitas individu dalam membangun cara berpikir, melakukan penalaran, dan memecahkan persoalan. Secara historis, kecardasan diyakini merupakan suatu kapasitas, yang diturunkan secara turun-temurun daru satu generasi ke generasi lain. Meskipun demikian, penelitian sejak saat itu telah menunjukkan bahwa kecerdasan (seperti kepribadian) juga merupakan suatu fungsi dipengaruhi oleh lingkungan.
Dua Jenis Kemampuan, Dengan menggunakan prosedur empiris ini, psikolog pelopor Charles Spearman mengusulkan pada tahun 1927 bahwa semua prestasi kognitif ditantukan oleh dua jenis kemampuan, yaitu:
1. Kemampuan Mental yang dibutuhkan untuk semua tugas kognitif
2. Tugas-tugas unik yang dilakukan
Tujuan Kemampuan Mental yang Penting.
Kemampuan Diskripsi
1. Kemampuan verbal Kemampuan untuk memahami arti kata-kata dan mengerti apa yang dibaca.
2. Kefasihan kata Kemampuan untuk menghasilkan kata-kata khusus yang memenuhi persyaratan simbolis atau struktur khusus (seperti semua kata yang diawali dengan huruf B dan memiliki dua Vokal.
3. Numerik Kemampuan untuk membuat perhitungan aritmetika dengan cepat dan akurat seperti penambahan ataua pengurangan.
4. Ruang Mampu untuk merasakan pola ruang dan memvisualisasikan bagaimana bentuk-bentuk geometris akan terlihat jika ditransformasikan dalam bentuk atau posisi.
5. Memori Memiliki memori yang baik untuk kata berpasangan, lambing, daftar angka, atau item lain yang terkait.
6. Kecepatan menanggapi Kemampuan untuk merasakan bentuk, mengidentifikasikan persamaan dan perbedaan, dan melaksanakan tugas yang melibatkan persepsi visual.
7. Penalaran induktif Kemampuan untuk melakukan penalaran dari hal yang khusus menuju kesimpulan umum.
5. Tipologi Gaya Kognitif Jung
6. Emosi Positif dan Negatif
Richard S Lazarus, seorang yang sangat menguasai subjek ini, mendefinisikan emosi sebagai “reaksi-reaksi organism yang rumit dan terpola mengenai bagaimana kita berpikir mengenai apa yang kita lakukan sepanjang hidup untuk bertahan hidup dan memeriahkan hidup serta untuk mencapai apa yang kita inginkan untuk diri kita sendiri. Kata organisasi sesuai karena emosi melibatkan orang secara keseluruhan (biologis, psikologis, dan sosial).
Dengan demikian pemisahannya antara emosi yang positif dan negative pun berorientasi tujuan. Beberapa emosi dipicu oleh keputusan dan kegagalan pada saat mengejar tujuan. Lazarus menyebut hal ini sebagai emosi yang negative.
7. Dibutuhkan Perhatian yang Lebih Besar
8. Mengelola Rasa Marah
Diantara semua emosi, marah adalah suatu emosi yang paling cenderung berbahaya. Rasa marah layak mendapatkan perhatian khusus. Rasa marah yang tidak terkendali dapat menjadi suatu factor kunci yang memberikan kontribusi pada apa yang oleh satu tim penelitian disebut sebagai agresi yang bermotivasi organisasi. Lebih buruk lagi, rasa marah yang tidak terkendali memiliki kontribusi pada kekerasan di tampat kerja.
AKUNTANSI BIAYA
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Di era globalisasi ini persaingan dalam bisnis sangat ketat. Persaingan tersebut tidak hanya terjadi antar perusahaan, tetapi persaingan juga datang dari pesaing-pesaing lain yang berhasil mengembangkan produk-produk baru. Persaingan dan perkembangan yang cukup pesat pada usaha tersebut menjadikan masing-masing perusahaan harus berlomba untuk memenangkan persaingan bisnis. Persaingan antar perusahaan tersebut tentunya akan lebih menguntungkan konsumen karena konsumen dapat memilih berbagai jenis produk yang ditawarkan. Kualitas produk dan layanan perusahaan akan menentukan apakah perusahaan tersebut mampu bersaing di pasar global atau tidak. Syarat sederhana yang harus dipenuhi oleh perusahaan tersebut adalah kemampuan perusahaan tersebut dalam menyediakan produk dan jasa sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat. Manajemen sebuah perusahaan dituntut kecepatan dan ketepatan dalam merespon apa yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang penyediaan produk, maka perusahaan tersebut harus berorientasi pada kualitas pelayanan yang diberikan. Pelayanan yang diberikan harus mampu menciptakan kepuasan bagi para pelanggannya. Adapun manfaat dari kepuasan pelanggan tersebut adalah meningkatkan hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan pelanggan, memberikan dasar yang baik bagi pembelian ulang, dapat mendorong terciptanya loyalitas pelanggan dan memungkinkan terciptanya rekomendasi dari mulut ke mulut yang menguntungkan bagi perusahaan, sehingga semakin banyak orang membeli dan menggunakan produk perusahaan ( Fandy Tjiptono, 2004: 24 )
2. Rumusan Masalah
Adapun masalah yang diungkapkan dalam makalah ini adalah seberapa jauh peranan manajemen akuntansi dalam penelusaran tingkat biaya dan bagaimana peranan akuntansi manajemen dalam penentuan tingkat laba dan pemberian informasi internal perusahaan.
3. Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penyusunan makalah ini antara lain :
a. Agar mahasiswa dapat mempelajari dan mendalaminya, karena setiap tugas dari kelompok mahasiswa merupakan bahan/materi dari mata kuliah Akuntansi Manajmemen ini.
b. Tugas ini merupakan nilai U2 yang dijadikan nilai tambahan dari perhitunag nilai MID dan untuk memenuhi tugas akhir tengah semester.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pembebanan Biaya: Penelusuran langsung (Direct traicing), Penelusuran pergerakan (driver tracing), dan alokasi (Alocation)
Dalam mempelajari akuntansi Manajamen, dibutuhkan pemahaman akan arti biaya dan terminology yang berkaitan dengan biaya, pembebanan biaya atas produk, jasa, pelanggan, dan obyek yang lain yang merupakan kepentingan manajemen adalah salah satu tujuan dasar system informasi akuntansi manajemen. Peningkatan keakuratan pembebanan biaya menghasilkan informasi yang lebih bermutu tinggi yang kemudian dapat digunakan untuk membuat keputusan yang lebih baik.
2. Biaya
Biaya adalah kas atau nilai akuivalen kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang dan jasa yang diharapkan memberi manfaat saat ini atau dimasa dating bagi organisasi. Dalam usaha menghasilkan manfaat saat ini dan dimasa depan, manajer harus melakukan berbagai usaha untuk meminimumkan biaya yang dibutuhkan dalam mencapai manfaat ini. Manajer juga harus memahami apa yang dimaksud dengan biaya kesempatan. Biaya kesempatan adalah manfaat yang diserahkan atau dikorbankan ketika satu alternative dipilih dari beberapa alternatif lain.
Biaya dikeluarkan untuk mendapatkan manfaat di masa depan. Biaya yang kadaluwarsa disebut biaya beban. Biaya dan harga berkaitan dalam pengertian bahwa harga harus melebihi biaya agar menghasilkan cukup banyak laba. Para manajer harus mengetahui biaya dan berbagi trend biaya.
3. Objek Biaya
System akuntansi Manajemen dibuat untuk mengukur dan membebankan biaya kepada entitas, yang disebut sebagai obyek biaya.Obyek biayadapat berupa apapun seperti produk,pelenggan,departemen,proyek,aktivitas dan sebagainya yang diukur biayanya dan dibebankan.
Dalam beberapa tahun terakhir,aktivitas muncul sebagai obyek biaya yang penting aktivitas dari orang-orang dan/atau peralatan yang melakukan kerja bagi orang lain.oleh sebab itu,aktivitas adalah unit dasar kerja yang dilakukan dalam sebuah organisasi yang berguna bagi para manajer untuk melakukan perencanaan,pengendalian dan pengambilan keputusan.aktivitas tidak hanya bertindak sebagai obyek biaya,tapi juga memiliki peran utama dalam pembebanan biaya untuk obyek biaya lainnya.
4. Keakuratan pembebanan
Keakuratan adalah suatu konsep yang relative dan harus dilakukan dengan wajar serta logis terhadap penggunaan metode pembebanan biaya.tujuannya adalah untuk mengukur dan membebankan biaya terhadap sumber daya yang dikondumsi oleh obyek biaya.intuisi dan anggapan umum diekspresikan sebagai berikut “bebersps metode pembebanan biaya ternyata lebih akurat dibandingkan lainnya”.
Pembebanan biaya yang terdistorsi dapat menghasilkan keputusan yang salah dan evaluasi yang buruk.
Ketertelusuran(traceability),hubungan antara biaya dan obyek biaya dapat digali untuk membantu peningkatan keakuratan pembebanan biaya.biaya dapat secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan obyek lain.
Biaya tidak langsung (indirect cost)adalah biaya yang tidak dapat dengan mudah dan akurat dilacak sebagai obyek biaya.biaya langsung (indirect cost) adalah biaya yang dengan mudah dan akurat ditelusuri sebagai obyek biaya.
Metode penelusuran ketertelurusan meiliki arti bahwa biaya sapat dibebankan dengna mudah dan akurat, sedangkan penelusuran adalah pembebanan actual biaya ke objek biaya, dengan menggunakan ukuran ang dapat diamati atas sumber daya yang dikonsumsi oleh objek biaya. Penelusuran biaya ke objek biaya dapat terjadi melalui salah satu dari dua cara sebagai berikut:
1). Penelusuran langsung, adalah suatu proses pengidentifikasi dan pembebanan biaya ang berkaitan secara khusus dan fisik dengan suatu objek. Penelusuran ini paling sering dilakukan melalui pengamatan secara berikut.
2). Penelusuran penggerak, adalah penggunaan penggerak untuk membebani biaya. Di dalam konteks pembebanan biaya. Penggerak adalah factor penyebab yang dapat diamati dan yang mengukur konsumsi sumber daya objek biaya.
Membebankan biaya tidak langsung. Biaya tidak langsung adalah biaya-biaya yang tidak dapat dibebankan ke objek-objek biaya. Baik dengan menggunakan penelusuran lansung atau penggerak. Hal ini berarti bahwa tidak ada hubungan sebab akibat antara biaya dan objek biaya, atau penelusuran tidak layak dilakukan secara ekonomis. Pembebanan biaya tidak langsung ke objek biaya disebut alokasi. Oleh karena tidak terdapat hubungan sebab akibat, pengalokasian biaya tidak langsung disadarkan pada kemudian atau beberapa asumsi yang berhungan.
Ikhtisar pembebanan biaya. Ada tiga metode pembebanan biaya ke objek biaya: penelusuran langsung, penelusuran penggerak dan alokasi. Apabila dibandingkan dari ketiga metode tersebut, penelusuran langsung merupakan metode yang paling akurat, metode ini bergantung pada hubungan sebab akibat yang dapat diamati secara fisik.
Ilustrasi Metode Pembebanan Biaya
5. Biaya Produk dan Jasa
Keluaran (ouput) organisasi menggambarkan salah satu dari objek biaya terpenting ada dua jenis keluaran:
1. Produk berwujuk adalah barang yand dihasilkan dengan mengubah bahan baku melalui pengguna tenaga kerja dan masukan (input) modal, seperti pabrik lahan dan mesin,
2. Jasa adalah tugas atau aktivitas yang dilakukan untuk seorang pelanggan, atau aktivitas yang dijalankan oleh sesorang pelanggan dengan menggunakan produk atau fasilitas organisasi. Jasa juga dijproduksi dengan menggunakan bahan, tenaga kerja dan masukan modal.
Jasa berbeda dengan produk berwujud dalam empat dimensi penting:
1. Ketidak berwujudan (intangibility), berarti bahwa pembeli jasa tidak dapat melihat, meraskan, mendengar, atau pencicipi suatu jasa sebelum jasa tersebut dibeli.
2. Tidak tahan lama, memiliki arti bahwa jasa tidak dapat disimpan untuk kegunaan masa depan oleh pelanggan, tetapi harus dikonsumsi pada saat diselenggarakan.
3. Tidak dapat dipisahkan, memiliki arti bahwa produsen dan pembeli jasa biasanya harus melakukan kontak lansung pada saat pertukaran.
4. Heterogenitas, berarti terdapat peluang variasi yang lebih besar pada penyelenggara jasa daripada produksi produk.
6. Biaya yang berbeda untuk tujuan yang berbeda
Biaya produk adalah pembebanan biaya yang mendukung tujuan manajerial yang spesifik. Jadi, arti dari “Biaya Produk” tergantung pada tujuan manjerial yang sedang berusaha dicapai. Definisi biaya produk mengilustrasikan prinsip manajemen prinsip manajemen biaya yang bersifat fundamenta, yaitu: “biaya yang berbeda untuk tujuan berbeda”. Rantai nilai biaya produk telah sesuai, apabila memperhitungkan semua baiaya yang diperlukan untuk menilai tingkat laba strategis. Suatu rantai nilai perusahaan adalah seperangkat aktivitas yang dibutuhkan untuk merancang, mengembangkan, memproduksi, memasakan, mendistribusikan dan melayani produk.
Aktivitas Rantai Internal
7. Biaya Produk dan Pelaporan Keuangan Eksternal
Salah satu tujuan utama system manajemen biaya adalah perhitungan biaya produk untuk pelaporan keuangan eksternal. Demi tujuan perhitungan biaya produk konversi yang berlaku secara kesternal menyatakan bahwa biaya dapat diklasifikasikan menurut tujuan khusus atau fungsi-fungsi, yang hendak mereka capai. Biaya ke dalam dua kategori fungsional utama: produksi dan nonproduksi. Biaya produksi adalah biaya yang berkaitan dengan pembuatan barang dan penyediaan jasa. Biaya nonproduksi adalah biaya yang berkaitan dengan fungsi perancangan, pengembangan, pemasaran, distribusi dan layanan pelanggan kadangkala ditempatkan dalam satu kategori umum yang disebut biaya perjualan.
Biaya perancangan, pengembangan dan administrasi umum ditempatkan dalam kategori kedua yang disebut biaya administrasi. Bagi barang berwujud, biaya produksi dan nonproduksi sering disebut sebagai biaya manufaktur dan nonmanufaktur. Biaya produksi dapat diklasifikasikan lebih lanjut sebagai bahan baku langsung, tenaga langsung dan overhed.
Bahan langsung, adalah bahan yang dapat ditelusuri ke barang atau jasa yang sedang diproduksi.
Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang dapat ditelusuri pada barang atau jasa yang sedand diproduksi.
Overhead, semua biaya produksi selain dari bahan langsung dan tenaga kerja langsung dikelompokkan kedalam sat kategori yang disebut. Ongkos overhead pada perusahaan manufaktor, overhead juga dikenal sebagai beban pabrik atau overhead manufaktor
Biaya penjualan dan administrasi. Terdapat dua kategori biaya nonproduksi yang lazim biaya penjualan dan biaya administarasi. Untuk pelaporan keuangan eksternal, biaya penjualan dan administrasi disebut sebagai biaya yang tidak dpat diinventarisasi atau biaya periode. Biaya yang tidak dapat diinventarisasi dibebankan dalam periode waktu mereka terjadi. Jadi, tidak satupun dari biaya-biaya ini yang dpat dibebankan ke produk atau muncul sebagai bagian dari niali persediaan yang dilaporkan pada neraca.
Biaya-biaya yang diperlukan untuk memasarka, mendistribusikan dan melayani produk atau jasa merupakan biaya pemasaran (penjualan). Biaya ini sering di sebut sebagai biaya mendapatkan pesaran dan memenuhi pesanan.
Seluruh biaya yang berkaitkan dengan penelitian, pengembangan dan administrasi umum pada organisasi yang tidak dapat disebabkan ke pemasaran ataupun produksi akan dikelompokkan sebagai biaya administrasi.
8. Biaya Utama dan konversi
Biaya utama adalah jumlah biaya bahan, baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya konversi adalah jumlah biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead.
Laporan Keuangan Eksternal
Laporan laba-Rugi : Perusahan manufaktur
Pemasukan yang dihitung menurut klasifikasi fungsional sering disebut sebagai perhitungan pemasokanbiaya absorpasi karna semua biaya manufaktur dibebankan ke produk.
Harga pokok produksi , Harga pokok produksi mencerminkan otal biaya barang yang diselesaikanselama periode berjalan.Biaya yang hanya dibebankanke batyan diselesaikan adalah biaya manufaktur bahan langsung , tenaga kerja langsung an overhead.
Laporan Laba – Rugi : Organisasi Manufaktur
Organisasi Manufaktur
Laporan Laba Rugi
Untuk periode yang berakhir 31 Desember 2006
Penjualan $.2800000
Dikurangi harga pokok penjualan:
Persediaan awal barang jadi $.500000
Ditambah : Harga pokok produksi 1200000
Barang yang tersedia untuk dijual $.1700000
Dikurangi = Persediaan akhir barang jadi 300000
Marjin kotor $.1400000
Dikurangi beban operasi
Beban penjualan $.600000
Beban Administrasi 300000 900000
Laba Sebelum Pajak $.500000
Laporan Harga Pokok Produksi
Untuk Periode tahun yang berakhir 31 Desember 2006
Bahan Baku Langsung
Persediaan awal $.200.000
Ditambah : pembelian 400.000
Bahan Baku yang tersedia $.650.000
Dikurangi persediaan akhir ( 50.000 )
Bahan Baku Langsung yang terpakai $.600.000
Tenaga kerja langsung 350.000
Overhead Manufaktur
Tenaga kerja tidak langsung $. 122,500
Depresiasi 177. 500
Sewa 50.000
Listrik, air dan lain-lain 37.5000
Pajak Properti 12.500
Pemeliharaan 50.000 450.000
Total tambahan biaya Manufaktor $ 1. 400.000
Ditambah: Barang dalam proses awal 200.000
Total biaya manufaktor $ 1. 600.000
Dikurangi, Barang dalam proses akhir (400.000)
Harga pokok produksi $ 4.200.000
Laporan Laba-Rugi = perusahaan jasa
Pada perusahaan jasa , Perhitungan biaya jasa yang terjual berbeda dari biaya penjualan dalam perusahaan manufaktur.Perusahaan jasa tidak memiliki perbedaan awal atau akhir barang jadi. Berbeda dari perusahaan manufaktur , persediaan jasa tidak memiliki persediaan barang jadi karna tidak mungkin menyimpan jasa.Jadi, kalau dibandingkan dengan perusahaan manufaktur , biaya penjualan jasa dapat disamakan dengan harga pokok produksi.
Laporan Laba Rugi : Organisasi Jasa
9. Jenis-jenis Sistem Akuntansi Manajemen
Sistem Akuntansi Manajemen Dapat diklasifikasikan sebagai sistem berdasarkan fungsi dan berdasarkan aktivitas. Sistem akuntansi Manajemen berdasarkan fungsi (functional based Mangement-FBM)tidak dikenal dari tahun 1900-an dan masih secara luas digunakan. Sistem akuntansi manajemen berdasarkan aktivitas (activity-based management ABM) merupakan sistem yang lebih baru.
Sistem Akuntansi FBM dan ABM
Model Manajemen berdasarkan fungsional
`
Model Manajemen Berdasarkan Aktivitas
Tinjuan biaya FBM, Dalam sistem akuntansi FBM, biaya-biaya sumber daya dibebankan ke unt-unit fungcionla dan kemudian ke produk. Dalam pembebanan biaya, digunakna penelusuran langsung dan penggerak, akan tetapi dalam sistem FBM penelusuran penggerak hanya menggunakan penggerak produksi (tingkat unit). Karena sistem FBM hanya menggunakan penggerak yang berhubungan dengan fungsi produksi untuk membebani biaya, pendekatan pembebanan biaya ini dianggap pembiayaan berdasar produksi atau fungsional.
Tinjauan biaya ABM. Dalam pembiayaan berdasarkan aktivitas, biaya dilacak untuk aktivitas dan kemudian ke produk. Sama halnya dengan biaya fungsional, kedua penulusuran langsung dan penelusuran penggerak penggerak digunakan.
Tinjauan efesiensi operasional FBM< Pendekatan berdasar fungsi menelusuri biaya ke individual yang bertanggung jawab pada biaya yang terlihat. Sistem penghargaan digunakan untuk memotivasi individual ini untuk mengelola biaya dengan meningkatkan efesiensi operasional unit organisasional mereka. Pendekatan ini menganggap bahwa memaksimalkan kinerja dari organisasi keseluruhan tercapai dengan memaksimalkan kinerja sub unit organisasional individual.
Tinjauan efesiensi operasional ABM, Tinjauan proses diperlhatikan dengan mengidentifikasikan faktor-faktor yang menyebabkan biaya suatu aktivitas (menjelaskan mengapa biaya muncul), pengukuran pekerjaan apa yang telah dilakukan (mengidentifikasi aktivitas), dan mengeavaluasi kinerja pekerjaan dan hasil yang dicapai (seberapa baik aktivitas dikerjakan).Jadi pengendalian berdasarkan aktivitas membuktikan informasi detil dari kegiatan.
10. Pilihan dari Sistem Akuntansi Manajemen
Akuntansi manajemen berdasarkan aktivitas menawarkan keuntungan yang berarti, termasuk memperbaiki keakuratan pembiayaan produk, memperbaiki pengambilan keputusan, meningktkan perencanaan strategis,dan kemampuan yang lebih baik dalam mengelola aktivitas.Bagi banyak perusahaan manfaat dari perpindahan sistem FBM ke sistem ABM melebihi biayanya. Karenanya, penggunaannya ABC dan perhatian akan akutansi manajemen berdasarkan aktivitas adalah tinggi.
Perbandingan antara sistem Manajemen Biaya Berdasarkan Fungsional dan Aktivitas
Berdasarkan Fungsional Berdasar aktivitas
1. Pengguaat berdasarkan unit
2. intensip alokasi
3. pembiayaan produk sempit dan kaku
4. fokus pada penggolaan biya
5. imformasi aktivitas sedikit
6. maksimasilisasi dari kinerja unit individual
7. Penggunaan ukuran kinerja finansial.
1. penggerat berdasarkan unit dan non unit
2. Intensif dala penelusuran
3. pembiayaan produk luas dan pleksibel
4. Fokus pada pengelolaan aktivitas
5. Imformasi aktivitas terinci
6. Maksimalisasikinerja sistem meluas
7. penggunaan baik ukuran kinerja finansial maupun non finansial
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Akuntansi manajemen adalah metode akuntansi internal yang digunakan oleh manager perusahaan dalam langkah membantu menginformasikan keputusan terkait dengan bisnis yang mereka kelolah. Akuntansi manajemen digunakan dalam internal perusahaan dan bersifat rahasia, tidak seperti akuntansi keuangan yang digunakan untuk kepentingan eksternal. Untuk kedepannya, akuntansi manajemen digunakan untuk menetapkan profit perusahaan yang dapat ditingkatkan berdasarkan data yang dihasilkan. Pengambilan keputusan yang tepat bagi perusahaan mengharuskan manajernya untuk menggunakan informasi internal yang dihasilkan oleh akuntansi manajemen untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
Saran
Saran yang ingin di sampaikan penulis dalam makalah ini adalah kita sebagai mahasiswa jurusan manajemen harus mengetahui dan memahami tentang peranan akuntansi manajemen dalam perusahaan karena itu merupakan salah satu mata kuliah wajib dalam jurusan manajemen.
Selain dari itu penulis juga mengharapkan masukan yang dapat membangun untuk kepentingan dan keperluan makalah ini kedepannya.
DAFTAR PUSTAKA
Hanse, Mowen. 2004. Management Accaounting. Jakarta: Salemba Empat.
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Di era globalisasi ini persaingan dalam bisnis sangat ketat. Persaingan tersebut tidak hanya terjadi antar perusahaan, tetapi persaingan juga datang dari pesaing-pesaing lain yang berhasil mengembangkan produk-produk baru. Persaingan dan perkembangan yang cukup pesat pada usaha tersebut menjadikan masing-masing perusahaan harus berlomba untuk memenangkan persaingan bisnis. Persaingan antar perusahaan tersebut tentunya akan lebih menguntungkan konsumen karena konsumen dapat memilih berbagai jenis produk yang ditawarkan. Kualitas produk dan layanan perusahaan akan menentukan apakah perusahaan tersebut mampu bersaing di pasar global atau tidak. Syarat sederhana yang harus dipenuhi oleh perusahaan tersebut adalah kemampuan perusahaan tersebut dalam menyediakan produk dan jasa sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat. Manajemen sebuah perusahaan dituntut kecepatan dan ketepatan dalam merespon apa yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang penyediaan produk, maka perusahaan tersebut harus berorientasi pada kualitas pelayanan yang diberikan. Pelayanan yang diberikan harus mampu menciptakan kepuasan bagi para pelanggannya. Adapun manfaat dari kepuasan pelanggan tersebut adalah meningkatkan hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan pelanggan, memberikan dasar yang baik bagi pembelian ulang, dapat mendorong terciptanya loyalitas pelanggan dan memungkinkan terciptanya rekomendasi dari mulut ke mulut yang menguntungkan bagi perusahaan, sehingga semakin banyak orang membeli dan menggunakan produk perusahaan ( Fandy Tjiptono, 2004: 24 )
2. Rumusan Masalah
Adapun masalah yang diungkapkan dalam makalah ini adalah seberapa jauh peranan manajemen akuntansi dalam penelusaran tingkat biaya dan bagaimana peranan akuntansi manajemen dalam penentuan tingkat laba dan pemberian informasi internal perusahaan.
3. Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penyusunan makalah ini antara lain :
a. Agar mahasiswa dapat mempelajari dan mendalaminya, karena setiap tugas dari kelompok mahasiswa merupakan bahan/materi dari mata kuliah Akuntansi Manajmemen ini.
b. Tugas ini merupakan nilai U2 yang dijadikan nilai tambahan dari perhitunag nilai MID dan untuk memenuhi tugas akhir tengah semester.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pembebanan Biaya: Penelusuran langsung (Direct traicing), Penelusuran pergerakan (driver tracing), dan alokasi (Alocation)
Dalam mempelajari akuntansi Manajamen, dibutuhkan pemahaman akan arti biaya dan terminology yang berkaitan dengan biaya, pembebanan biaya atas produk, jasa, pelanggan, dan obyek yang lain yang merupakan kepentingan manajemen adalah salah satu tujuan dasar system informasi akuntansi manajemen. Peningkatan keakuratan pembebanan biaya menghasilkan informasi yang lebih bermutu tinggi yang kemudian dapat digunakan untuk membuat keputusan yang lebih baik.
2. Biaya
Biaya adalah kas atau nilai akuivalen kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang dan jasa yang diharapkan memberi manfaat saat ini atau dimasa dating bagi organisasi. Dalam usaha menghasilkan manfaat saat ini dan dimasa depan, manajer harus melakukan berbagai usaha untuk meminimumkan biaya yang dibutuhkan dalam mencapai manfaat ini. Manajer juga harus memahami apa yang dimaksud dengan biaya kesempatan. Biaya kesempatan adalah manfaat yang diserahkan atau dikorbankan ketika satu alternative dipilih dari beberapa alternatif lain.
Biaya dikeluarkan untuk mendapatkan manfaat di masa depan. Biaya yang kadaluwarsa disebut biaya beban. Biaya dan harga berkaitan dalam pengertian bahwa harga harus melebihi biaya agar menghasilkan cukup banyak laba. Para manajer harus mengetahui biaya dan berbagi trend biaya.
3. Objek Biaya
System akuntansi Manajemen dibuat untuk mengukur dan membebankan biaya kepada entitas, yang disebut sebagai obyek biaya.Obyek biayadapat berupa apapun seperti produk,pelenggan,departemen,proyek,aktivitas dan sebagainya yang diukur biayanya dan dibebankan.
Dalam beberapa tahun terakhir,aktivitas muncul sebagai obyek biaya yang penting aktivitas dari orang-orang dan/atau peralatan yang melakukan kerja bagi orang lain.oleh sebab itu,aktivitas adalah unit dasar kerja yang dilakukan dalam sebuah organisasi yang berguna bagi para manajer untuk melakukan perencanaan,pengendalian dan pengambilan keputusan.aktivitas tidak hanya bertindak sebagai obyek biaya,tapi juga memiliki peran utama dalam pembebanan biaya untuk obyek biaya lainnya.
4. Keakuratan pembebanan
Keakuratan adalah suatu konsep yang relative dan harus dilakukan dengan wajar serta logis terhadap penggunaan metode pembebanan biaya.tujuannya adalah untuk mengukur dan membebankan biaya terhadap sumber daya yang dikondumsi oleh obyek biaya.intuisi dan anggapan umum diekspresikan sebagai berikut “bebersps metode pembebanan biaya ternyata lebih akurat dibandingkan lainnya”.
Pembebanan biaya yang terdistorsi dapat menghasilkan keputusan yang salah dan evaluasi yang buruk.
Ketertelusuran(traceability),hubungan antara biaya dan obyek biaya dapat digali untuk membantu peningkatan keakuratan pembebanan biaya.biaya dapat secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan obyek lain.
Biaya tidak langsung (indirect cost)adalah biaya yang tidak dapat dengan mudah dan akurat dilacak sebagai obyek biaya.biaya langsung (indirect cost) adalah biaya yang dengan mudah dan akurat ditelusuri sebagai obyek biaya.
Metode penelusuran ketertelurusan meiliki arti bahwa biaya sapat dibebankan dengna mudah dan akurat, sedangkan penelusuran adalah pembebanan actual biaya ke objek biaya, dengan menggunakan ukuran ang dapat diamati atas sumber daya yang dikonsumsi oleh objek biaya. Penelusuran biaya ke objek biaya dapat terjadi melalui salah satu dari dua cara sebagai berikut:
1). Penelusuran langsung, adalah suatu proses pengidentifikasi dan pembebanan biaya ang berkaitan secara khusus dan fisik dengan suatu objek. Penelusuran ini paling sering dilakukan melalui pengamatan secara berikut.
2). Penelusuran penggerak, adalah penggunaan penggerak untuk membebani biaya. Di dalam konteks pembebanan biaya. Penggerak adalah factor penyebab yang dapat diamati dan yang mengukur konsumsi sumber daya objek biaya.
Membebankan biaya tidak langsung. Biaya tidak langsung adalah biaya-biaya yang tidak dapat dibebankan ke objek-objek biaya. Baik dengan menggunakan penelusuran lansung atau penggerak. Hal ini berarti bahwa tidak ada hubungan sebab akibat antara biaya dan objek biaya, atau penelusuran tidak layak dilakukan secara ekonomis. Pembebanan biaya tidak langsung ke objek biaya disebut alokasi. Oleh karena tidak terdapat hubungan sebab akibat, pengalokasian biaya tidak langsung disadarkan pada kemudian atau beberapa asumsi yang berhungan.
Ikhtisar pembebanan biaya. Ada tiga metode pembebanan biaya ke objek biaya: penelusuran langsung, penelusuran penggerak dan alokasi. Apabila dibandingkan dari ketiga metode tersebut, penelusuran langsung merupakan metode yang paling akurat, metode ini bergantung pada hubungan sebab akibat yang dapat diamati secara fisik.
Ilustrasi Metode Pembebanan Biaya
5. Biaya Produk dan Jasa
Keluaran (ouput) organisasi menggambarkan salah satu dari objek biaya terpenting ada dua jenis keluaran:
1. Produk berwujuk adalah barang yand dihasilkan dengan mengubah bahan baku melalui pengguna tenaga kerja dan masukan (input) modal, seperti pabrik lahan dan mesin,
2. Jasa adalah tugas atau aktivitas yang dilakukan untuk seorang pelanggan, atau aktivitas yang dijalankan oleh sesorang pelanggan dengan menggunakan produk atau fasilitas organisasi. Jasa juga dijproduksi dengan menggunakan bahan, tenaga kerja dan masukan modal.
Jasa berbeda dengan produk berwujud dalam empat dimensi penting:
1. Ketidak berwujudan (intangibility), berarti bahwa pembeli jasa tidak dapat melihat, meraskan, mendengar, atau pencicipi suatu jasa sebelum jasa tersebut dibeli.
2. Tidak tahan lama, memiliki arti bahwa jasa tidak dapat disimpan untuk kegunaan masa depan oleh pelanggan, tetapi harus dikonsumsi pada saat diselenggarakan.
3. Tidak dapat dipisahkan, memiliki arti bahwa produsen dan pembeli jasa biasanya harus melakukan kontak lansung pada saat pertukaran.
4. Heterogenitas, berarti terdapat peluang variasi yang lebih besar pada penyelenggara jasa daripada produksi produk.
6. Biaya yang berbeda untuk tujuan yang berbeda
Biaya produk adalah pembebanan biaya yang mendukung tujuan manajerial yang spesifik. Jadi, arti dari “Biaya Produk” tergantung pada tujuan manjerial yang sedang berusaha dicapai. Definisi biaya produk mengilustrasikan prinsip manajemen prinsip manajemen biaya yang bersifat fundamenta, yaitu: “biaya yang berbeda untuk tujuan berbeda”. Rantai nilai biaya produk telah sesuai, apabila memperhitungkan semua baiaya yang diperlukan untuk menilai tingkat laba strategis. Suatu rantai nilai perusahaan adalah seperangkat aktivitas yang dibutuhkan untuk merancang, mengembangkan, memproduksi, memasakan, mendistribusikan dan melayani produk.
Aktivitas Rantai Internal
7. Biaya Produk dan Pelaporan Keuangan Eksternal
Salah satu tujuan utama system manajemen biaya adalah perhitungan biaya produk untuk pelaporan keuangan eksternal. Demi tujuan perhitungan biaya produk konversi yang berlaku secara kesternal menyatakan bahwa biaya dapat diklasifikasikan menurut tujuan khusus atau fungsi-fungsi, yang hendak mereka capai. Biaya ke dalam dua kategori fungsional utama: produksi dan nonproduksi. Biaya produksi adalah biaya yang berkaitan dengan pembuatan barang dan penyediaan jasa. Biaya nonproduksi adalah biaya yang berkaitan dengan fungsi perancangan, pengembangan, pemasaran, distribusi dan layanan pelanggan kadangkala ditempatkan dalam satu kategori umum yang disebut biaya perjualan.
Biaya perancangan, pengembangan dan administrasi umum ditempatkan dalam kategori kedua yang disebut biaya administrasi. Bagi barang berwujud, biaya produksi dan nonproduksi sering disebut sebagai biaya manufaktur dan nonmanufaktur. Biaya produksi dapat diklasifikasikan lebih lanjut sebagai bahan baku langsung, tenaga langsung dan overhed.
Bahan langsung, adalah bahan yang dapat ditelusuri ke barang atau jasa yang sedang diproduksi.
Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang dapat ditelusuri pada barang atau jasa yang sedand diproduksi.
Overhead, semua biaya produksi selain dari bahan langsung dan tenaga kerja langsung dikelompokkan kedalam sat kategori yang disebut. Ongkos overhead pada perusahaan manufaktor, overhead juga dikenal sebagai beban pabrik atau overhead manufaktor
Biaya penjualan dan administrasi. Terdapat dua kategori biaya nonproduksi yang lazim biaya penjualan dan biaya administarasi. Untuk pelaporan keuangan eksternal, biaya penjualan dan administrasi disebut sebagai biaya yang tidak dpat diinventarisasi atau biaya periode. Biaya yang tidak dapat diinventarisasi dibebankan dalam periode waktu mereka terjadi. Jadi, tidak satupun dari biaya-biaya ini yang dpat dibebankan ke produk atau muncul sebagai bagian dari niali persediaan yang dilaporkan pada neraca.
Biaya-biaya yang diperlukan untuk memasarka, mendistribusikan dan melayani produk atau jasa merupakan biaya pemasaran (penjualan). Biaya ini sering di sebut sebagai biaya mendapatkan pesaran dan memenuhi pesanan.
Seluruh biaya yang berkaitkan dengan penelitian, pengembangan dan administrasi umum pada organisasi yang tidak dapat disebabkan ke pemasaran ataupun produksi akan dikelompokkan sebagai biaya administrasi.
8. Biaya Utama dan konversi
Biaya utama adalah jumlah biaya bahan, baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya konversi adalah jumlah biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead.
Laporan Keuangan Eksternal
Laporan laba-Rugi : Perusahan manufaktur
Pemasukan yang dihitung menurut klasifikasi fungsional sering disebut sebagai perhitungan pemasokanbiaya absorpasi karna semua biaya manufaktur dibebankan ke produk.
Harga pokok produksi , Harga pokok produksi mencerminkan otal biaya barang yang diselesaikanselama periode berjalan.Biaya yang hanya dibebankanke batyan diselesaikan adalah biaya manufaktur bahan langsung , tenaga kerja langsung an overhead.
Laporan Laba – Rugi : Organisasi Manufaktur
Organisasi Manufaktur
Laporan Laba Rugi
Untuk periode yang berakhir 31 Desember 2006
Penjualan $.2800000
Dikurangi harga pokok penjualan:
Persediaan awal barang jadi $.500000
Ditambah : Harga pokok produksi 1200000
Barang yang tersedia untuk dijual $.1700000
Dikurangi = Persediaan akhir barang jadi 300000
Marjin kotor $.1400000
Dikurangi beban operasi
Beban penjualan $.600000
Beban Administrasi 300000 900000
Laba Sebelum Pajak $.500000
Laporan Harga Pokok Produksi
Untuk Periode tahun yang berakhir 31 Desember 2006
Bahan Baku Langsung
Persediaan awal $.200.000
Ditambah : pembelian 400.000
Bahan Baku yang tersedia $.650.000
Dikurangi persediaan akhir ( 50.000 )
Bahan Baku Langsung yang terpakai $.600.000
Tenaga kerja langsung 350.000
Overhead Manufaktur
Tenaga kerja tidak langsung $. 122,500
Depresiasi 177. 500
Sewa 50.000
Listrik, air dan lain-lain 37.5000
Pajak Properti 12.500
Pemeliharaan 50.000 450.000
Total tambahan biaya Manufaktor $ 1. 400.000
Ditambah: Barang dalam proses awal 200.000
Total biaya manufaktor $ 1. 600.000
Dikurangi, Barang dalam proses akhir (400.000)
Harga pokok produksi $ 4.200.000
Laporan Laba-Rugi = perusahaan jasa
Pada perusahaan jasa , Perhitungan biaya jasa yang terjual berbeda dari biaya penjualan dalam perusahaan manufaktur.Perusahaan jasa tidak memiliki perbedaan awal atau akhir barang jadi. Berbeda dari perusahaan manufaktur , persediaan jasa tidak memiliki persediaan barang jadi karna tidak mungkin menyimpan jasa.Jadi, kalau dibandingkan dengan perusahaan manufaktur , biaya penjualan jasa dapat disamakan dengan harga pokok produksi.
Laporan Laba Rugi : Organisasi Jasa
9. Jenis-jenis Sistem Akuntansi Manajemen
Sistem Akuntansi Manajemen Dapat diklasifikasikan sebagai sistem berdasarkan fungsi dan berdasarkan aktivitas. Sistem akuntansi Manajemen berdasarkan fungsi (functional based Mangement-FBM)tidak dikenal dari tahun 1900-an dan masih secara luas digunakan. Sistem akuntansi manajemen berdasarkan aktivitas (activity-based management ABM) merupakan sistem yang lebih baru.
Sistem Akuntansi FBM dan ABM
Model Manajemen berdasarkan fungsional
`
Model Manajemen Berdasarkan Aktivitas
Tinjuan biaya FBM, Dalam sistem akuntansi FBM, biaya-biaya sumber daya dibebankan ke unt-unit fungcionla dan kemudian ke produk. Dalam pembebanan biaya, digunakna penelusuran langsung dan penggerak, akan tetapi dalam sistem FBM penelusuran penggerak hanya menggunakan penggerak produksi (tingkat unit). Karena sistem FBM hanya menggunakan penggerak yang berhubungan dengan fungsi produksi untuk membebani biaya, pendekatan pembebanan biaya ini dianggap pembiayaan berdasar produksi atau fungsional.
Tinjauan biaya ABM. Dalam pembiayaan berdasarkan aktivitas, biaya dilacak untuk aktivitas dan kemudian ke produk. Sama halnya dengan biaya fungsional, kedua penulusuran langsung dan penelusuran penggerak penggerak digunakan.
Tinjauan efesiensi operasional FBM< Pendekatan berdasar fungsi menelusuri biaya ke individual yang bertanggung jawab pada biaya yang terlihat. Sistem penghargaan digunakan untuk memotivasi individual ini untuk mengelola biaya dengan meningkatkan efesiensi operasional unit organisasional mereka. Pendekatan ini menganggap bahwa memaksimalkan kinerja dari organisasi keseluruhan tercapai dengan memaksimalkan kinerja sub unit organisasional individual.
Tinjauan efesiensi operasional ABM, Tinjauan proses diperlhatikan dengan mengidentifikasikan faktor-faktor yang menyebabkan biaya suatu aktivitas (menjelaskan mengapa biaya muncul), pengukuran pekerjaan apa yang telah dilakukan (mengidentifikasi aktivitas), dan mengeavaluasi kinerja pekerjaan dan hasil yang dicapai (seberapa baik aktivitas dikerjakan).Jadi pengendalian berdasarkan aktivitas membuktikan informasi detil dari kegiatan.
10. Pilihan dari Sistem Akuntansi Manajemen
Akuntansi manajemen berdasarkan aktivitas menawarkan keuntungan yang berarti, termasuk memperbaiki keakuratan pembiayaan produk, memperbaiki pengambilan keputusan, meningktkan perencanaan strategis,dan kemampuan yang lebih baik dalam mengelola aktivitas.Bagi banyak perusahaan manfaat dari perpindahan sistem FBM ke sistem ABM melebihi biayanya. Karenanya, penggunaannya ABC dan perhatian akan akutansi manajemen berdasarkan aktivitas adalah tinggi.
Perbandingan antara sistem Manajemen Biaya Berdasarkan Fungsional dan Aktivitas
Berdasarkan Fungsional Berdasar aktivitas
1. Pengguaat berdasarkan unit
2. intensip alokasi
3. pembiayaan produk sempit dan kaku
4. fokus pada penggolaan biya
5. imformasi aktivitas sedikit
6. maksimasilisasi dari kinerja unit individual
7. Penggunaan ukuran kinerja finansial.
1. penggerat berdasarkan unit dan non unit
2. Intensif dala penelusuran
3. pembiayaan produk luas dan pleksibel
4. Fokus pada pengelolaan aktivitas
5. Imformasi aktivitas terinci
6. Maksimalisasikinerja sistem meluas
7. penggunaan baik ukuran kinerja finansial maupun non finansial
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Akuntansi manajemen adalah metode akuntansi internal yang digunakan oleh manager perusahaan dalam langkah membantu menginformasikan keputusan terkait dengan bisnis yang mereka kelolah. Akuntansi manajemen digunakan dalam internal perusahaan dan bersifat rahasia, tidak seperti akuntansi keuangan yang digunakan untuk kepentingan eksternal. Untuk kedepannya, akuntansi manajemen digunakan untuk menetapkan profit perusahaan yang dapat ditingkatkan berdasarkan data yang dihasilkan. Pengambilan keputusan yang tepat bagi perusahaan mengharuskan manajernya untuk menggunakan informasi internal yang dihasilkan oleh akuntansi manajemen untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
Saran
Saran yang ingin di sampaikan penulis dalam makalah ini adalah kita sebagai mahasiswa jurusan manajemen harus mengetahui dan memahami tentang peranan akuntansi manajemen dalam perusahaan karena itu merupakan salah satu mata kuliah wajib dalam jurusan manajemen.
Selain dari itu penulis juga mengharapkan masukan yang dapat membangun untuk kepentingan dan keperluan makalah ini kedepannya.
DAFTAR PUSTAKA
Hanse, Mowen. 2004. Management Accaounting. Jakarta: Salemba Empat.
PASAR UANG INDONESIA
Sekuritas pasar uang terdiri dari sekuritas jangka pendek. Di Indonesia transaksi sekuritas pasar uang dilakukan over the counter dimana broker mempertemukan antara penjual dan pembeli sekuritas. Di beberapa negara seperti AS instrumen pasar uang sudah dijual di dalam bursa dimana penentuan nilai pasarnya ditentukan oleh peringkat yang dikeluarkan lembaga-lembaga seperti: Moody’s dan Standard and Poor’s.
Instumen pasar uang adalah sebagai berikut:
a. Bank Acceptance/ Wesel Tagih
Bank Accetance adalah surat berharga yang timbul karena suatu pihak memiliki tagihan kepada pihak lain. Oleh karena pihak yang memiliki uang tersebut memerlukan dana dalam waktu singkat maka tagihan tersebut dapat dijual dengan mendapatkan jaminan pembayaran dari bank. Biasanya terdapat pada transaksi ekspor/impor yang dilakukan dengan sarana letter of credit (L/C). Pihak penjual (eksportir) di luar negeri atau atas bank pembeli di luar negeri atau atas bank pembeli di luar negeri (opening bank) menurut syarat L/C; pada draft tercantum jumlah uang dan tanggal pembayaran. Bank penarik draft sebagai bank penerima fasilitas sedangkan bank yang mengaksep draft (accepting bank) sebagai bank pemberi fasilitas bank pemberi fasilitas Bank Acceptance. Jangka waktu Bank acceptance berkirsar antara 1 sampai 6 bulan. Bunga sekuritas didapatkan dengan sistem diskonto dimana bunganya dibayarkan dimuka berupa diskon terhadap nilai nominalnya .
b. Sertifikat Deposito (CD)
Sertifikat deposito adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh Bank. Sebagaimana Bank Acceptance, bunga sekuritas didapatkan dengan menggunakan diskonto. CD bias diperdagangkan sebelum jatuh tempo untuk mendapatkan nilai tunainya.
c. Commercial Paper (CP)
Commercial Paper adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh perusahaan swasta/BUMN. CP adalah surat janji untuk membayar kembali jumlah hutang yang diterima pada suatu tanggal tertentu. Bunga CP juga didapatkan dengan menggunakan diskonto Berbeda dengan Bank Acceptance atauipun Sertifikat Deposito, pelunasan CP tidak dijamin oleh bank maupun suatu hak kebendaan (Unsecured Promisory Notes).
d. Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
Sertifikat Bank Indonesia adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. SBI diterbitkan oleh BI lebih ditujukan sebagai alat kebijakan moneter dimana tingkat suku bunganya ditentukan berdasarkan lelang yang dilakukan di Bank Indonesia. Jangka waktu SBI adalah 1,3,6 bulan dan 1 tahun.
e. Treasury Bills
Saat ini pemerintah Indonesia belum mengeluarkan Tresasury Bills, namun direncanakan dalam jangka waktu yang dekat pemerintah akan mengeluarkan Treasury Bills. Pemerintah AS mengeluarkan Treasury Bills dalam janka waktu 91 atau 182 hari(ditawarkan mingguan) atau 52 hari (ditawarkan bulanan). Investor membeli T-bills dengan diskon dan jika instrumen itu dipegang sampai jatuh tempo, hasilnya (yield) sama dengan perbedaan antara harga diskon dengan harga nominal.
f. Repurchase Agreement dan Reverse Repo
Repo adalah suatu perjanjian antara penjual & pembeli atas efek-efek dimana penjual berjanji untuk membeli kembali efek-efek yang dimaksud pada harga yang disepakati bersama dan pada jangka waktu yang telah ditentukan.
Reverse repo adalah merupakan kebalikan daripada Repurchase Agreement yaitu membeli kembali efek-efek dan investor berjanji untuk membeli efek-efek dan investor berjanji untuk membeli efek-efek yang dimaksud pada harga yang telah disepakati pada jangka waktu yang telah ditentukan.
Sasaran dari transaksi repo adalah instansi yang memiliki excess dana antara lain: Bank Pemerintah & Bank Swasta, Lembaga keuangan Bukan Bank (Asuransi dan Dana Pensiun) serta perusahaan lain yang memiliki dana berlebih.
Instumen pasar uang adalah sebagai berikut:
a. Bank Acceptance/ Wesel Tagih
Bank Accetance adalah surat berharga yang timbul karena suatu pihak memiliki tagihan kepada pihak lain. Oleh karena pihak yang memiliki uang tersebut memerlukan dana dalam waktu singkat maka tagihan tersebut dapat dijual dengan mendapatkan jaminan pembayaran dari bank. Biasanya terdapat pada transaksi ekspor/impor yang dilakukan dengan sarana letter of credit (L/C). Pihak penjual (eksportir) di luar negeri atau atas bank pembeli di luar negeri atau atas bank pembeli di luar negeri (opening bank) menurut syarat L/C; pada draft tercantum jumlah uang dan tanggal pembayaran. Bank penarik draft sebagai bank penerima fasilitas sedangkan bank yang mengaksep draft (accepting bank) sebagai bank pemberi fasilitas bank pemberi fasilitas Bank Acceptance. Jangka waktu Bank acceptance berkirsar antara 1 sampai 6 bulan. Bunga sekuritas didapatkan dengan sistem diskonto dimana bunganya dibayarkan dimuka berupa diskon terhadap nilai nominalnya .
b. Sertifikat Deposito (CD)
Sertifikat deposito adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh Bank. Sebagaimana Bank Acceptance, bunga sekuritas didapatkan dengan menggunakan diskonto. CD bias diperdagangkan sebelum jatuh tempo untuk mendapatkan nilai tunainya.
c. Commercial Paper (CP)
Commercial Paper adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh perusahaan swasta/BUMN. CP adalah surat janji untuk membayar kembali jumlah hutang yang diterima pada suatu tanggal tertentu. Bunga CP juga didapatkan dengan menggunakan diskonto Berbeda dengan Bank Acceptance atauipun Sertifikat Deposito, pelunasan CP tidak dijamin oleh bank maupun suatu hak kebendaan (Unsecured Promisory Notes).
d. Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
Sertifikat Bank Indonesia adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. SBI diterbitkan oleh BI lebih ditujukan sebagai alat kebijakan moneter dimana tingkat suku bunganya ditentukan berdasarkan lelang yang dilakukan di Bank Indonesia. Jangka waktu SBI adalah 1,3,6 bulan dan 1 tahun.
e. Treasury Bills
Saat ini pemerintah Indonesia belum mengeluarkan Tresasury Bills, namun direncanakan dalam jangka waktu yang dekat pemerintah akan mengeluarkan Treasury Bills. Pemerintah AS mengeluarkan Treasury Bills dalam janka waktu 91 atau 182 hari(ditawarkan mingguan) atau 52 hari (ditawarkan bulanan). Investor membeli T-bills dengan diskon dan jika instrumen itu dipegang sampai jatuh tempo, hasilnya (yield) sama dengan perbedaan antara harga diskon dengan harga nominal.
f. Repurchase Agreement dan Reverse Repo
Repo adalah suatu perjanjian antara penjual & pembeli atas efek-efek dimana penjual berjanji untuk membeli kembali efek-efek yang dimaksud pada harga yang disepakati bersama dan pada jangka waktu yang telah ditentukan.
Reverse repo adalah merupakan kebalikan daripada Repurchase Agreement yaitu membeli kembali efek-efek dan investor berjanji untuk membeli efek-efek dan investor berjanji untuk membeli efek-efek yang dimaksud pada harga yang telah disepakati pada jangka waktu yang telah ditentukan.
Sasaran dari transaksi repo adalah instansi yang memiliki excess dana antara lain: Bank Pemerintah & Bank Swasta, Lembaga keuangan Bukan Bank (Asuransi dan Dana Pensiun) serta perusahaan lain yang memiliki dana berlebih.
PASAR MODAL (CAPITAL MARKET)
PASAR MODAL (CAPITAL MARKET)
1. Pengertian
Kebutuhan dunia usaha terhadap permodalan, setiap saat cenderung menunjukkan jumlah yang semakin bertambah. Terjadinya pertambahan permintaan permodalan ini ditunjukkan dengan semakin meningkat kebutuhan untuk aktivitas produksi. Oleh karena itu untuk memudahkan masyarakat dan para produsen untuk mendapatkan permodalan maka pemerintah bersama-sama lembaga-lembaga ekonomi menyelenggarakan kegiatan pasar modal.
Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik surat utang (obligasi), ekuiti (saham), reksa dana, instrumen derivatif maupun instrumen lainnya. Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain (misalnya pemerintah), dan sebagai sarana bagi kegiatan berinvestasi. Dengan demikian, pasar modal memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana kegiatan jual beli dan kegiatan terkait lainnya.
2. Perbedaan dengan Pasar Uang
Perbedaan antara pasar modal dengan pasar uang adalah jangka waktunya. Dalam pasar uang, diperdagangkan surat berharga berjangka waktu pendek, sedangkan dalam pasar modal, diperdagangkan surat berharga berjangka waktu panjang.
3. Fungsi Pasar Modal
Pasar modal memiliki peran penting dalam perekonomian suatu Negara karena pasar modal mempunyai 2 fungsi, yaitu :
a. Fungsi ekonomi.
Pasar modal menyediakan fasilitas atau wahana yang mempertemukan dua kepentingan yaitu pihak investor dan pihak yang memerlukan dana.
b. Fungsi keuangan.
Pasar modal memberikan kemungkinan dan kesempatan memperoleh imbalan (return) bagi pemilik dana, sesuai dengan karakteristik investasi yang dipilih.
Jadi diharapkan dengan adanya pasar modal aktivitas perekonomian menjadi meningkat karena pasar modal merupakan alternative pendanaan bagi perusahaan-perusahaan untuk dapat meningkatkan pendapatan perusahaan yang pada akhirnya memberikan kemakmuran bagi masyarakat yang lebih luas.
Sedangkan fungsi pasar modal di Indonesia meliputi:
1. sebagai sarana badan usaha untuk mendapatkan tambahan modal;
2. sebagai sarana pemerataan pendapatan;
3. memperbesar produksi dengan modal yang didapat sehingga produktivitas meningkat;
4. menampung tenaga kerja; dan
5. memperbesar pemasukan pajak bagi pemerintah.
4. Manfaat Pasar Modal
Secara umum, manfaat dari keberadaan pasar modal adalah :
a.Menyediakan sumber pembiayaan (jangka panjang) bagi dunia usaha sekaligus memungkinkan alokasi dana secara optimal.
b.Memberikan wahana investasi yang beragam bagi investor sehingga memungkinkan untuk melakukan diversifikasi.
c. Menyediakan leading indicator bagi perkembangan perekonomian suatu Negara. Maksudnya jika pasar modal berkembang maka diharapkan perekonomian juga akan berkembang.
d. Penyebaran kepemilikan perusahaan sampai pada lapisan masyarakat menengah
e. Penyebaran kepemilikan, keterbukaan dan profesionalisme menciptakan iklim berusaha yang sehat serta mendorong pemanfaatan manajemen profesional.
5. Tujuan Dibentuknya Pasar Modal
Pada tahun 1977, pemerintah mengaktifkan kembali beroperasinya pasar modal dengan tujuan untuk lebih memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Pengaktifan kembali tersebut dilandaskan oleh adanya kebutuhan dana pembangunan yang semakin meningkat.
Melalui pasar modal, dunia usaha akan dapat memperoleh sebagian atau seluruh pembiayaan jangka panjang yang diperlukan. Selain itu, pengaktifan ini juga dimaksudkan untuk meratakan hasil-hasil pembangunan melalui kepemilikan saham-saham perusahaan serta penyediaan lapangan kerja dan pemerataan kesempatan usaha.
6. Peran Strategis Pasar Modal
Pasar modal memiliki peranan penting dalam kegiatan ekonomi. Di banyak negara, terutama di negara-negara yang menganut sistem ekonomi pasar, pasar modal telah menjadi salah satu sumber kemajuan ekonomi, sebab pasar modal dapat menjadi sumber dana alternatif bagi perusahaan-perusahaan. Perusahaan-perusahaan ini merupakan salah satu agen produksi yang secara nasional akan membentuk Gross Domestic Product (GDP). Perkembangan pasar modal akan menunjang kegiatan peningkatan GDP. Dengan kata lain, berkembangnya pasar modal akan mendorong pula kemjuan ekonomi suatu negara.
VISI & MISI
VISI
Menjadi Bursa Yang Kompetitif dengan Kredibilitas Tingkat Dunia
MISI
• Pillar of Indonesian Economy
• Market Oriented
• Company Transformation
• Institutional Building
• Delivery Best Quality Products & Services
OBJECTIVES
• Liquidity
• Market Integrity
CORE VALUES
1. Integrity
2. Quality Orientation
3. Accountability
4. Institutional Building
5. Responsive
CORE COMPETENCIES
1. Integrity
2. Customer Service
3. Time Management
4. Commitment
5. Continuous Improvement
6. Accountability
7. Teamwork
8. Learning Orientation
9. Leadership
10. Organizational Awareness
11. Responsiveness
SEJARAH
Secara historis, pasar modal telah hadir jauh sebelum Indonesia merdeka. Pasar modal atau bursa efek telah hadir sejak jaman kolonial Belanda dan tepatnya pada tahun 1912 di Batavia. Pasar modal ketika itu didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk kepentingan pemerintah kolonial atau VOC.
Meskipun pasar modal telah ada sejak tahun 1912, perkembangan dan pertumbuhan pasar modal tidak berjalan seperti yang diharapkan, bahkan pada beberapa periode kegiatan pasar modal mengalami kevakuman. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti perang dunia ke I dan II, perpindahan kekuasaan dari pemerintah kolonial kepada pemerintah Republik Indonesia, dan berbagai kondisi yang menyebabkan operasi bursa efek tidak dapat berjalan sebagimana mestinya.
Pemerintah Republik Indonesia mengaktifkan kembali pasar modal pada tahun 1977, dan beberapa tahun kemudian pasar modal mengalami pertumbuhan seiring dengan berbagai insentif dan regulasi yang dikeluarkan pemerintah.
Secara singkat, tonggak perkembangan pasar modal di Indonesia dapat dilihat sebagai berikut:
• 14 Desember 1912 : Bursa Efek pertama di Indonesia dibentuk di Batavia oleh Pemerintah Hindia Belanda.
• 1914 – 1918 : Bursa Efek di Batavia ditutup selama Perang Dunia I
• 1925 – 1942 : Bursa Efek di Jakarta dibuka kembali bersama dengan Bursa Efek di Semarang dan Surabaya
• Awal tahun 1939 : Karena isu politik (Perang Dunia II) Bursa Efek di Semarang dan Surabaya ditutup.
• 1942 – 1952 : Bursa Efek di Jakarta ditutup kembali selama Perang Dunia II
• 1952 : Bursa Efek di Jakarta diaktifkan kembali dengan UU Darurat Pasar Modal 1952, yang dikeluarkan oleh Menteri kehakiman (Lukman Wiradinata) dan Menteri keuangan (Prof.DR. Sumitro Djojohadikusumo). Instrumen yang diperdagangkan: Obligasi Pemerintah RI (1950)
• 1956 : Program nasionalisasi perusahaan Belanda. Bursa Efek semakin tidak aktif.
• 1956 – 1977 : Perdagangan di Bursa Efek vakum.
• 10 Agustus 1977 : Bursa Efek diresmikan kembali oleh Presiden Soeharto. BEJ dijalankan dibawah BAPEPAM (Badan Pelaksana Pasar Modal). Tanggal 10 Agustus diperingati sebagai HUT Pasar Modal. Pengaktifan kembali pasar modal ini juga ditandai dengan go public PT Semen Cibinong sebagai emiten pertama.
• 1977 – 1987 : Perdagangan di Bursa Efek sangat lesu. Jumlah emiten hingga 1987 baru mencapai 24. Masyarakat lebih memilih instrumen perbankan dibandingkan instrumen Pasar Modal.
• 1987 : Ditandai dengan hadirnya Paket Desember 1987 (PAKDES 87) yang memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk melakukan Penawaran Umum dan investor asing menanamkan modal di Indonesia.
• 1988 – 1990 : Paket deregulasi dibidang Perbankan dan Pasar Modal diluncurkan. Pintu BEJ terbuka untuk asing. Aktivitas bursa terlihat meningkat.
• 2 Juni 1988 : Bursa Paralel Indonesia (BPI) mulai beroperasi dan dikelola oleh Persatuan Perdagangan Uang dan Efek (PPUE), sedangkan organisasinya terdiri dari broker dan dealer.
• Desember 1988 : Pemerintah mengeluarkan Paket Desember 88 (PAKDES 88) yang memberikan kemudahan perusahaan untuk go public dan beberapa kebijakan lain yang positif bagi pertumbuhan pasar modal.
• 16 Juni 1989 : Bursa Efek Surabaya (BES) mulai beroperasi dan dikelola oleh Perseroan Terbatas milik swasta yaitu PT Bursa Efek Surabaya.
• 13 Juli 1992 : Swastanisasi BEJ. BAPEPAM berubah menjadi Badan Pengawas Pasar Modal. Tanggal ini diperingati sebagai HUT BEJ.
• 22 Mei 1995 : Sistem Otomasi perdagangan di BEJ dilaksanakan dengan sistem computer JATS (Jakarta Automated Trading Systems).
• 10 November 1995 : Pemerintah mengeluarkan Undang –Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Undang-Undang ini mulai diberlakukan mulai Januari 1996.
• 1995 : Bursa Paralel Indonesia merger dengan Bursa Efek Surabaya.
• 2000 : Sistem Perdagangan Tanpa Warkat (scripless trading) mulai diaplikasikan di pasar modal Indonesia.
• 2002 : BEJ mulai mengaplikasikan sistem perdagangan jarak jauh (remote trading).
• 2007 : Penggabungan Bursa Efek Surabaya (BES) ke Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan berubah nama menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI).
STRUKTUR PASAR MODAL INDONESIA
Struktur Pasar Modal Indonesia telah diatur oleh UU No. 8 Tahun 1995 tentang pasar Modal
STRUKTUR ORGANISASI
DEWAN KOMISARIS
Johnny Darmawan Chaeruddin Berlian I NYoman Tjager Felix Oentoeng Soebagjo Mustofa
DEWAN DIREKSI
Adikin Basirun Eddy Sugito Wan Wei Yiong Ito Warsito Friderica W.
Dewi Uriep B.
Prasetyo Supandi
Keterangan Detail:
DEWAN KOMISARIS
No Nama Jabatan
1. I Nyoman Tjager Komisaris Utama
2. Mustofa Komisaris
3. Chaeruddin Berlian Komisaris
4. Johnny Darmawan Komisaris
5. Felix Oentoeng Soebagjo Komisaris
DEWAN DIREKSI
No Nama Jabatan
1. Ito Warsito Direktur Utama
2. Eddy Sugito Direktur Penilaian Perusahaan
3. Wan Wei Yiong Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa
4. Uriep Budhi Prasetyo Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan
5. Friderica Widyasari Dewi Direktur Pengembangan
6. Adikin Basirun Direktur Teknologi Informasi
7. Supandi Direktur Keuangan dan SDM
DAFTAR NAMA PEJABAT KEPALA DIVISI / KEPALA SATUAN
No Jabatan Nama
Direktorat Utama
1. Sekretaris Perusahaan Irmawati Amran (Pjs.)
2. Divisi Hukum Dewi Arum Prasetyaningtyas
3. Satuan Pemeriksa Internal Widodo
Direktorat Penilaian Perusahaan
4. Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Riil I Gede Nyoman B.Y.
5. Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Jasa Umi Kulsum
6. Divisi Penilaian Perusahaan Surat Utang Saptono Adi Junarso
Direktorat Perdagangan & Pengaturan Anggota Bursa
7. Divisi Perdagangan Saham Andre PJ Tolle (Pjs.)
8. Divisi Perdagangan Surat Utang & Derivatif Erna Dewayani
9. Divisi Keanggotaan dan Partispan Andi Sudhana (Pjs.)
Direktorat Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan
10. Divisi Pengawasan Transaksi Hamdi Hassyarbaini
11. Divisi Kepatuhan Anggota Bursa Kristian S. Manullang
Direktorat Pengembangan
12. Divisi Riset Kandi Sofia S. Dahlan
13. Divisi Pengembangan Usaha Hari Purnomo
14. Divisi Pemasaran Isharsaya
15. Chief Economist Edison Hulu
Direktorat Teknologi Informasi dan Manajemen Resiko
16. Divisi Operasional Teknologi Informasi Yohanes Liauw
17. Divisi Pengembangan Solusi Bisnis Teknologi Informasi Didit Agung Laksono
18. Divisi Manajemen Resiko Mohammad Mukhlis
Direktorat Keuangan dan Sumber Daya Manusia
19. Divisi Keuangan Yohanes A. Abimanyu
20. Divisi Sumber Daya Manusia Mirna Kurniawati
21. Divisi Umum -
PUSAT INFORMASI PASAR MODAL
Dalam rangka pengembangan pasar, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pendekatan langsung kepada calon pelaku pasar melalui beberapa jalur. Salah satunya adalah dengan pendirian Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) di daerah-daerah yang potensial.
Pada awalnya pendirian PIPM dimaksudkan sebagai perintis / pembuka jalan bagi Anggota Bursa untuk beroperasi di suatu daerah yang potensial. PIPM dapat pula didirikan pada kota-kota yang telah terdapat perusahaan sekuritas, namun dipandang masih memiliki potensi besar untuk lebih dikembangkan lagi. Kegiatan-kegiatan di PIPM meliputi berbagai usaha untuk meningkatkan jumlah pemodal lokal dan perusahaan tercatat dari daerah dimana PIPM berada dan sekitarnya. Jangkauan kegiatan sosialisasi dan edukasi PIPM tidak hanya di kota tempat PIPM berada, namun juga di daerah-daerah sekitarnya.
Pendirian PIPM di suatu daerah sifatnya tidak permanen karena jika perkembangan pasar modal di daerah tersebut sudah baik maka Bursa Efek Indonesia akan merelokasi PIPM tersebut ke daerah potensial yang baru. PIPM yang pernah direlokasi adalah PIPM Denpasar, PIPM Medan, PIPM Semarang dan PIPM Palembang.
Saat ini Bursa Efek Indonesia memiliki 12 PIPM yaitu di Balikpapan, Makassar, Manado, Pekalongan, Pekanbaru, Padang, Jember, Pontianak, Yogyakarta, Cirebon, Lampung dan Surabaya.
NSTRUMEN PASAR MODAL
Pasar Modal di Indonesia memiliki beberapa instrumen yang diperjualbelikan. Instrumen-instrumen tersebut dapat digolongkan dalam tiga kelompok besar, yaitu instrumen yang tergolong ke dalam ekuitas, obligasi, dan derivatif.
1. Ekuitas
Instrumen yang akan menambah ekuitas pemilik modal, yaitu saham. Memiliki instrumen jenis ini berarti investor menjadi pemilik perusahaan tersebut sebesar modal yang ditanamkan. Instrumen yang paling dikenal dari pasar jenis ini adalah saham. Ada dua jenis saham yang jamak dipasarkan, yaitu saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock).
2. Obligasi
Obligasi berbeda dengan ekuitas yang telah diterangkan sebelumnya. Perusahaan sering memanfaatkan pasar ini untuk mencari pinjaman langsung dari investor dengan menerbitkan suratfixed income securities). utang yaitu berupa dokumen yang menyatakan kesediaannya membayar sejumlah uang tertentu di masa depan. Selain akan membayar uang sejumlah pokok pinjaman yang dipinjamkan investor, perusahaan juga harus membayar bunga pinjaman atau kupon bunga secara berkala. Oleh karena investor akan menerima pembayaran bunga setiap periode dalam jumlah tetap, maka semua efek utang yang diterbitkan perusahaan disebut efek berpendapatan tetap (
3. Derivatif
Derivatif merupakan bentuk turunan dari sekuritas utama yang ada, dalam hal ini saham. Derivatif yang banyak dikenal di Indonesia barulah warrant dan right
1. Warrant merupakan hak untuk membeli sebuah saham pada harga yang telah ditetapkan pada waktu yang telah ditetapkan pula. Misalkan Warrant I- PT. XYZ, jatuh tempo pada November 2002, dengan exercise price Rp 1000. Artinya jika anda memiliki Warrant I-PT.XYZ, maka anda berhak untuk membeli satu saham biasa Indah Kiat pada bulan November 2002 pada harga Rp 1000.
Warrant biasanya dikeluarkan oleh perusahaan sebagai 'pemanis' buat investor ketika mereka mengeluarkan saham.
2. Right. Mirip dengan warrant, right juga merupakan hak untuk membeli saham pada harga tertentu pada waktu yang telah ditetapkan. Right diberikan pada pemegang saham lama yang berhak untuk mendapatkan tambahan saham baru yang dikeluarkan perusahaan pada second offering. Beda dengan warrant masa perdagangan right sangat singkat, berkisar antara 1-2 minggu saja.
Contoh: PT. XYZ mengeluarkan saham baru lewat mekanisme Right Issue atau disebut juga second offering untuk mengembangkan usahanya. Setiap pemilik 9 saham lama berhak mendapat 2 saham baru dengan harga exercise Rp 950. Hak untuk membeli saham baru inilah yang dinamakan Right. Jika pemegang saham lama tidak mau membeli tambahan saham baru tadi, ia bisa menjual sebagian atau semua Right yang ia miliki di pasar pada periode diperdagangkan . Jika memang mau menambah kepemilikannya, maka ia bisa mendapatkan saham baru PT. XYZ pada harga Rp 950.
Harga warrant dan right yang wajar adalah harga pasar saham dikurangi harga exercise. Jika harga pasar warrant atau right lebih besar dari harga wajarnya, berarti ada premium yang dibayarkan.
Pelaku Pasar Modal
1. Instansi Pemerintah yang Terkait dengan Bursa Efek
a. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
Mengeluarkan izin Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri(PMDN). Badan ini akan menentukan komposisi dan jumlah dana investasi, besarnya modal dasar, batas waktu penyetoran modal dan komposisi pemegang saham.
b. Departemen Teknis
Menangani perubahan-perubahan yang beroperasi di Indonesia yang dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu :
1) Kelompok PMA
2) Kelompok PMDN
3) Kelompok BRO (Bedriifs Reglementering Ordonatie)
c. Departemen Kehakiman
2. Lembaga Swasta Terkait
a. Akuntan Publik
Peran akuntan publik adalah memeriksa laporan keuangan dan memberikan pendapat atas laporan keuangan tersebut.
b. Notaris
Jasa notaris diperlukan dalam hal :
• Membuat berita acar RUPS dan menyusun keputusan RUPS
• Meneliti keabsahan hal-hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan RUPS
• Keabsahan dari para pemegang saham atau kuasanya dalam menghadiri RUPS
• Menjaga dipenuhinya ketentuan quorum yang dipersyaratkan dalam anggaran dasar
• Meneliti perubahan anggaran dasar
c. Konsultasi Hukum
d. Penilai (Appraisal)
Memberikan jasa dalam menentukan nilai wajar aktiva perusahaan
e. Konsultan Efek (Investment Advisor)
3. Pelaku Pasar Modal
a. Emiten
b. Investor
c. Underwriter
d. Guarantor
e. Trustee
f. Pialang / Broker
g. Securities Company
h. Investment Company
i. BAE
j. BAPEPAM
Perkembangan Pasar Modal di Indonesia
Posted on July 28, 2008 by Dev Group on Research & Util
1. Struktur Pasar Modal di Indonesia
2. Corporate Governance
Corporate Governance diperlukan untuk melindungi para pemegang saham yang telah memberikan uangnyakepada manajer perusahaan untuk mengambil keuntungan dari kondisi dimana telah terjadinya pemisahan antara pemilik perusahaan dengan yang mengelola perusahaan. Hal ini terjadi untuk perusahaan yang Go Public dan disebut dengan Agency Problem.para pemegang saham akan memilih Board of Director's untuk menampung aspirasinya, akan tetapi manajer dapat mempengaruhi proses ini untuk kepentingan pribadinya.
REKSADANA
1. Pengertian Reksadana
Ditinjau dari asal kata, reksa dana berasal dari kosa kata 'reksa' yang artinya 'jaga' atau 'pelihara' dan 'dana' yang berarti 'uang' atau 'kumpulan uang'. Jadi, reksa dana bisa diartikan sebagai 'kumpulan uang yang dipelihara bersama untuk suatu kepentingan'.
Mengacu pada Undang-undang Nomor 8 tahun 1995, reksa dana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi.
2. Untuk apa membeli Reksa Dana ?
Membeli reksadana dapat diartikan juga seperti menabung. Bedanya adalah surat tanda menabung tidak dapat diperjualbelikan, sebaliknya reksadana bisa diperjualbelikan.
Unit penyertaan yang bisa dijual kembali kepada manajer investasi disebut reksa dana terbuka (open end). Kebalikannya adalah reksa dana tertutup (close end), yakni reksa dana yang hanya bisa dijual kepada investor lain melalui pasar sekunder. Sebagian besar reksa dana yang ada sekarang ini berbentuk reksa dana terbuka.
Reksa dana memiliki dua hal yang sulit dipenuhi oleh pemodal perorangan. Pertama, reksa dana membangun skala ekonomis dalam berinvestasi yaitu melalui penggabungan dana antara pemodal yang satu dengan pemodal yang lain sehingga terhimpun dana yang cukup besar. Kedua, menyediakan tenaga professional pengelola investasi efek secara kolektif.
3. Sejarah Reksa Dana
Awalnya, pada tahun 1822 reksa dana baru dikenal di Belgia dengan bentuk reksa dana tertutup(closed-end fund). Kemudian menyebar ke Inggris dan Skotlandia pada tahun 1860 dengan bentuk Unit Investment Trust. Dan mulai dikenal di Amerika Serikat pada tahun 1920. Tahun 1940, di Amerika Serikat dibuatlah Undang-Undang Reksa Dana yang dikenal dengan nama Investment Company Act 1940.
Di Indonesia sendiri, reksa dana baru dikenal pada tahun 1990, berdasarkan Kep Menkeu 1548 dengan bentuk reksa dana tertutup. Pada tahun 1995, berdasarkan UU No.8 tahun 1995 tentang Pasar Modal diperbolehkan Reksa Dana berbentuk Tertutup dan Terbuka dan berkembang pesat mulai 1996.
Sebagai sarana investasi, reksa dana diharapkan akan memudahkan masyarakat luas dalam berinvestasi di pasar modal. Reksa dana dibentuk oleh manajer investasi dan bank kustodian melalui akta kontrak investasi kolektif (KIK) yang dibuat notaris. Manajer investasi akan berperan sebagai pengelola dana investasi yang terkumpul dari sekian banyak investor untuk diinvestasikan ke dalam portofolio efek, seperti SBI, obligasi, dan saham.
Sementara, bank kustodian akan berperan dalam penyimpanan dana atau portofolio milik investor serta melakukan penyelesaian transaksi dan administrasi reksa dana.
Reksa dana merupakan sarana investasi bagi investor untuk dapat berinvestasi ke berbagai instrumen investasi yang tersedia di pasar. Melalui reksa dana, investor sudah tidak perlu repot mengelola portofolio investasinya sendiri.
4. Keuntungan Memiliki Reksa Dana
• Pengelolaan secara profesional
Reksa dana dikelola oleh para profesional pasar modal yang memiliki akses pada informasi dan pedagangan efek, sehingga selalu dapat meneliti berbagai peluang investasi terbaik bagi para nasabahnya.
• Pembagian risiko/minimalisasi risiko.
Pola pembagian risiko ini biasa disebut "diversifikasi". Pada diversifikasi, dana investasi Anda ditempatkan pada beberapa macam instrumen investasi di pasar modal. Dengan demikian risiko kerugian investasi secara keseluruhan akan lebih kecil.
• Kemudahan pencairan.
Investasi reksa dana mudah untuk diuangkan kembali serta efisien karena Anda dapat menjual kembali kepada pengelola investasi.
• Kemudahan investasi.
Berinvestasi di reksa dana relatif mudah karena selain prosesnya mudah, Anda diberikan beberapa pilihan investasi, dengan strategi yang sesuai dengan risiko dan keuntungan yang diharapkan.
• Keleluasaan investasi.
Dalam reksa dana Anda leluasa untuk memilih suatu jenis investasi dan leluasa pula untuk pindah ke jenis lainnya sesuai dengan tujuan investasi Anda.
• Keringanan biaya.
Investasi melalui reksa dana relatif lebih ringan biayanya dibandingkan bila Anda melakukannya sendiri. Hal ini disebabkan karena pengelola investasi menghimpun dana dalam skala besar sehingga dapat mengalokasikannya secara ekonomis.
• Keringanan pajak.
Hasil keuntungan dan hasil penjualan kembali reksa dana tidak dikenai pajak sehingga Anda mendapatkan keuntungan yang bersih.
5. Jenis-jenis Reksa Dana
• Reksa Dana Pasar Uang
Reksa dana yang investasinya ditanam pada efek bersifat hutang dengan jatuh tempo yang kurang dari satu tahun.
• Reksa Dana Pendapatan Tetap
Reksa dana yang sekurang-kurangnya 80% dari dana yang dikelola (aktivanya) dalam bentuk efek bersifat hutang.
• Reksa Dana Saham
Reksa dana yang sekurang-kurangnya 80% dari dana yang dikelolanya diinvestasikan dalam efek bersifat ekuitas.
• Reksa Dana Campuran
Reksa dana yang mempunyai perbandingan target aset alokasi pada efek saham dan pendapatan tetap yang tidak dapat dikategorikan ke dalam ketiga reksa dana lainnya
6. Bagaimana Memilih Reksa Dana?
a. Pahami tujuan investasi Anda. Dalam pengertian apa yang ingin Anda lakukan dari dana hasil investasi tersebut? Apakah anda ingin membiayai kuliah anak anda, atau anda ingin membeli rumah. Ataukah anda mempunyai rencana masa depan untuk memenuhi kebutuhan anda, sehingga anda berinvestasi?
b. Kenali profil risiko Anda. Apakah risiko menjadi salah satu pertimbangan Anda dalam berinvestasi. Kita ambil contoh, seorang investor berinvestasi di pasar saham, risiko yang diambil akan lebih besar dari risiko berinvestasi di pasar obligasi (surat berharga). Jika sebagai investor Anda tidak dapat menerima naik turunnya harga saham dan dapat mengakibatkan emosi, maka disarankan untuk memilih jenis reksa dana yang konservatif.
c. Pelajari alternatif investasi yang tersedia.
d. Pahami risiko yang berkaitan dengan tiap alternatif investasi.
e. Tentukan batas investasi sesuai dengan kemampuan finansial. Apabila tujuan investasi anda jangka panjang, seperti mempersiapkan kebutuhan pensiun, biaya anak kuliah atau meningkatkan nilai kekayaan, maka reksa dana yang tepat untuk anda adalah reksa dana jenis pertumbuhan atau pendapatan. Kalau tujuan investasi Anda untuk memperoleh pendapatan yang tetap selama menjalani masa pensiun, dengan kata lain harus memperoleh penghasilan secara kontinyu, maka reksa dana yang tepat adalah yang menempatkan dananya di obligasi (konservatif) atau pertumbuhan dan pendapatan (kalau Anda tergolong agresif). Sedangkan kalau dana yang Anda hendak investasikan itu sewaktu-waktu diperlukan kembali maka Anda cocok memilih pasar uang atau obligasi jangka pendek
f. Tentukan strategi investasi anda. Dalam menentukan pilihan Anda terhadap suatu produk reksa dana, kami sarankan Anda melihat dan membaca prospektus dari produk reksa dana yang tersedia. Adapun poin-poin yang harus diperhatikan dalam memperhatikan prospektus masing-masing reksa dana tersebut yaitu:
g. Portofolio dari produk reksa dana tersebut saham/obligasi/instrumen pasar uang apa saja yang ada didalamnya dan bagaimana dengan bobot mereka masing-masing).
h. Kinerja yang dihasilkan pada masa yang lalu.
i. Pandangan manajer investasi ke masa depan tentang ekonomi makro, mata uang, serta industry trend dari saham yang ada dalam portofolio.
j. Prestasi masa lalu relatif terhadap saingan sejenis dan pasar secara keseluruhan (indeks).
k. Biaya transaksi yang meliputi management fee, sales dan redemption fees.
l. Manfaatkan jasa profesional.
m. Pertahankan tujuan Anda (jangan terpengaruh fluktuasi sesaat).
1. Jenis-Jenis Reksa Dana
Tabel diatas merupakan gambaran secara umum, hal yang terpenting adalah menetapkan tujuan dan jangka waktu anda sebelum memilih suatu reksa dana.
Perlu diingat bahwa tidak semua reksa dana saham mempunyai risiko dan return yang lebih besar dibanding reksa dana campuran, begitu juga untuk jenis reksa dana lainnya.
Selain jenis-jenis reksa dana diatas, masih ada jenis reksa dana lainnya seperti reksa dana indeks dan ETF.
2. Apa itu Reksa Dana Pasar Uang?
Reksa dana Pasar Uang merupakan reksa dana yang mayoritas alokasi investasinya pada efek pasar uang, seperti SBI (Surat Bank Indonesia), surat utang berjangka kurang dari satu tahun, deposito berjangka dan tabungan.
3. Apa itu Reksa Dana Terproteksi?
Reksa dana terproteksi merupakan reksa dana yang waktu pembeliannya ditentukan oleh MI yang menerbitkan dan penjualan hanya dapat dilakukan setelah jangka waktu tertentu. Jika melakukan penjualan sebelum jangka waktu yang telah ditentukan maka akan dikenakan pinalty yang cukup besar.
4. Apa itu Reksa Dana Pendapatan Tetap?
Reksa dana yang alokasi investasinya minimal 80% pada efek pendapatan tetap, seperti surat utang (baik surat utang negara/SUN maupun surat utang perusahaan) berjangka lebih dari 1 tahun.
5. Apa itu Reksa Dana Campuran?
Reksa dana yang alokasinya merupakan kombinasi antara efek ekuitas (saham) dan efek hutang (obligasi) dimana masing-masing efek tidak ada yang melebihi 80%.
6. Apa itu Reksa Dana Saham?
Reksa dana yang alokasi investasinya minimal 80% dari portofolio ke efek ekuitas(saham).
7. Apa itu Reksa Dana Indeks?
Reksa dana indeks merupakan reksa dana yang komposisi portofolionya disusun menyerupai suatu indeks tertentu sehingga return yang diberikan akan setara dengan indeks yang diikutinya.
8. Apa yang Dimaksud dengan Reksa Dana Jenis ETF (Exchange Traded Fund)?
ETF merupakan reksa dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa seperti halnya saham, dan kinerjanya mengacu pada indeks tertentu, dapat berupa indeks saham atau indeks obligasi. Para investor pemegang unit ETF dapat dengan mudah bertransaksi unitnya di bursa setiap saat selama jam perdagangan.
Salah satu contoh reksa dana ETF adalah LQ-45. Meskipun harga ETF bisa langsung dapat diketahui saat dibeli dan pembeliannya dilakukan pada saat bursa (tidak melalui MI) tetapi bukan berarti ETF itu saham, ETF berbeda dengan saham, ETF ini memiliki prinsip diversifikasi yang sama dengan reksa dana.
9. Berapa Banyak Produk Reksa Dana yang ada?
Produk reksa dana yang ada di Indonesia sampai dengan akhir tahun 2007 ada 446 reksa dana. Sedangkan reksa dana yang terbit pada tahun 2007 sendiri ada 100 reksa dana.
1. Prospektus Reksa Dana
Prospektus reksa dana merupakan bacaan wajib yang perlu dipahami dan dijadikan acuan sebelum investor melakukan investasi di reksa dana. Biasanya prospektus mendeskripsikan satu jenis reksa dana, namun kadang mendeskripsikan juga beberapa reksa dana sekaligus yang dikelola oleh perusahaan pengelola reksa dana yang sama.
Prospektus ini berguna agar investor bisa mengenali perusahaan dan reksa dana yang mungkin akan menjadi tempatnya berinvestasi. Prospektus akan menjadi bahan pertimbangan investor dalam berinvestasi.
Prospektus akan diterbitkan setiap periode oleh perusahaan pengelola reksa dana.
2. Beberapa Bagian Penting dalam Prospektus Reksa Dana
Ada beberapa bagian penting dalam prospektus reksa dana, diantaranya adalah :
• Sampul depan (front cover)
Memuat tanggal efektif reksa dana pertama kali dikenal, tanggal mulai penawaran, pernyataan disclaimer, penjelasan singkat tentang reksa dana (bentuk, tujuan dan komposisi), informasi penawaran (jumlah UP, NAB, biaya-biaya, minimum pembelian), MI, bank kustodian dan tanggal penerbitan prospektus.
• Istilah dan definisi.
• Informasi/keterangan reksa dana yang ditawarkan
Bagian ini berisi mengenai dasar hukum reksa dana, pembentukan reksa dana, penawaran umum, pihak-pihak yang menempatkan dana awal, manfaat dari investasi pada reksa dana yang ditawarkan dan pengelolaan reksa dana.
• Manajer Investasi.
• Bank kustodian.
• Tujuan dan kebijakan investasi
Sesuai dengan peraturan Bapepam-LK No. IV. B1 mengenai Pedoman Pengelolaan Reksa Dana berbentuk KIK (Kontrak Investasi Kolektif) perlu dijelaskan tentang tujuan dan kebijakan investasi reksa dana yang ditawarkan, batasan-batasan, kebijakan pembagian keuntungan dan proses investasi itu sendiri.
• Metode penghitungan nilai pasar wajar
Biasanya memuat Surat Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-24/PM/2004 19 Agustus tentang tata cara penghitungan nilai pasar wajar dari efek portofolio reksa dana.
• Perpajakan.
• Faktor-faktor risiko.
• Imbalan jasa dan alokasi biaya.
• Hak-hak pemegang unit penyertaan.
• Pembubaran dan likuidasi.
• Pendapatan dari segi hokum.
• Pendapatan akuntan tentang laporan keuangan.
• Tata cara dan persyaratan pembelian UP.
• Tata cara dan persyaratan penjualan kembali UP.
• Tata cara dan persyaratan pengalihan UP.
• Skema pembelian dan penjualan kembali UP.
• Penyebarluasan prospektus dan form pembelian UP.
3. Bagaimana Unit Penyertaan (UP) Ditetapkan?
UP adalah satuan investasi dalam reksa dana. Pada saat penawaran umum perdana, UP ditetapkan Rp 1.000 kecuali reksa dana pasar uang yang selalu ditetapkan Rp 1.000 setiap awal hari bursa.
Akan tetapi harga UP dapat berubah-ubah yang ditentukan oleh NAB/UP.
4. Apa yang Dimaksud dengan NAB per Unit (NAB/UP)?
NAB adalah perbandingan antara total nilai investasi yang dilakukan manajer investasi dengan total volume reksa dana yang diterbitkannya. Setiap reksa dana mempunyai apa yang disebut harga saham atau lazim disebut Nilai Aktiva Bersih (Net Assets Value)/UP yang merupakan Nilai Aktiva Bersih (NAB) dibagi dengan total jumlah unit penyertaan (outstanding UP) atau nilai dari setiap satu unit saham reksa dana.
Bila pada penawaran umum suatu reksa dana terkumpul dana sebesar Rp 100 juta berarti ada 100 ribu lembar UP beredar dengan NAB/UP Rp 1.000.
Misalkan selama suatu periode MI mampu membukukan keuntungan 40% maka dana yang terkumpul akan menjadi Rp 140 juta. Jika sebelumnya NAB/UP sebesar Rp 1.000, kini nilainya naik menjadi Rp 1.400. Misal biaya yang dibebankan 1%, maka NAB Rp 140 juta-1%(140 juta) atau NAB/UP menjadi Rp 1.386. Setelah dikurangi biaya-biaya tersebut, hasil investasi akan menjadi hak investor.
Nilai NAB/UP tidak menggambarkan mahal tidaknya reksa dana.
5. Apakah NAB yang Tinggi Merupakan Indikator yang Baik?
NAB memang mempengaruhi dana kita, akan tetapi NAB bukan harga mati karena perlu dilihat mendalam bagaimana MI mengatur stuktur portofolionya.
NAB besar tapi return tak terlalu bagus berarti MI kurang pintar mengelola dananya. Walau begitu, reksa dana dengan NAB besar memang cenderung lebih “aman” daripada reksa dana dengan NAB rendah.
6. Kapan Investor Mendapat Keuntungan?
Investor akan mendapat keuntungan jika nilai NAB/UP mengalami kenaikan apabila dibandingkan dengan nilai NAB/UP pada saat pembelian.
Sebagai contohnya, pada awal tahun 2007, Manajer Investasi X menerbitkan 1.000.000 lembar reksa dana, dengan harga Rp. 1000. Harga ini bisa dianggap NAB/UP awal.
Pada akhir tahun 2007, nilai investasi meningkat menjadi Rp.1.600 juta (1,6 milyard), akibat kenaikan harga saham yang menjadi portofolio Manajer Investasi X, dan juga pembayaran dividen dan bunga obligasi. NAB/UP baru adalah Rp. 1.600 juta : 1.000.000 = Rp. 1.600.
7. Ilustrasi Mengenai Reksa Dana
Reksa dana ibarat parsel yang berisi banyak makanan tetapi berbeda-beda jenisnya dan jumlah masing-masing jenis juga berbeda yang akan disesuaikan dengan ketentuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Sama dengan parsel tadi, reksa dana juga memiliki investasi di lebih dari satu perusahaan. Oleh karena itu, jika salah satu perusahaan yang di investasikan reksa dana mengalami kerugian masih dapat ditutupi dengan investasi yang dilakukan pada perusahaan lain. Dan kerugian yang dialami tidak pada semua uang yang di investasikan, tetapi hanya pada bagian yang di investasikan pada perusahaan yang mengalami kerugian tersebut karena uang sudah di diversifikasikan.
1. Apa itu Bapepam-LK?
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) adalah sebuah lembaga dibawah Departemen Keuangan Republik Indonesia yang bertugas membina, mengatur dan mengawasi kegiatan sehari-hari pasar modal serta merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis dibidang lembaga keuangan.
Bapepam-LK merupakan penggabungan dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dan Direktorat Jendral Lembaga Keuangan Depertemen Keuangan.
2. Bank Kustodian
Bank kustodian adalah pihak yang memegang dana investasi sehingga dana investor tidak dipegang langsung atau disalahgunakan oleh MI (MI adalah Manager Investasi yang mengelola dana para investor pada reksa dana). Bank kustodian mengawasi setiap penggunaan dana investasi yang ada.
3. Apa Fungsi Bank Kustodian?
Fungsi bank kustodian di Indonesia ada 3, yaitu :
a. Lembaga penitipan dan pengamanan
Semua dana dan efek yang terkumpul dari reksa dana disimpan dan berada dibawah pengawasan bank kustodian.
b. Administrasi
Menghitung NAB dari setiap jenis reksa dana setiap akhir hari bursa yang nantinya akan diumumkan ke masyarakat.
c. Transfer Agent
Melakukan pencatatan seluruh pembelian ataupun pencairan (redemption) oleh masyarakat pemodal serta mencatat setiap account nasabah, disamping itu memberikan surat konfirmasi sebagai tanda bukti pembelian, pencairan atau pemindahan antar jenis reksa dana.
4. Apa yang Dimaksud Agen Penjual dalam Reksa Dana?
Merupakan bank yang mendapat persetujuan oleh perusahaan reksa dana (asset management) untuk menjual reksa dana. Dalam hal ini agen penjual berbeda dengan bank kustodian, bank yang menjadi agen penjual tidak selalu menjadi bank kustodian.
5. Informasi Mengenai Agen Penjual Reksa Dana bisa Ditemukan Dimana?
Untuk mengetahui mengenai agen penjual dapat dibaca dalam prospektus yang dimiliki oleh perusahaan reksa dana. Atau anda dapat membacanya dalam www.infovesta.com.
1. Apa itu IPO?
IPO (initial public offering) merupakan penawaran umum perdana saham yang dilakukan oleh perusahaan emiten kepada masyarakat umum dimana saham-saham tersebut selanjutnya akan dicatat dibursa efek.
2. Apa itu Right Issue?
Right Issue atau penawaran atas hak memesan efek terlebih dahulu adalah hal yang melekat pada pemegang saham dimana pemegang saham lama dimungkinkan untuk membeli saham baru sebelum ditawarkan kepada pihak lain. Right issue merupakan mekanisme pengeluaran saham baru bagi perusahaan yang telah melakukan penawaran umum.
3. Apa yang Dimaksud dengan Emiten?
Emiten adalah perusahaan yang menerbitkan saham atau obligasi.
4. Apa itu Capital Gain?
Capital Gain merupakan keuntungan yang didapat dari selisih harga jual dikurangi harga beli.
5. Bagaimana Mendapatkan Capital Gain?
Pendapatan ini berasal dari kenaikan harga saham atau diskon obligasi yang menjadi portofolio reksa dana. Contohnya jika MI berhasil membeli saham dalam harga murah dan menjualnya pada saat harga tinggi.
6. Apa itu Indeks?
Untuk mengetahui lebih jelas mengenai indeks, lebih baik melihat langsung dari contohnya.
Misalnya terdapat 5 reksa dana saham yang masing-masing memiliki bobot nilai yang sama, yaitu reksa dana a, b, c, d, e maka indeks dapat dihitung dengan menambahkan nilai return masing reksa dana dan akan dibagi jumlah reksa dana yang ada, maka dapat dilihat dengan rumus (a+b+c+d+e)/5.
Tetapi jika reksa dana tersebut mempunyai bobot yang berbeda misalnya untuk reksa dana a bobotnya 20%, b bobotnya 10%, c bobotnya 20%, d dan e masing-masing bobotnya 25%. Maka rumusnya menjadi (0.2*a)+(0.1*b)+(0.2*c)+(0.25*d)+(0.25*e).
7. Apakah Fungsi Indeks?
Indeks digunakan sebagai pembanding untuk mengetahui apakah return reksa dana lebih kecil atau lebih besar dari indeks.
Reksa dana yang baik biasanya memiliki nilai return yang lebih besar dari indeks.
Pengertian Derivatif
Dalam dunia keuangan (finance), derivatif adalah sebuah kontrak bilateral atau perjanjian penukaran pembayaran yang nilainya diturunkan atau berasal dari produk yang menjadi "acuan pokok" atau juga disebut " produk turunan" (underlying product); daripada memperdagangkan atau menukarkan secara fisik suatu aset, pelaku pasar membuat suatu perjanjian untuk saling mempertukarkan uang, aset atau suatu nilai disuatu masa yang akan datang dengan mengacu pada aset yang menjadi acuan pokok.
Derivatif digunakan oleh manajemen investasi/ manajemen portofolio, perusahaan dan lembaga keuangan serta investor perorangan untuk mengelola posisi yang mereka miliki terhadap resiko dari pergerakan harga saham dan komoditas, suku bunga, nilai tukar valuta asing "tanpa" mempengaruhi posisi fisik produk yang menjadi acuannya (underlying).
Efek derivatif merupakan Efek turunan dari Efek “utama” baik yang bersifat penyertaan maupun utang. Efek turunan dapat berarti turunan langsung dari Efek “utama” maupun turunan selanjutnya. Derivatif merupakan kontrak atau perjanjian yang nilai atau peluang keuntungannya terkait dengan kinerja aset lain. Aset lain ini disebut sebagai underlying assets.
Dalam pengertian yang lebih khusus, derivatif merupakan kontrak finansial antara 2 (dua) atau lebih pihak-pihak guna memenuhi janji untuk membeli atau menjual assets/commodities yang dijadikan sebagai obyek yang diperdagangkan pada waktu dan harga yang merupakan kesepakatan bersama antara pihak penjual dan pihak pembeli. Adapun nilai di masa mendatang dari obyek yang diperdagangkan tersebut sangat dipengaruhi oleh instrumen induknya yang ada di spot market.
Instrumen Derivatif
Ada banyak sekali instrumen finansial yang dapat dikategorikan dalam kelompok derivatif namun opsi / kontrak berjangka dan swap adalah yang umum dikenal.
• Opsi
Opsi adalah kontrak dimana salah satu pihak menyetujui untuk membayar sejumlah imbalan kepada pihak yang lainnya untuk suatu "hak" (tetapi bukan kewajiban) untuk membeli sesuatu atau menjual sesuatu kepada pihak yang lainnya; misalnya saja ada seseorang yang khawatir bahwa harga dari stok XXX akan turun sebelum ia sempat menjualnya, maka ia membayar imbalan kepada seseorang lainnya (ini disebut "penjual" opsi jual /put option) yang menyetujui untuk membeli stok daripadanya dengan harga yang ditentukan didepan (strike price). Pembeli menggunakan opsi ini untuk mengelola resiko turunnya nilai jual dari stok XXX yang dimilikinya, dilain sisi si pembeli opsi mungkin saja menggunakan transaksi opsi tersebut untuk memperoleh imbalan jasa dan mungkin telah memiliki suatu gambaran bahwa nilai jual XXX tersebut tidak akan turun.
Sebagai lawan dari opsi jual adalah opsi beli atau biasa disebut call option dimana pada opsi beli ini memberikan opsi kepada pembeli opsi hak untuk membeli aset acuan (underlying asset) pada suatu tanggal yang disepakati dengan harga yang telah ditetapkan atau yang dikenal dengan istilah option strike
• Swap
Swap adalah istilah asing yang maknanya adalah "pertukaran" namun di Indonesia istilah juga digunakan secara umum
Perjanjian swap adalah transaksi pertukaran dua valuta melalui pembelian atau penjualan tunai (spot) dengan penjualan/pembelian kembali secara berjangka yang dilakukan secara simultan dengan bank yang sama dan pada tingkat premi atau diskon dan kurs yang dibuat dan disepakati pada tanggal transaksi dilakukan.
Selain yang disebut di atas, instrumen derivatif lainnya adalah :
1. Kontrak Opsi Saham (KOS)
OPTION adalah kontrak resmi yang memberikan Hak (tanpa adanya kewajiban) untuk membeli atau menjual sebuah asset pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu. Option pertama kali secara resmi diperdagangkan melalui Chicago Board Exchange (CBOE) pada tahun 1973
KOS (Kontrak Opsi Saham) adalah Efek yang memuat hak beli (call option) atau hak jual (put option) atas Underlying Stock (saham perusahaan tercatat, yang menjadi dasar perdagangan seri KOS) dalam jumlah dan Strike Price (harga yang ditetapkan oleh Bursa untuk setiap seri KOS sebagai acuan dalam Exercise) tertentu, serta berlaku dalam periode tertentu.
Call Option memberikan hak (bukan kewajiban) kepada pemegang opsi (taker) untuk membeli sejumlah tertentu dari sebuah instrumen yang menjadi dasar kontrak tersebut. Sebaliknya, Put Option memberikan hak (bukan kewajiban) kepada pemegang opsi (taker) untuk menjual sejumlah tertentu dari sebuah instrumen yang menjadi dasar kontrak tersebut.
Opsi tipe Amerika memberikan kesempatan kepada pemegang opsi (taker) untuk meng-exercise haknya setiap saat hingga waktu jatuh tempo. Sedangkan Opsi Eropa hanya memberikan kesempatan kepada taker untuk meng-exercise haknya pada saat waktu jatuh tempo.
Adapun karakteristik opsi saham yang diperdagangkan di BEI adalah sebagai berikut :
Tipe KOS Call Option Dan Put Option
Satuan Perdagangan 1 Kontrak = 10.000 opsi saham
Masa Berlaku 1,2 dan 3 bulan
Pelaksanaan Hak (exercise) Metode Amerika (Setiap saat dalam jam tertentu di hari bursa, selama masa berlaku KOS)
Penyelesaian Pelaksanaan Hak Secara tunai pada T+ 1, dengan pedoman:
• call option = WMA – strike price
• put option = strike price – WMA
Margin Awal Rp 3.000.000,- per kontrak
WMA (weighted moving average) adalah rata-rata tertimbang dari saham acuan opsi selama 30 menit dan akan muncul setelah 15 menit berikutnya
Strike Price adalah harga tebus (exercise price) untuk setiap seri KOS yang ditetapkan 7 seri untuk call option dan 7 seri untuk put option berdasarkan closing price saham acuan opsi saham
Automatic exercise diberlakukan apabila:
110% dari strike • call option, jika WMA price
90% dari strike price£• put option, jika WMA
Jam Perdagangan KOS • Senin – Kamis : Sesi 1: 09.30 – 12.00 WIB
Sesi 2: 13.30 – 16.00 WIB
• Jum’at : Sesi 1: 09.30 – 11.30 WIB
Sesi 2: 14.00 – 16.00 WIB
Jam Pelaksanaan Hak • Senin – Kamis : 10.01 – 12.15 dan 13.45 – 16.15 WIB
• Jum’at : 10.01 – 11.45 dan 14.15 – 16.15 WIB
Premium diperdagangkan secara lelang berkelanjutan
(continuous auction market)
2. KONTRAK BERJANGKA INDEKS (LQ 45 FUTURES)
Kontrak Berjangka atau Futures adalah kontrak untuk membeli atau menjual suatu underlying (dapat berupa indeks, saham, obligasi, dll) di masa mendatang. Kontrak indeks merupakan kontrak berjangka yang menggunakan underlying berupa indeks saham.
LQ Futures menggunakan underlying indeks LQ45, LQ45 telah dikenal sebagai benchmark saham-saham di Pasar Modal Indonesia. Di tengah perkembangan yang cepat di pasar modal Indonesia, indeks LQ45 dapat menjadi alat yang cukup efektif dalam rangka melakukan tracking secara keseluruhan dari pasar saham di Indonesia.
Spesifikasi Kontrak LQ Futures:
Underlying LQ45
Multiplier Rp. 500.000 per point indeks
Bulan Kontrak 2 kontrak Bulan terdekat (spot month dan 2nd Month) dan
1 kontrak Bulan Kuartal terdekat (Bulan Kuartal adalah Juni dan Desember)
Jam Trading Hari Senin s/d Kamis : Sesi 1: 09.15 – 12.00 WIB
Sesi 2: 13.30 – 16. 15 WIB
Hari Jumat : Sesi 1: 09. 15 – 11.30 WIB
Sesi 2: 14.00 – 16. 15 WIB
Last Trading Day Setiap Hari Bursa terakhir setiap bulan kontrak
Margin Awal IDR 3.000.000/ kontrak
3. Mini LQ Futures
Mini LQ Futures adalah kontrak yang menggunakan underlying yang sama dengan LQ Futures yaitu indeks LQ45, hanya saja Mini LQ Futures memiliki multiplier yang lebih kecil (Rp 100 ribu / poin indeks atau 1/5 dari LQ Futures) sehingga nilai transaksi, kebutuhan marjin awal, dan fee transaksinya juga lebih kecil.
Produk Mini LQ Futures ditujukan bagi investor pemula dan investor retail yang ingin melakukan transaksi LQ dengan persyaratan yang lebih kecil. Dengan demikian Mini LQ dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran investor retail yang baru akan mulai melakukan transaksi di indeks LQ
Spesifikasi Kontrak LQ Futures:
Underlying : LQ45
Multiplier : Rp. 100.000 per poin indeks
Bulan Kontrak : 2 kontrak Bulan terdekat (spot month dan 2nd Month) dan 1 kontrak Bulan Kuartal terdekat (Bulan Kuartal adalah Jun dan Des)
Jam Perdagangan : Hari Senin s/d Kamis : Sesi 1: 09.15 – 12.00 WIB
Sesi 2: 13.30 – 16. 15 WIB
Hari Jumat : Sesi 1: 09. 15 – 11.30 WIB
Sesi 2: 14.00 – 16. 15 WIB
Last Trading Day : Setiap Hari Bursa terakhir setiap bulan kontrak
Margin Awal : 4% dari nilai kontrak
4. LQ45 Futures Periodik
Kontrak yang diterbitkan pada Hari Bursa tertentu dan jatuh tempo dalam periode Hari Bursa tertentu. Tedapat beberapa tipe kontrak, yaitu :
1. Periodik 2 Mingguan Kontrak periodik 2 Mingguan, yakni kontrak yang jatuh tempo pada Hari Bursa terakhir minggu kedua sejak penerbitan kontrak.
2. Periodik Mingguan (5 Hari Bursa) Kontrak Periodik Mingguan (5 Hari Bursa), yakni kontrak yang jatuh tempo pada Hari Bursa kelima sejak penerbitan kontrak.
3. Periodik Harian (2 Hari Bursa) Kontrak periodik Harian (2 Hari Bursa), yakni kontrak yang jatuh tempo pada Hari Bursa kedua sejak penerbitan kontrak.
Spesifikasi Kontrak LQ 45 Futures Periodik:
Underlying : Indeks LQ45
Multiplier : Rp.500.000,-
Tipe KBIE
Tipe KBIE Kode KBIE
a. Kontrak Periodik 2 Mingguan : LQ2WYYMDD
b. Kontrak Periodik Mingguan (5 Hari Bursa) : LQ25DYYMDD
c. Kontrak Periodik Harian (2 Hari Bursa) : LQ2DYYMDD
Jam Perdagangan : Senin-Kamis : sesi I : 09.15-12.00 WIB
sesi II : 13.30-16.15 WIB
Jum'at : sesi I : 09.15-11.30 WIB
sesi II : 14.00-16.15 WIB
Fraksi Harga 0,05 poin indeks
5. Japan (JP) Futures
Produk ini memberikan peluang kepada investor untuk melakukan investasi secara global sekaligus memperluas rangkaian dan jangkauan produk derivatif BEI ke produk yang menjadi benchmark dunia. Dengan JP Futures memungkinkan investor menarik manfaat dari pergerakan pasar jepang sebagai pasar saham paling aktif setelah pasar AS.
Spesifikasi Kontrak JP Futures:
Underlying : Dow Jones Japan Titan 100
Multiplier : Rp 50.000 per poin indeks
Bulan Kontrak : 3 kontrak Bulan Kuartal terdekat (Bulan Kuartal adalah Mar, Jun, Sep dan Des)
Jam Trading : Hari Senin s/d Kamis : Sesi 1: 09.15 – 12.00 WIB
Sesi 2: 13.30 – 16.15 WIB
Hari Jumat : Sesi 1: 09.15 – 11.30 WIB
Sesi 2: 14.00 – 16.15 WIB
Last Trading Day : Hari Kamis kedua setiap Bulan Kontrak
Margin Awal : 4% dari nilai kontrak
Jenis kontrak derivatif
Terdapat dua jenis kontrak derivatif yang dikenali dari cara perdagangannya di pasar yaitu :
• Derivatif yang ditransasikan diluar bursa
Atau dikenal juga dengan istilah "(Over-the-counter (OTC) derivatives) adalah merupakan suatu kontrak bilateral ( melibatkan dua pihak) yang dilakukan diluar bursa ataupun tanpa menggunakan pialang (transaksi langsung antara para pihak). Beberapa produk seperti swap, kontrak serah nilai tukar, dan opsi eksotik (exotic option) yaitu suatu derivatif yang menggunakan fitur sehingga menjadi lebih rumit daripada derivatif yang umum diperdagangkan, misalnya opsi vanili) seringkali diperdagangkan tanpa melalui bursa (OTC). Pasar transaksi derivatif tanpa melalui bursa (OTC) ini sangat besar sekali.
• Derivatif yang diperdagangkan di bursa
Atau disebut juga Exchange-traded derivatives adalah merupakan instrumen derivatif yang diperdagangkan pada bursa perdagangan khusus derivatif (bursa berjangka) ataupun bursa lainnya. Bursa derivatif menjalankan perannya sebagai perantara atas transaksi terkait dan memungut marjin awal (initial margin) dari kedua belah pihak yang melakukan transaksi sebagai jaminan.
1. Pengertian
Kebutuhan dunia usaha terhadap permodalan, setiap saat cenderung menunjukkan jumlah yang semakin bertambah. Terjadinya pertambahan permintaan permodalan ini ditunjukkan dengan semakin meningkat kebutuhan untuk aktivitas produksi. Oleh karena itu untuk memudahkan masyarakat dan para produsen untuk mendapatkan permodalan maka pemerintah bersama-sama lembaga-lembaga ekonomi menyelenggarakan kegiatan pasar modal.
Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik surat utang (obligasi), ekuiti (saham), reksa dana, instrumen derivatif maupun instrumen lainnya. Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain (misalnya pemerintah), dan sebagai sarana bagi kegiatan berinvestasi. Dengan demikian, pasar modal memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana kegiatan jual beli dan kegiatan terkait lainnya.
2. Perbedaan dengan Pasar Uang
Perbedaan antara pasar modal dengan pasar uang adalah jangka waktunya. Dalam pasar uang, diperdagangkan surat berharga berjangka waktu pendek, sedangkan dalam pasar modal, diperdagangkan surat berharga berjangka waktu panjang.
3. Fungsi Pasar Modal
Pasar modal memiliki peran penting dalam perekonomian suatu Negara karena pasar modal mempunyai 2 fungsi, yaitu :
a. Fungsi ekonomi.
Pasar modal menyediakan fasilitas atau wahana yang mempertemukan dua kepentingan yaitu pihak investor dan pihak yang memerlukan dana.
b. Fungsi keuangan.
Pasar modal memberikan kemungkinan dan kesempatan memperoleh imbalan (return) bagi pemilik dana, sesuai dengan karakteristik investasi yang dipilih.
Jadi diharapkan dengan adanya pasar modal aktivitas perekonomian menjadi meningkat karena pasar modal merupakan alternative pendanaan bagi perusahaan-perusahaan untuk dapat meningkatkan pendapatan perusahaan yang pada akhirnya memberikan kemakmuran bagi masyarakat yang lebih luas.
Sedangkan fungsi pasar modal di Indonesia meliputi:
1. sebagai sarana badan usaha untuk mendapatkan tambahan modal;
2. sebagai sarana pemerataan pendapatan;
3. memperbesar produksi dengan modal yang didapat sehingga produktivitas meningkat;
4. menampung tenaga kerja; dan
5. memperbesar pemasukan pajak bagi pemerintah.
4. Manfaat Pasar Modal
Secara umum, manfaat dari keberadaan pasar modal adalah :
a.Menyediakan sumber pembiayaan (jangka panjang) bagi dunia usaha sekaligus memungkinkan alokasi dana secara optimal.
b.Memberikan wahana investasi yang beragam bagi investor sehingga memungkinkan untuk melakukan diversifikasi.
c. Menyediakan leading indicator bagi perkembangan perekonomian suatu Negara. Maksudnya jika pasar modal berkembang maka diharapkan perekonomian juga akan berkembang.
d. Penyebaran kepemilikan perusahaan sampai pada lapisan masyarakat menengah
e. Penyebaran kepemilikan, keterbukaan dan profesionalisme menciptakan iklim berusaha yang sehat serta mendorong pemanfaatan manajemen profesional.
5. Tujuan Dibentuknya Pasar Modal
Pada tahun 1977, pemerintah mengaktifkan kembali beroperasinya pasar modal dengan tujuan untuk lebih memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Pengaktifan kembali tersebut dilandaskan oleh adanya kebutuhan dana pembangunan yang semakin meningkat.
Melalui pasar modal, dunia usaha akan dapat memperoleh sebagian atau seluruh pembiayaan jangka panjang yang diperlukan. Selain itu, pengaktifan ini juga dimaksudkan untuk meratakan hasil-hasil pembangunan melalui kepemilikan saham-saham perusahaan serta penyediaan lapangan kerja dan pemerataan kesempatan usaha.
6. Peran Strategis Pasar Modal
Pasar modal memiliki peranan penting dalam kegiatan ekonomi. Di banyak negara, terutama di negara-negara yang menganut sistem ekonomi pasar, pasar modal telah menjadi salah satu sumber kemajuan ekonomi, sebab pasar modal dapat menjadi sumber dana alternatif bagi perusahaan-perusahaan. Perusahaan-perusahaan ini merupakan salah satu agen produksi yang secara nasional akan membentuk Gross Domestic Product (GDP). Perkembangan pasar modal akan menunjang kegiatan peningkatan GDP. Dengan kata lain, berkembangnya pasar modal akan mendorong pula kemjuan ekonomi suatu negara.
VISI & MISI
VISI
Menjadi Bursa Yang Kompetitif dengan Kredibilitas Tingkat Dunia
MISI
• Pillar of Indonesian Economy
• Market Oriented
• Company Transformation
• Institutional Building
• Delivery Best Quality Products & Services
OBJECTIVES
• Liquidity
• Market Integrity
CORE VALUES
1. Integrity
2. Quality Orientation
3. Accountability
4. Institutional Building
5. Responsive
CORE COMPETENCIES
1. Integrity
2. Customer Service
3. Time Management
4. Commitment
5. Continuous Improvement
6. Accountability
7. Teamwork
8. Learning Orientation
9. Leadership
10. Organizational Awareness
11. Responsiveness
SEJARAH
Secara historis, pasar modal telah hadir jauh sebelum Indonesia merdeka. Pasar modal atau bursa efek telah hadir sejak jaman kolonial Belanda dan tepatnya pada tahun 1912 di Batavia. Pasar modal ketika itu didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk kepentingan pemerintah kolonial atau VOC.
Meskipun pasar modal telah ada sejak tahun 1912, perkembangan dan pertumbuhan pasar modal tidak berjalan seperti yang diharapkan, bahkan pada beberapa periode kegiatan pasar modal mengalami kevakuman. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti perang dunia ke I dan II, perpindahan kekuasaan dari pemerintah kolonial kepada pemerintah Republik Indonesia, dan berbagai kondisi yang menyebabkan operasi bursa efek tidak dapat berjalan sebagimana mestinya.
Pemerintah Republik Indonesia mengaktifkan kembali pasar modal pada tahun 1977, dan beberapa tahun kemudian pasar modal mengalami pertumbuhan seiring dengan berbagai insentif dan regulasi yang dikeluarkan pemerintah.
Secara singkat, tonggak perkembangan pasar modal di Indonesia dapat dilihat sebagai berikut:
• 14 Desember 1912 : Bursa Efek pertama di Indonesia dibentuk di Batavia oleh Pemerintah Hindia Belanda.
• 1914 – 1918 : Bursa Efek di Batavia ditutup selama Perang Dunia I
• 1925 – 1942 : Bursa Efek di Jakarta dibuka kembali bersama dengan Bursa Efek di Semarang dan Surabaya
• Awal tahun 1939 : Karena isu politik (Perang Dunia II) Bursa Efek di Semarang dan Surabaya ditutup.
• 1942 – 1952 : Bursa Efek di Jakarta ditutup kembali selama Perang Dunia II
• 1952 : Bursa Efek di Jakarta diaktifkan kembali dengan UU Darurat Pasar Modal 1952, yang dikeluarkan oleh Menteri kehakiman (Lukman Wiradinata) dan Menteri keuangan (Prof.DR. Sumitro Djojohadikusumo). Instrumen yang diperdagangkan: Obligasi Pemerintah RI (1950)
• 1956 : Program nasionalisasi perusahaan Belanda. Bursa Efek semakin tidak aktif.
• 1956 – 1977 : Perdagangan di Bursa Efek vakum.
• 10 Agustus 1977 : Bursa Efek diresmikan kembali oleh Presiden Soeharto. BEJ dijalankan dibawah BAPEPAM (Badan Pelaksana Pasar Modal). Tanggal 10 Agustus diperingati sebagai HUT Pasar Modal. Pengaktifan kembali pasar modal ini juga ditandai dengan go public PT Semen Cibinong sebagai emiten pertama.
• 1977 – 1987 : Perdagangan di Bursa Efek sangat lesu. Jumlah emiten hingga 1987 baru mencapai 24. Masyarakat lebih memilih instrumen perbankan dibandingkan instrumen Pasar Modal.
• 1987 : Ditandai dengan hadirnya Paket Desember 1987 (PAKDES 87) yang memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk melakukan Penawaran Umum dan investor asing menanamkan modal di Indonesia.
• 1988 – 1990 : Paket deregulasi dibidang Perbankan dan Pasar Modal diluncurkan. Pintu BEJ terbuka untuk asing. Aktivitas bursa terlihat meningkat.
• 2 Juni 1988 : Bursa Paralel Indonesia (BPI) mulai beroperasi dan dikelola oleh Persatuan Perdagangan Uang dan Efek (PPUE), sedangkan organisasinya terdiri dari broker dan dealer.
• Desember 1988 : Pemerintah mengeluarkan Paket Desember 88 (PAKDES 88) yang memberikan kemudahan perusahaan untuk go public dan beberapa kebijakan lain yang positif bagi pertumbuhan pasar modal.
• 16 Juni 1989 : Bursa Efek Surabaya (BES) mulai beroperasi dan dikelola oleh Perseroan Terbatas milik swasta yaitu PT Bursa Efek Surabaya.
• 13 Juli 1992 : Swastanisasi BEJ. BAPEPAM berubah menjadi Badan Pengawas Pasar Modal. Tanggal ini diperingati sebagai HUT BEJ.
• 22 Mei 1995 : Sistem Otomasi perdagangan di BEJ dilaksanakan dengan sistem computer JATS (Jakarta Automated Trading Systems).
• 10 November 1995 : Pemerintah mengeluarkan Undang –Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Undang-Undang ini mulai diberlakukan mulai Januari 1996.
• 1995 : Bursa Paralel Indonesia merger dengan Bursa Efek Surabaya.
• 2000 : Sistem Perdagangan Tanpa Warkat (scripless trading) mulai diaplikasikan di pasar modal Indonesia.
• 2002 : BEJ mulai mengaplikasikan sistem perdagangan jarak jauh (remote trading).
• 2007 : Penggabungan Bursa Efek Surabaya (BES) ke Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan berubah nama menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI).
STRUKTUR PASAR MODAL INDONESIA
Struktur Pasar Modal Indonesia telah diatur oleh UU No. 8 Tahun 1995 tentang pasar Modal
STRUKTUR ORGANISASI
DEWAN KOMISARIS
Johnny Darmawan Chaeruddin Berlian I NYoman Tjager Felix Oentoeng Soebagjo Mustofa
DEWAN DIREKSI
Adikin Basirun Eddy Sugito Wan Wei Yiong Ito Warsito Friderica W.
Dewi Uriep B.
Prasetyo Supandi
Keterangan Detail:
DEWAN KOMISARIS
No Nama Jabatan
1. I Nyoman Tjager Komisaris Utama
2. Mustofa Komisaris
3. Chaeruddin Berlian Komisaris
4. Johnny Darmawan Komisaris
5. Felix Oentoeng Soebagjo Komisaris
DEWAN DIREKSI
No Nama Jabatan
1. Ito Warsito Direktur Utama
2. Eddy Sugito Direktur Penilaian Perusahaan
3. Wan Wei Yiong Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa
4. Uriep Budhi Prasetyo Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan
5. Friderica Widyasari Dewi Direktur Pengembangan
6. Adikin Basirun Direktur Teknologi Informasi
7. Supandi Direktur Keuangan dan SDM
DAFTAR NAMA PEJABAT KEPALA DIVISI / KEPALA SATUAN
No Jabatan Nama
Direktorat Utama
1. Sekretaris Perusahaan Irmawati Amran (Pjs.)
2. Divisi Hukum Dewi Arum Prasetyaningtyas
3. Satuan Pemeriksa Internal Widodo
Direktorat Penilaian Perusahaan
4. Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Riil I Gede Nyoman B.Y.
5. Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Jasa Umi Kulsum
6. Divisi Penilaian Perusahaan Surat Utang Saptono Adi Junarso
Direktorat Perdagangan & Pengaturan Anggota Bursa
7. Divisi Perdagangan Saham Andre PJ Tolle (Pjs.)
8. Divisi Perdagangan Surat Utang & Derivatif Erna Dewayani
9. Divisi Keanggotaan dan Partispan Andi Sudhana (Pjs.)
Direktorat Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan
10. Divisi Pengawasan Transaksi Hamdi Hassyarbaini
11. Divisi Kepatuhan Anggota Bursa Kristian S. Manullang
Direktorat Pengembangan
12. Divisi Riset Kandi Sofia S. Dahlan
13. Divisi Pengembangan Usaha Hari Purnomo
14. Divisi Pemasaran Isharsaya
15. Chief Economist Edison Hulu
Direktorat Teknologi Informasi dan Manajemen Resiko
16. Divisi Operasional Teknologi Informasi Yohanes Liauw
17. Divisi Pengembangan Solusi Bisnis Teknologi Informasi Didit Agung Laksono
18. Divisi Manajemen Resiko Mohammad Mukhlis
Direktorat Keuangan dan Sumber Daya Manusia
19. Divisi Keuangan Yohanes A. Abimanyu
20. Divisi Sumber Daya Manusia Mirna Kurniawati
21. Divisi Umum -
PUSAT INFORMASI PASAR MODAL
Dalam rangka pengembangan pasar, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pendekatan langsung kepada calon pelaku pasar melalui beberapa jalur. Salah satunya adalah dengan pendirian Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) di daerah-daerah yang potensial.
Pada awalnya pendirian PIPM dimaksudkan sebagai perintis / pembuka jalan bagi Anggota Bursa untuk beroperasi di suatu daerah yang potensial. PIPM dapat pula didirikan pada kota-kota yang telah terdapat perusahaan sekuritas, namun dipandang masih memiliki potensi besar untuk lebih dikembangkan lagi. Kegiatan-kegiatan di PIPM meliputi berbagai usaha untuk meningkatkan jumlah pemodal lokal dan perusahaan tercatat dari daerah dimana PIPM berada dan sekitarnya. Jangkauan kegiatan sosialisasi dan edukasi PIPM tidak hanya di kota tempat PIPM berada, namun juga di daerah-daerah sekitarnya.
Pendirian PIPM di suatu daerah sifatnya tidak permanen karena jika perkembangan pasar modal di daerah tersebut sudah baik maka Bursa Efek Indonesia akan merelokasi PIPM tersebut ke daerah potensial yang baru. PIPM yang pernah direlokasi adalah PIPM Denpasar, PIPM Medan, PIPM Semarang dan PIPM Palembang.
Saat ini Bursa Efek Indonesia memiliki 12 PIPM yaitu di Balikpapan, Makassar, Manado, Pekalongan, Pekanbaru, Padang, Jember, Pontianak, Yogyakarta, Cirebon, Lampung dan Surabaya.
NSTRUMEN PASAR MODAL
Pasar Modal di Indonesia memiliki beberapa instrumen yang diperjualbelikan. Instrumen-instrumen tersebut dapat digolongkan dalam tiga kelompok besar, yaitu instrumen yang tergolong ke dalam ekuitas, obligasi, dan derivatif.
1. Ekuitas
Instrumen yang akan menambah ekuitas pemilik modal, yaitu saham. Memiliki instrumen jenis ini berarti investor menjadi pemilik perusahaan tersebut sebesar modal yang ditanamkan. Instrumen yang paling dikenal dari pasar jenis ini adalah saham. Ada dua jenis saham yang jamak dipasarkan, yaitu saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock).
2. Obligasi
Obligasi berbeda dengan ekuitas yang telah diterangkan sebelumnya. Perusahaan sering memanfaatkan pasar ini untuk mencari pinjaman langsung dari investor dengan menerbitkan suratfixed income securities). utang yaitu berupa dokumen yang menyatakan kesediaannya membayar sejumlah uang tertentu di masa depan. Selain akan membayar uang sejumlah pokok pinjaman yang dipinjamkan investor, perusahaan juga harus membayar bunga pinjaman atau kupon bunga secara berkala. Oleh karena investor akan menerima pembayaran bunga setiap periode dalam jumlah tetap, maka semua efek utang yang diterbitkan perusahaan disebut efek berpendapatan tetap (
3. Derivatif
Derivatif merupakan bentuk turunan dari sekuritas utama yang ada, dalam hal ini saham. Derivatif yang banyak dikenal di Indonesia barulah warrant dan right
1. Warrant merupakan hak untuk membeli sebuah saham pada harga yang telah ditetapkan pada waktu yang telah ditetapkan pula. Misalkan Warrant I- PT. XYZ, jatuh tempo pada November 2002, dengan exercise price Rp 1000. Artinya jika anda memiliki Warrant I-PT.XYZ, maka anda berhak untuk membeli satu saham biasa Indah Kiat pada bulan November 2002 pada harga Rp 1000.
Warrant biasanya dikeluarkan oleh perusahaan sebagai 'pemanis' buat investor ketika mereka mengeluarkan saham.
2. Right. Mirip dengan warrant, right juga merupakan hak untuk membeli saham pada harga tertentu pada waktu yang telah ditetapkan. Right diberikan pada pemegang saham lama yang berhak untuk mendapatkan tambahan saham baru yang dikeluarkan perusahaan pada second offering. Beda dengan warrant masa perdagangan right sangat singkat, berkisar antara 1-2 minggu saja.
Contoh: PT. XYZ mengeluarkan saham baru lewat mekanisme Right Issue atau disebut juga second offering untuk mengembangkan usahanya. Setiap pemilik 9 saham lama berhak mendapat 2 saham baru dengan harga exercise Rp 950. Hak untuk membeli saham baru inilah yang dinamakan Right. Jika pemegang saham lama tidak mau membeli tambahan saham baru tadi, ia bisa menjual sebagian atau semua Right yang ia miliki di pasar pada periode diperdagangkan . Jika memang mau menambah kepemilikannya, maka ia bisa mendapatkan saham baru PT. XYZ pada harga Rp 950.
Harga warrant dan right yang wajar adalah harga pasar saham dikurangi harga exercise. Jika harga pasar warrant atau right lebih besar dari harga wajarnya, berarti ada premium yang dibayarkan.
Pelaku Pasar Modal
1. Instansi Pemerintah yang Terkait dengan Bursa Efek
a. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
Mengeluarkan izin Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri(PMDN). Badan ini akan menentukan komposisi dan jumlah dana investasi, besarnya modal dasar, batas waktu penyetoran modal dan komposisi pemegang saham.
b. Departemen Teknis
Menangani perubahan-perubahan yang beroperasi di Indonesia yang dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu :
1) Kelompok PMA
2) Kelompok PMDN
3) Kelompok BRO (Bedriifs Reglementering Ordonatie)
c. Departemen Kehakiman
2. Lembaga Swasta Terkait
a. Akuntan Publik
Peran akuntan publik adalah memeriksa laporan keuangan dan memberikan pendapat atas laporan keuangan tersebut.
b. Notaris
Jasa notaris diperlukan dalam hal :
• Membuat berita acar RUPS dan menyusun keputusan RUPS
• Meneliti keabsahan hal-hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan RUPS
• Keabsahan dari para pemegang saham atau kuasanya dalam menghadiri RUPS
• Menjaga dipenuhinya ketentuan quorum yang dipersyaratkan dalam anggaran dasar
• Meneliti perubahan anggaran dasar
c. Konsultasi Hukum
d. Penilai (Appraisal)
Memberikan jasa dalam menentukan nilai wajar aktiva perusahaan
e. Konsultan Efek (Investment Advisor)
3. Pelaku Pasar Modal
a. Emiten
b. Investor
c. Underwriter
d. Guarantor
e. Trustee
f. Pialang / Broker
g. Securities Company
h. Investment Company
i. BAE
j. BAPEPAM
Perkembangan Pasar Modal di Indonesia
Posted on July 28, 2008 by Dev Group on Research & Util
1. Struktur Pasar Modal di Indonesia
2. Corporate Governance
Corporate Governance diperlukan untuk melindungi para pemegang saham yang telah memberikan uangnyakepada manajer perusahaan untuk mengambil keuntungan dari kondisi dimana telah terjadinya pemisahan antara pemilik perusahaan dengan yang mengelola perusahaan. Hal ini terjadi untuk perusahaan yang Go Public dan disebut dengan Agency Problem.para pemegang saham akan memilih Board of Director's untuk menampung aspirasinya, akan tetapi manajer dapat mempengaruhi proses ini untuk kepentingan pribadinya.
REKSADANA
1. Pengertian Reksadana
Ditinjau dari asal kata, reksa dana berasal dari kosa kata 'reksa' yang artinya 'jaga' atau 'pelihara' dan 'dana' yang berarti 'uang' atau 'kumpulan uang'. Jadi, reksa dana bisa diartikan sebagai 'kumpulan uang yang dipelihara bersama untuk suatu kepentingan'.
Mengacu pada Undang-undang Nomor 8 tahun 1995, reksa dana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi.
2. Untuk apa membeli Reksa Dana ?
Membeli reksadana dapat diartikan juga seperti menabung. Bedanya adalah surat tanda menabung tidak dapat diperjualbelikan, sebaliknya reksadana bisa diperjualbelikan.
Unit penyertaan yang bisa dijual kembali kepada manajer investasi disebut reksa dana terbuka (open end). Kebalikannya adalah reksa dana tertutup (close end), yakni reksa dana yang hanya bisa dijual kepada investor lain melalui pasar sekunder. Sebagian besar reksa dana yang ada sekarang ini berbentuk reksa dana terbuka.
Reksa dana memiliki dua hal yang sulit dipenuhi oleh pemodal perorangan. Pertama, reksa dana membangun skala ekonomis dalam berinvestasi yaitu melalui penggabungan dana antara pemodal yang satu dengan pemodal yang lain sehingga terhimpun dana yang cukup besar. Kedua, menyediakan tenaga professional pengelola investasi efek secara kolektif.
3. Sejarah Reksa Dana
Awalnya, pada tahun 1822 reksa dana baru dikenal di Belgia dengan bentuk reksa dana tertutup(closed-end fund). Kemudian menyebar ke Inggris dan Skotlandia pada tahun 1860 dengan bentuk Unit Investment Trust. Dan mulai dikenal di Amerika Serikat pada tahun 1920. Tahun 1940, di Amerika Serikat dibuatlah Undang-Undang Reksa Dana yang dikenal dengan nama Investment Company Act 1940.
Di Indonesia sendiri, reksa dana baru dikenal pada tahun 1990, berdasarkan Kep Menkeu 1548 dengan bentuk reksa dana tertutup. Pada tahun 1995, berdasarkan UU No.8 tahun 1995 tentang Pasar Modal diperbolehkan Reksa Dana berbentuk Tertutup dan Terbuka dan berkembang pesat mulai 1996.
Sebagai sarana investasi, reksa dana diharapkan akan memudahkan masyarakat luas dalam berinvestasi di pasar modal. Reksa dana dibentuk oleh manajer investasi dan bank kustodian melalui akta kontrak investasi kolektif (KIK) yang dibuat notaris. Manajer investasi akan berperan sebagai pengelola dana investasi yang terkumpul dari sekian banyak investor untuk diinvestasikan ke dalam portofolio efek, seperti SBI, obligasi, dan saham.
Sementara, bank kustodian akan berperan dalam penyimpanan dana atau portofolio milik investor serta melakukan penyelesaian transaksi dan administrasi reksa dana.
Reksa dana merupakan sarana investasi bagi investor untuk dapat berinvestasi ke berbagai instrumen investasi yang tersedia di pasar. Melalui reksa dana, investor sudah tidak perlu repot mengelola portofolio investasinya sendiri.
4. Keuntungan Memiliki Reksa Dana
• Pengelolaan secara profesional
Reksa dana dikelola oleh para profesional pasar modal yang memiliki akses pada informasi dan pedagangan efek, sehingga selalu dapat meneliti berbagai peluang investasi terbaik bagi para nasabahnya.
• Pembagian risiko/minimalisasi risiko.
Pola pembagian risiko ini biasa disebut "diversifikasi". Pada diversifikasi, dana investasi Anda ditempatkan pada beberapa macam instrumen investasi di pasar modal. Dengan demikian risiko kerugian investasi secara keseluruhan akan lebih kecil.
• Kemudahan pencairan.
Investasi reksa dana mudah untuk diuangkan kembali serta efisien karena Anda dapat menjual kembali kepada pengelola investasi.
• Kemudahan investasi.
Berinvestasi di reksa dana relatif mudah karena selain prosesnya mudah, Anda diberikan beberapa pilihan investasi, dengan strategi yang sesuai dengan risiko dan keuntungan yang diharapkan.
• Keleluasaan investasi.
Dalam reksa dana Anda leluasa untuk memilih suatu jenis investasi dan leluasa pula untuk pindah ke jenis lainnya sesuai dengan tujuan investasi Anda.
• Keringanan biaya.
Investasi melalui reksa dana relatif lebih ringan biayanya dibandingkan bila Anda melakukannya sendiri. Hal ini disebabkan karena pengelola investasi menghimpun dana dalam skala besar sehingga dapat mengalokasikannya secara ekonomis.
• Keringanan pajak.
Hasil keuntungan dan hasil penjualan kembali reksa dana tidak dikenai pajak sehingga Anda mendapatkan keuntungan yang bersih.
5. Jenis-jenis Reksa Dana
• Reksa Dana Pasar Uang
Reksa dana yang investasinya ditanam pada efek bersifat hutang dengan jatuh tempo yang kurang dari satu tahun.
• Reksa Dana Pendapatan Tetap
Reksa dana yang sekurang-kurangnya 80% dari dana yang dikelola (aktivanya) dalam bentuk efek bersifat hutang.
• Reksa Dana Saham
Reksa dana yang sekurang-kurangnya 80% dari dana yang dikelolanya diinvestasikan dalam efek bersifat ekuitas.
• Reksa Dana Campuran
Reksa dana yang mempunyai perbandingan target aset alokasi pada efek saham dan pendapatan tetap yang tidak dapat dikategorikan ke dalam ketiga reksa dana lainnya
6. Bagaimana Memilih Reksa Dana?
a. Pahami tujuan investasi Anda. Dalam pengertian apa yang ingin Anda lakukan dari dana hasil investasi tersebut? Apakah anda ingin membiayai kuliah anak anda, atau anda ingin membeli rumah. Ataukah anda mempunyai rencana masa depan untuk memenuhi kebutuhan anda, sehingga anda berinvestasi?
b. Kenali profil risiko Anda. Apakah risiko menjadi salah satu pertimbangan Anda dalam berinvestasi. Kita ambil contoh, seorang investor berinvestasi di pasar saham, risiko yang diambil akan lebih besar dari risiko berinvestasi di pasar obligasi (surat berharga). Jika sebagai investor Anda tidak dapat menerima naik turunnya harga saham dan dapat mengakibatkan emosi, maka disarankan untuk memilih jenis reksa dana yang konservatif.
c. Pelajari alternatif investasi yang tersedia.
d. Pahami risiko yang berkaitan dengan tiap alternatif investasi.
e. Tentukan batas investasi sesuai dengan kemampuan finansial. Apabila tujuan investasi anda jangka panjang, seperti mempersiapkan kebutuhan pensiun, biaya anak kuliah atau meningkatkan nilai kekayaan, maka reksa dana yang tepat untuk anda adalah reksa dana jenis pertumbuhan atau pendapatan. Kalau tujuan investasi Anda untuk memperoleh pendapatan yang tetap selama menjalani masa pensiun, dengan kata lain harus memperoleh penghasilan secara kontinyu, maka reksa dana yang tepat adalah yang menempatkan dananya di obligasi (konservatif) atau pertumbuhan dan pendapatan (kalau Anda tergolong agresif). Sedangkan kalau dana yang Anda hendak investasikan itu sewaktu-waktu diperlukan kembali maka Anda cocok memilih pasar uang atau obligasi jangka pendek
f. Tentukan strategi investasi anda. Dalam menentukan pilihan Anda terhadap suatu produk reksa dana, kami sarankan Anda melihat dan membaca prospektus dari produk reksa dana yang tersedia. Adapun poin-poin yang harus diperhatikan dalam memperhatikan prospektus masing-masing reksa dana tersebut yaitu:
g. Portofolio dari produk reksa dana tersebut saham/obligasi/instrumen pasar uang apa saja yang ada didalamnya dan bagaimana dengan bobot mereka masing-masing).
h. Kinerja yang dihasilkan pada masa yang lalu.
i. Pandangan manajer investasi ke masa depan tentang ekonomi makro, mata uang, serta industry trend dari saham yang ada dalam portofolio.
j. Prestasi masa lalu relatif terhadap saingan sejenis dan pasar secara keseluruhan (indeks).
k. Biaya transaksi yang meliputi management fee, sales dan redemption fees.
l. Manfaatkan jasa profesional.
m. Pertahankan tujuan Anda (jangan terpengaruh fluktuasi sesaat).
1. Jenis-Jenis Reksa Dana
Tabel diatas merupakan gambaran secara umum, hal yang terpenting adalah menetapkan tujuan dan jangka waktu anda sebelum memilih suatu reksa dana.
Perlu diingat bahwa tidak semua reksa dana saham mempunyai risiko dan return yang lebih besar dibanding reksa dana campuran, begitu juga untuk jenis reksa dana lainnya.
Selain jenis-jenis reksa dana diatas, masih ada jenis reksa dana lainnya seperti reksa dana indeks dan ETF.
2. Apa itu Reksa Dana Pasar Uang?
Reksa dana Pasar Uang merupakan reksa dana yang mayoritas alokasi investasinya pada efek pasar uang, seperti SBI (Surat Bank Indonesia), surat utang berjangka kurang dari satu tahun, deposito berjangka dan tabungan.
3. Apa itu Reksa Dana Terproteksi?
Reksa dana terproteksi merupakan reksa dana yang waktu pembeliannya ditentukan oleh MI yang menerbitkan dan penjualan hanya dapat dilakukan setelah jangka waktu tertentu. Jika melakukan penjualan sebelum jangka waktu yang telah ditentukan maka akan dikenakan pinalty yang cukup besar.
4. Apa itu Reksa Dana Pendapatan Tetap?
Reksa dana yang alokasi investasinya minimal 80% pada efek pendapatan tetap, seperti surat utang (baik surat utang negara/SUN maupun surat utang perusahaan) berjangka lebih dari 1 tahun.
5. Apa itu Reksa Dana Campuran?
Reksa dana yang alokasinya merupakan kombinasi antara efek ekuitas (saham) dan efek hutang (obligasi) dimana masing-masing efek tidak ada yang melebihi 80%.
6. Apa itu Reksa Dana Saham?
Reksa dana yang alokasi investasinya minimal 80% dari portofolio ke efek ekuitas(saham).
7. Apa itu Reksa Dana Indeks?
Reksa dana indeks merupakan reksa dana yang komposisi portofolionya disusun menyerupai suatu indeks tertentu sehingga return yang diberikan akan setara dengan indeks yang diikutinya.
8. Apa yang Dimaksud dengan Reksa Dana Jenis ETF (Exchange Traded Fund)?
ETF merupakan reksa dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa seperti halnya saham, dan kinerjanya mengacu pada indeks tertentu, dapat berupa indeks saham atau indeks obligasi. Para investor pemegang unit ETF dapat dengan mudah bertransaksi unitnya di bursa setiap saat selama jam perdagangan.
Salah satu contoh reksa dana ETF adalah LQ-45. Meskipun harga ETF bisa langsung dapat diketahui saat dibeli dan pembeliannya dilakukan pada saat bursa (tidak melalui MI) tetapi bukan berarti ETF itu saham, ETF berbeda dengan saham, ETF ini memiliki prinsip diversifikasi yang sama dengan reksa dana.
9. Berapa Banyak Produk Reksa Dana yang ada?
Produk reksa dana yang ada di Indonesia sampai dengan akhir tahun 2007 ada 446 reksa dana. Sedangkan reksa dana yang terbit pada tahun 2007 sendiri ada 100 reksa dana.
1. Prospektus Reksa Dana
Prospektus reksa dana merupakan bacaan wajib yang perlu dipahami dan dijadikan acuan sebelum investor melakukan investasi di reksa dana. Biasanya prospektus mendeskripsikan satu jenis reksa dana, namun kadang mendeskripsikan juga beberapa reksa dana sekaligus yang dikelola oleh perusahaan pengelola reksa dana yang sama.
Prospektus ini berguna agar investor bisa mengenali perusahaan dan reksa dana yang mungkin akan menjadi tempatnya berinvestasi. Prospektus akan menjadi bahan pertimbangan investor dalam berinvestasi.
Prospektus akan diterbitkan setiap periode oleh perusahaan pengelola reksa dana.
2. Beberapa Bagian Penting dalam Prospektus Reksa Dana
Ada beberapa bagian penting dalam prospektus reksa dana, diantaranya adalah :
• Sampul depan (front cover)
Memuat tanggal efektif reksa dana pertama kali dikenal, tanggal mulai penawaran, pernyataan disclaimer, penjelasan singkat tentang reksa dana (bentuk, tujuan dan komposisi), informasi penawaran (jumlah UP, NAB, biaya-biaya, minimum pembelian), MI, bank kustodian dan tanggal penerbitan prospektus.
• Istilah dan definisi.
• Informasi/keterangan reksa dana yang ditawarkan
Bagian ini berisi mengenai dasar hukum reksa dana, pembentukan reksa dana, penawaran umum, pihak-pihak yang menempatkan dana awal, manfaat dari investasi pada reksa dana yang ditawarkan dan pengelolaan reksa dana.
• Manajer Investasi.
• Bank kustodian.
• Tujuan dan kebijakan investasi
Sesuai dengan peraturan Bapepam-LK No. IV. B1 mengenai Pedoman Pengelolaan Reksa Dana berbentuk KIK (Kontrak Investasi Kolektif) perlu dijelaskan tentang tujuan dan kebijakan investasi reksa dana yang ditawarkan, batasan-batasan, kebijakan pembagian keuntungan dan proses investasi itu sendiri.
• Metode penghitungan nilai pasar wajar
Biasanya memuat Surat Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-24/PM/2004 19 Agustus tentang tata cara penghitungan nilai pasar wajar dari efek portofolio reksa dana.
• Perpajakan.
• Faktor-faktor risiko.
• Imbalan jasa dan alokasi biaya.
• Hak-hak pemegang unit penyertaan.
• Pembubaran dan likuidasi.
• Pendapatan dari segi hokum.
• Pendapatan akuntan tentang laporan keuangan.
• Tata cara dan persyaratan pembelian UP.
• Tata cara dan persyaratan penjualan kembali UP.
• Tata cara dan persyaratan pengalihan UP.
• Skema pembelian dan penjualan kembali UP.
• Penyebarluasan prospektus dan form pembelian UP.
3. Bagaimana Unit Penyertaan (UP) Ditetapkan?
UP adalah satuan investasi dalam reksa dana. Pada saat penawaran umum perdana, UP ditetapkan Rp 1.000 kecuali reksa dana pasar uang yang selalu ditetapkan Rp 1.000 setiap awal hari bursa.
Akan tetapi harga UP dapat berubah-ubah yang ditentukan oleh NAB/UP.
4. Apa yang Dimaksud dengan NAB per Unit (NAB/UP)?
NAB adalah perbandingan antara total nilai investasi yang dilakukan manajer investasi dengan total volume reksa dana yang diterbitkannya. Setiap reksa dana mempunyai apa yang disebut harga saham atau lazim disebut Nilai Aktiva Bersih (Net Assets Value)/UP yang merupakan Nilai Aktiva Bersih (NAB) dibagi dengan total jumlah unit penyertaan (outstanding UP) atau nilai dari setiap satu unit saham reksa dana.
Bila pada penawaran umum suatu reksa dana terkumpul dana sebesar Rp 100 juta berarti ada 100 ribu lembar UP beredar dengan NAB/UP Rp 1.000.
Misalkan selama suatu periode MI mampu membukukan keuntungan 40% maka dana yang terkumpul akan menjadi Rp 140 juta. Jika sebelumnya NAB/UP sebesar Rp 1.000, kini nilainya naik menjadi Rp 1.400. Misal biaya yang dibebankan 1%, maka NAB Rp 140 juta-1%(140 juta) atau NAB/UP menjadi Rp 1.386. Setelah dikurangi biaya-biaya tersebut, hasil investasi akan menjadi hak investor.
Nilai NAB/UP tidak menggambarkan mahal tidaknya reksa dana.
5. Apakah NAB yang Tinggi Merupakan Indikator yang Baik?
NAB memang mempengaruhi dana kita, akan tetapi NAB bukan harga mati karena perlu dilihat mendalam bagaimana MI mengatur stuktur portofolionya.
NAB besar tapi return tak terlalu bagus berarti MI kurang pintar mengelola dananya. Walau begitu, reksa dana dengan NAB besar memang cenderung lebih “aman” daripada reksa dana dengan NAB rendah.
6. Kapan Investor Mendapat Keuntungan?
Investor akan mendapat keuntungan jika nilai NAB/UP mengalami kenaikan apabila dibandingkan dengan nilai NAB/UP pada saat pembelian.
Sebagai contohnya, pada awal tahun 2007, Manajer Investasi X menerbitkan 1.000.000 lembar reksa dana, dengan harga Rp. 1000. Harga ini bisa dianggap NAB/UP awal.
Pada akhir tahun 2007, nilai investasi meningkat menjadi Rp.1.600 juta (1,6 milyard), akibat kenaikan harga saham yang menjadi portofolio Manajer Investasi X, dan juga pembayaran dividen dan bunga obligasi. NAB/UP baru adalah Rp. 1.600 juta : 1.000.000 = Rp. 1.600.
7. Ilustrasi Mengenai Reksa Dana
Reksa dana ibarat parsel yang berisi banyak makanan tetapi berbeda-beda jenisnya dan jumlah masing-masing jenis juga berbeda yang akan disesuaikan dengan ketentuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Sama dengan parsel tadi, reksa dana juga memiliki investasi di lebih dari satu perusahaan. Oleh karena itu, jika salah satu perusahaan yang di investasikan reksa dana mengalami kerugian masih dapat ditutupi dengan investasi yang dilakukan pada perusahaan lain. Dan kerugian yang dialami tidak pada semua uang yang di investasikan, tetapi hanya pada bagian yang di investasikan pada perusahaan yang mengalami kerugian tersebut karena uang sudah di diversifikasikan.
1. Apa itu Bapepam-LK?
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) adalah sebuah lembaga dibawah Departemen Keuangan Republik Indonesia yang bertugas membina, mengatur dan mengawasi kegiatan sehari-hari pasar modal serta merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis dibidang lembaga keuangan.
Bapepam-LK merupakan penggabungan dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dan Direktorat Jendral Lembaga Keuangan Depertemen Keuangan.
2. Bank Kustodian
Bank kustodian adalah pihak yang memegang dana investasi sehingga dana investor tidak dipegang langsung atau disalahgunakan oleh MI (MI adalah Manager Investasi yang mengelola dana para investor pada reksa dana). Bank kustodian mengawasi setiap penggunaan dana investasi yang ada.
3. Apa Fungsi Bank Kustodian?
Fungsi bank kustodian di Indonesia ada 3, yaitu :
a. Lembaga penitipan dan pengamanan
Semua dana dan efek yang terkumpul dari reksa dana disimpan dan berada dibawah pengawasan bank kustodian.
b. Administrasi
Menghitung NAB dari setiap jenis reksa dana setiap akhir hari bursa yang nantinya akan diumumkan ke masyarakat.
c. Transfer Agent
Melakukan pencatatan seluruh pembelian ataupun pencairan (redemption) oleh masyarakat pemodal serta mencatat setiap account nasabah, disamping itu memberikan surat konfirmasi sebagai tanda bukti pembelian, pencairan atau pemindahan antar jenis reksa dana.
4. Apa yang Dimaksud Agen Penjual dalam Reksa Dana?
Merupakan bank yang mendapat persetujuan oleh perusahaan reksa dana (asset management) untuk menjual reksa dana. Dalam hal ini agen penjual berbeda dengan bank kustodian, bank yang menjadi agen penjual tidak selalu menjadi bank kustodian.
5. Informasi Mengenai Agen Penjual Reksa Dana bisa Ditemukan Dimana?
Untuk mengetahui mengenai agen penjual dapat dibaca dalam prospektus yang dimiliki oleh perusahaan reksa dana. Atau anda dapat membacanya dalam www.infovesta.com.
1. Apa itu IPO?
IPO (initial public offering) merupakan penawaran umum perdana saham yang dilakukan oleh perusahaan emiten kepada masyarakat umum dimana saham-saham tersebut selanjutnya akan dicatat dibursa efek.
2. Apa itu Right Issue?
Right Issue atau penawaran atas hak memesan efek terlebih dahulu adalah hal yang melekat pada pemegang saham dimana pemegang saham lama dimungkinkan untuk membeli saham baru sebelum ditawarkan kepada pihak lain. Right issue merupakan mekanisme pengeluaran saham baru bagi perusahaan yang telah melakukan penawaran umum.
3. Apa yang Dimaksud dengan Emiten?
Emiten adalah perusahaan yang menerbitkan saham atau obligasi.
4. Apa itu Capital Gain?
Capital Gain merupakan keuntungan yang didapat dari selisih harga jual dikurangi harga beli.
5. Bagaimana Mendapatkan Capital Gain?
Pendapatan ini berasal dari kenaikan harga saham atau diskon obligasi yang menjadi portofolio reksa dana. Contohnya jika MI berhasil membeli saham dalam harga murah dan menjualnya pada saat harga tinggi.
6. Apa itu Indeks?
Untuk mengetahui lebih jelas mengenai indeks, lebih baik melihat langsung dari contohnya.
Misalnya terdapat 5 reksa dana saham yang masing-masing memiliki bobot nilai yang sama, yaitu reksa dana a, b, c, d, e maka indeks dapat dihitung dengan menambahkan nilai return masing reksa dana dan akan dibagi jumlah reksa dana yang ada, maka dapat dilihat dengan rumus (a+b+c+d+e)/5.
Tetapi jika reksa dana tersebut mempunyai bobot yang berbeda misalnya untuk reksa dana a bobotnya 20%, b bobotnya 10%, c bobotnya 20%, d dan e masing-masing bobotnya 25%. Maka rumusnya menjadi (0.2*a)+(0.1*b)+(0.2*c)+(0.25*d)+(0.25*e).
7. Apakah Fungsi Indeks?
Indeks digunakan sebagai pembanding untuk mengetahui apakah return reksa dana lebih kecil atau lebih besar dari indeks.
Reksa dana yang baik biasanya memiliki nilai return yang lebih besar dari indeks.
Pengertian Derivatif
Dalam dunia keuangan (finance), derivatif adalah sebuah kontrak bilateral atau perjanjian penukaran pembayaran yang nilainya diturunkan atau berasal dari produk yang menjadi "acuan pokok" atau juga disebut " produk turunan" (underlying product); daripada memperdagangkan atau menukarkan secara fisik suatu aset, pelaku pasar membuat suatu perjanjian untuk saling mempertukarkan uang, aset atau suatu nilai disuatu masa yang akan datang dengan mengacu pada aset yang menjadi acuan pokok.
Derivatif digunakan oleh manajemen investasi/ manajemen portofolio, perusahaan dan lembaga keuangan serta investor perorangan untuk mengelola posisi yang mereka miliki terhadap resiko dari pergerakan harga saham dan komoditas, suku bunga, nilai tukar valuta asing "tanpa" mempengaruhi posisi fisik produk yang menjadi acuannya (underlying).
Efek derivatif merupakan Efek turunan dari Efek “utama” baik yang bersifat penyertaan maupun utang. Efek turunan dapat berarti turunan langsung dari Efek “utama” maupun turunan selanjutnya. Derivatif merupakan kontrak atau perjanjian yang nilai atau peluang keuntungannya terkait dengan kinerja aset lain. Aset lain ini disebut sebagai underlying assets.
Dalam pengertian yang lebih khusus, derivatif merupakan kontrak finansial antara 2 (dua) atau lebih pihak-pihak guna memenuhi janji untuk membeli atau menjual assets/commodities yang dijadikan sebagai obyek yang diperdagangkan pada waktu dan harga yang merupakan kesepakatan bersama antara pihak penjual dan pihak pembeli. Adapun nilai di masa mendatang dari obyek yang diperdagangkan tersebut sangat dipengaruhi oleh instrumen induknya yang ada di spot market.
Instrumen Derivatif
Ada banyak sekali instrumen finansial yang dapat dikategorikan dalam kelompok derivatif namun opsi / kontrak berjangka dan swap adalah yang umum dikenal.
• Opsi
Opsi adalah kontrak dimana salah satu pihak menyetujui untuk membayar sejumlah imbalan kepada pihak yang lainnya untuk suatu "hak" (tetapi bukan kewajiban) untuk membeli sesuatu atau menjual sesuatu kepada pihak yang lainnya; misalnya saja ada seseorang yang khawatir bahwa harga dari stok XXX akan turun sebelum ia sempat menjualnya, maka ia membayar imbalan kepada seseorang lainnya (ini disebut "penjual" opsi jual /put option) yang menyetujui untuk membeli stok daripadanya dengan harga yang ditentukan didepan (strike price). Pembeli menggunakan opsi ini untuk mengelola resiko turunnya nilai jual dari stok XXX yang dimilikinya, dilain sisi si pembeli opsi mungkin saja menggunakan transaksi opsi tersebut untuk memperoleh imbalan jasa dan mungkin telah memiliki suatu gambaran bahwa nilai jual XXX tersebut tidak akan turun.
Sebagai lawan dari opsi jual adalah opsi beli atau biasa disebut call option dimana pada opsi beli ini memberikan opsi kepada pembeli opsi hak untuk membeli aset acuan (underlying asset) pada suatu tanggal yang disepakati dengan harga yang telah ditetapkan atau yang dikenal dengan istilah option strike
• Swap
Swap adalah istilah asing yang maknanya adalah "pertukaran" namun di Indonesia istilah juga digunakan secara umum
Perjanjian swap adalah transaksi pertukaran dua valuta melalui pembelian atau penjualan tunai (spot) dengan penjualan/pembelian kembali secara berjangka yang dilakukan secara simultan dengan bank yang sama dan pada tingkat premi atau diskon dan kurs yang dibuat dan disepakati pada tanggal transaksi dilakukan.
Selain yang disebut di atas, instrumen derivatif lainnya adalah :
1. Kontrak Opsi Saham (KOS)
OPTION adalah kontrak resmi yang memberikan Hak (tanpa adanya kewajiban) untuk membeli atau menjual sebuah asset pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu. Option pertama kali secara resmi diperdagangkan melalui Chicago Board Exchange (CBOE) pada tahun 1973
KOS (Kontrak Opsi Saham) adalah Efek yang memuat hak beli (call option) atau hak jual (put option) atas Underlying Stock (saham perusahaan tercatat, yang menjadi dasar perdagangan seri KOS) dalam jumlah dan Strike Price (harga yang ditetapkan oleh Bursa untuk setiap seri KOS sebagai acuan dalam Exercise) tertentu, serta berlaku dalam periode tertentu.
Call Option memberikan hak (bukan kewajiban) kepada pemegang opsi (taker) untuk membeli sejumlah tertentu dari sebuah instrumen yang menjadi dasar kontrak tersebut. Sebaliknya, Put Option memberikan hak (bukan kewajiban) kepada pemegang opsi (taker) untuk menjual sejumlah tertentu dari sebuah instrumen yang menjadi dasar kontrak tersebut.
Opsi tipe Amerika memberikan kesempatan kepada pemegang opsi (taker) untuk meng-exercise haknya setiap saat hingga waktu jatuh tempo. Sedangkan Opsi Eropa hanya memberikan kesempatan kepada taker untuk meng-exercise haknya pada saat waktu jatuh tempo.
Adapun karakteristik opsi saham yang diperdagangkan di BEI adalah sebagai berikut :
Tipe KOS Call Option Dan Put Option
Satuan Perdagangan 1 Kontrak = 10.000 opsi saham
Masa Berlaku 1,2 dan 3 bulan
Pelaksanaan Hak (exercise) Metode Amerika (Setiap saat dalam jam tertentu di hari bursa, selama masa berlaku KOS)
Penyelesaian Pelaksanaan Hak Secara tunai pada T+ 1, dengan pedoman:
• call option = WMA – strike price
• put option = strike price – WMA
Margin Awal Rp 3.000.000,- per kontrak
WMA (weighted moving average) adalah rata-rata tertimbang dari saham acuan opsi selama 30 menit dan akan muncul setelah 15 menit berikutnya
Strike Price adalah harga tebus (exercise price) untuk setiap seri KOS yang ditetapkan 7 seri untuk call option dan 7 seri untuk put option berdasarkan closing price saham acuan opsi saham
Automatic exercise diberlakukan apabila:
110% dari strike • call option, jika WMA price
90% dari strike price£• put option, jika WMA
Jam Perdagangan KOS • Senin – Kamis : Sesi 1: 09.30 – 12.00 WIB
Sesi 2: 13.30 – 16.00 WIB
• Jum’at : Sesi 1: 09.30 – 11.30 WIB
Sesi 2: 14.00 – 16.00 WIB
Jam Pelaksanaan Hak • Senin – Kamis : 10.01 – 12.15 dan 13.45 – 16.15 WIB
• Jum’at : 10.01 – 11.45 dan 14.15 – 16.15 WIB
Premium diperdagangkan secara lelang berkelanjutan
(continuous auction market)
2. KONTRAK BERJANGKA INDEKS (LQ 45 FUTURES)
Kontrak Berjangka atau Futures adalah kontrak untuk membeli atau menjual suatu underlying (dapat berupa indeks, saham, obligasi, dll) di masa mendatang. Kontrak indeks merupakan kontrak berjangka yang menggunakan underlying berupa indeks saham.
LQ Futures menggunakan underlying indeks LQ45, LQ45 telah dikenal sebagai benchmark saham-saham di Pasar Modal Indonesia. Di tengah perkembangan yang cepat di pasar modal Indonesia, indeks LQ45 dapat menjadi alat yang cukup efektif dalam rangka melakukan tracking secara keseluruhan dari pasar saham di Indonesia.
Spesifikasi Kontrak LQ Futures:
Underlying LQ45
Multiplier Rp. 500.000 per point indeks
Bulan Kontrak 2 kontrak Bulan terdekat (spot month dan 2nd Month) dan
1 kontrak Bulan Kuartal terdekat (Bulan Kuartal adalah Juni dan Desember)
Jam Trading Hari Senin s/d Kamis : Sesi 1: 09.15 – 12.00 WIB
Sesi 2: 13.30 – 16. 15 WIB
Hari Jumat : Sesi 1: 09. 15 – 11.30 WIB
Sesi 2: 14.00 – 16. 15 WIB
Last Trading Day Setiap Hari Bursa terakhir setiap bulan kontrak
Margin Awal IDR 3.000.000/ kontrak
3. Mini LQ Futures
Mini LQ Futures adalah kontrak yang menggunakan underlying yang sama dengan LQ Futures yaitu indeks LQ45, hanya saja Mini LQ Futures memiliki multiplier yang lebih kecil (Rp 100 ribu / poin indeks atau 1/5 dari LQ Futures) sehingga nilai transaksi, kebutuhan marjin awal, dan fee transaksinya juga lebih kecil.
Produk Mini LQ Futures ditujukan bagi investor pemula dan investor retail yang ingin melakukan transaksi LQ dengan persyaratan yang lebih kecil. Dengan demikian Mini LQ dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran investor retail yang baru akan mulai melakukan transaksi di indeks LQ
Spesifikasi Kontrak LQ Futures:
Underlying : LQ45
Multiplier : Rp. 100.000 per poin indeks
Bulan Kontrak : 2 kontrak Bulan terdekat (spot month dan 2nd Month) dan 1 kontrak Bulan Kuartal terdekat (Bulan Kuartal adalah Jun dan Des)
Jam Perdagangan : Hari Senin s/d Kamis : Sesi 1: 09.15 – 12.00 WIB
Sesi 2: 13.30 – 16. 15 WIB
Hari Jumat : Sesi 1: 09. 15 – 11.30 WIB
Sesi 2: 14.00 – 16. 15 WIB
Last Trading Day : Setiap Hari Bursa terakhir setiap bulan kontrak
Margin Awal : 4% dari nilai kontrak
4. LQ45 Futures Periodik
Kontrak yang diterbitkan pada Hari Bursa tertentu dan jatuh tempo dalam periode Hari Bursa tertentu. Tedapat beberapa tipe kontrak, yaitu :
1. Periodik 2 Mingguan Kontrak periodik 2 Mingguan, yakni kontrak yang jatuh tempo pada Hari Bursa terakhir minggu kedua sejak penerbitan kontrak.
2. Periodik Mingguan (5 Hari Bursa) Kontrak Periodik Mingguan (5 Hari Bursa), yakni kontrak yang jatuh tempo pada Hari Bursa kelima sejak penerbitan kontrak.
3. Periodik Harian (2 Hari Bursa) Kontrak periodik Harian (2 Hari Bursa), yakni kontrak yang jatuh tempo pada Hari Bursa kedua sejak penerbitan kontrak.
Spesifikasi Kontrak LQ 45 Futures Periodik:
Underlying : Indeks LQ45
Multiplier : Rp.500.000,-
Tipe KBIE
Tipe KBIE Kode KBIE
a. Kontrak Periodik 2 Mingguan : LQ2WYYMDD
b. Kontrak Periodik Mingguan (5 Hari Bursa) : LQ25DYYMDD
c. Kontrak Periodik Harian (2 Hari Bursa) : LQ2DYYMDD
Jam Perdagangan : Senin-Kamis : sesi I : 09.15-12.00 WIB
sesi II : 13.30-16.15 WIB
Jum'at : sesi I : 09.15-11.30 WIB
sesi II : 14.00-16.15 WIB
Fraksi Harga 0,05 poin indeks
5. Japan (JP) Futures
Produk ini memberikan peluang kepada investor untuk melakukan investasi secara global sekaligus memperluas rangkaian dan jangkauan produk derivatif BEI ke produk yang menjadi benchmark dunia. Dengan JP Futures memungkinkan investor menarik manfaat dari pergerakan pasar jepang sebagai pasar saham paling aktif setelah pasar AS.
Spesifikasi Kontrak JP Futures:
Underlying : Dow Jones Japan Titan 100
Multiplier : Rp 50.000 per poin indeks
Bulan Kontrak : 3 kontrak Bulan Kuartal terdekat (Bulan Kuartal adalah Mar, Jun, Sep dan Des)
Jam Trading : Hari Senin s/d Kamis : Sesi 1: 09.15 – 12.00 WIB
Sesi 2: 13.30 – 16.15 WIB
Hari Jumat : Sesi 1: 09.15 – 11.30 WIB
Sesi 2: 14.00 – 16.15 WIB
Last Trading Day : Hari Kamis kedua setiap Bulan Kontrak
Margin Awal : 4% dari nilai kontrak
Jenis kontrak derivatif
Terdapat dua jenis kontrak derivatif yang dikenali dari cara perdagangannya di pasar yaitu :
• Derivatif yang ditransasikan diluar bursa
Atau dikenal juga dengan istilah "(Over-the-counter (OTC) derivatives) adalah merupakan suatu kontrak bilateral ( melibatkan dua pihak) yang dilakukan diluar bursa ataupun tanpa menggunakan pialang (transaksi langsung antara para pihak). Beberapa produk seperti swap, kontrak serah nilai tukar, dan opsi eksotik (exotic option) yaitu suatu derivatif yang menggunakan fitur sehingga menjadi lebih rumit daripada derivatif yang umum diperdagangkan, misalnya opsi vanili) seringkali diperdagangkan tanpa melalui bursa (OTC). Pasar transaksi derivatif tanpa melalui bursa (OTC) ini sangat besar sekali.
• Derivatif yang diperdagangkan di bursa
Atau disebut juga Exchange-traded derivatives adalah merupakan instrumen derivatif yang diperdagangkan pada bursa perdagangan khusus derivatif (bursa berjangka) ataupun bursa lainnya. Bursa derivatif menjalankan perannya sebagai perantara atas transaksi terkait dan memungut marjin awal (initial margin) dari kedua belah pihak yang melakukan transaksi sebagai jaminan.
Langganan:
Postingan (Atom)