BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Di era globalisasi ini persaingan dalam bisnis sangat ketat. Persaingan tersebut tidak hanya terjadi antar perusahaan, tetapi persaingan juga datang dari pesaing-pesaing lain yang berhasil mengembangkan produk-produk baru. Persaingan dan perkembangan yang cukup pesat pada usaha tersebut menjadikan masing-masing perusahaan harus berlomba untuk memenangkan persaingan bisnis. Persaingan antar perusahaan tersebut tentunya akan lebih menguntungkan konsumen karena konsumen dapat memilih berbagai jenis produk yang ditawarkan. Kualitas produk dan layanan perusahaan akan menentukan apakah perusahaan tersebut mampu bersaing di pasar global atau tidak. Syarat sederhana yang harus dipenuhi oleh perusahaan tersebut adalah kemampuan perusahaan tersebut dalam menyediakan produk dan jasa sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat. Manajemen sebuah perusahaan dituntut kecepatan dan ketepatan dalam merespon apa yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang penyediaan produk, maka perusahaan tersebut harus berorientasi pada kualitas pelayanan yang diberikan. Pelayanan yang diberikan harus mampu menciptakan kepuasan bagi para pelanggannya. Adapun manfaat dari kepuasan pelanggan tersebut adalah meningkatkan hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan pelanggan, memberikan dasar yang baik bagi pembelian ulang, dapat mendorong terciptanya loyalitas pelanggan dan memungkinkan terciptanya rekomendasi dari mulut ke mulut yang menguntungkan bagi perusahaan, sehingga semakin banyak orang membeli dan menggunakan produk perusahaan ( Fandy Tjiptono, 2004: 24 )
2. Rumusan Masalah
Adapun masalah yang diungkapkan dalam makalah ini adalah seberapa jauh peranan manajemen akuntansi dalam penelusaran tingkat biaya dan bagaimana peranan akuntansi manajemen dalam penentuan tingkat laba dan pemberian informasi internal perusahaan.
3. Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penyusunan makalah ini antara lain :
a. Agar mahasiswa dapat mempelajari dan mendalaminya, karena setiap tugas dari kelompok mahasiswa merupakan bahan/materi dari mata kuliah Akuntansi Manajmemen ini.
b. Tugas ini merupakan nilai U2 yang dijadikan nilai tambahan dari perhitunag nilai MID dan untuk memenuhi tugas akhir tengah semester.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pembebanan Biaya: Penelusuran langsung (Direct traicing), Penelusuran pergerakan (driver tracing), dan alokasi (Alocation)
Dalam mempelajari akuntansi Manajamen, dibutuhkan pemahaman akan arti biaya dan terminology yang berkaitan dengan biaya, pembebanan biaya atas produk, jasa, pelanggan, dan obyek yang lain yang merupakan kepentingan manajemen adalah salah satu tujuan dasar system informasi akuntansi manajemen. Peningkatan keakuratan pembebanan biaya menghasilkan informasi yang lebih bermutu tinggi yang kemudian dapat digunakan untuk membuat keputusan yang lebih baik.
2. Biaya
Biaya adalah kas atau nilai akuivalen kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang dan jasa yang diharapkan memberi manfaat saat ini atau dimasa dating bagi organisasi. Dalam usaha menghasilkan manfaat saat ini dan dimasa depan, manajer harus melakukan berbagai usaha untuk meminimumkan biaya yang dibutuhkan dalam mencapai manfaat ini. Manajer juga harus memahami apa yang dimaksud dengan biaya kesempatan. Biaya kesempatan adalah manfaat yang diserahkan atau dikorbankan ketika satu alternative dipilih dari beberapa alternatif lain.
Biaya dikeluarkan untuk mendapatkan manfaat di masa depan. Biaya yang kadaluwarsa disebut biaya beban. Biaya dan harga berkaitan dalam pengertian bahwa harga harus melebihi biaya agar menghasilkan cukup banyak laba. Para manajer harus mengetahui biaya dan berbagi trend biaya.
3. Objek Biaya
System akuntansi Manajemen dibuat untuk mengukur dan membebankan biaya kepada entitas, yang disebut sebagai obyek biaya.Obyek biayadapat berupa apapun seperti produk,pelenggan,departemen,proyek,aktivitas dan sebagainya yang diukur biayanya dan dibebankan.
Dalam beberapa tahun terakhir,aktivitas muncul sebagai obyek biaya yang penting aktivitas dari orang-orang dan/atau peralatan yang melakukan kerja bagi orang lain.oleh sebab itu,aktivitas adalah unit dasar kerja yang dilakukan dalam sebuah organisasi yang berguna bagi para manajer untuk melakukan perencanaan,pengendalian dan pengambilan keputusan.aktivitas tidak hanya bertindak sebagai obyek biaya,tapi juga memiliki peran utama dalam pembebanan biaya untuk obyek biaya lainnya.
4. Keakuratan pembebanan
Keakuratan adalah suatu konsep yang relative dan harus dilakukan dengan wajar serta logis terhadap penggunaan metode pembebanan biaya.tujuannya adalah untuk mengukur dan membebankan biaya terhadap sumber daya yang dikondumsi oleh obyek biaya.intuisi dan anggapan umum diekspresikan sebagai berikut “bebersps metode pembebanan biaya ternyata lebih akurat dibandingkan lainnya”.
Pembebanan biaya yang terdistorsi dapat menghasilkan keputusan yang salah dan evaluasi yang buruk.
Ketertelusuran(traceability),hubungan antara biaya dan obyek biaya dapat digali untuk membantu peningkatan keakuratan pembebanan biaya.biaya dapat secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan obyek lain.
Biaya tidak langsung (indirect cost)adalah biaya yang tidak dapat dengan mudah dan akurat dilacak sebagai obyek biaya.biaya langsung (indirect cost) adalah biaya yang dengan mudah dan akurat ditelusuri sebagai obyek biaya.
Metode penelusuran ketertelurusan meiliki arti bahwa biaya sapat dibebankan dengna mudah dan akurat, sedangkan penelusuran adalah pembebanan actual biaya ke objek biaya, dengan menggunakan ukuran ang dapat diamati atas sumber daya yang dikonsumsi oleh objek biaya. Penelusuran biaya ke objek biaya dapat terjadi melalui salah satu dari dua cara sebagai berikut:
1). Penelusuran langsung, adalah suatu proses pengidentifikasi dan pembebanan biaya ang berkaitan secara khusus dan fisik dengan suatu objek. Penelusuran ini paling sering dilakukan melalui pengamatan secara berikut.
2). Penelusuran penggerak, adalah penggunaan penggerak untuk membebani biaya. Di dalam konteks pembebanan biaya. Penggerak adalah factor penyebab yang dapat diamati dan yang mengukur konsumsi sumber daya objek biaya.
Membebankan biaya tidak langsung. Biaya tidak langsung adalah biaya-biaya yang tidak dapat dibebankan ke objek-objek biaya. Baik dengan menggunakan penelusuran lansung atau penggerak. Hal ini berarti bahwa tidak ada hubungan sebab akibat antara biaya dan objek biaya, atau penelusuran tidak layak dilakukan secara ekonomis. Pembebanan biaya tidak langsung ke objek biaya disebut alokasi. Oleh karena tidak terdapat hubungan sebab akibat, pengalokasian biaya tidak langsung disadarkan pada kemudian atau beberapa asumsi yang berhungan.
Ikhtisar pembebanan biaya. Ada tiga metode pembebanan biaya ke objek biaya: penelusuran langsung, penelusuran penggerak dan alokasi. Apabila dibandingkan dari ketiga metode tersebut, penelusuran langsung merupakan metode yang paling akurat, metode ini bergantung pada hubungan sebab akibat yang dapat diamati secara fisik.
Ilustrasi Metode Pembebanan Biaya
5. Biaya Produk dan Jasa
Keluaran (ouput) organisasi menggambarkan salah satu dari objek biaya terpenting ada dua jenis keluaran:
1. Produk berwujuk adalah barang yand dihasilkan dengan mengubah bahan baku melalui pengguna tenaga kerja dan masukan (input) modal, seperti pabrik lahan dan mesin,
2. Jasa adalah tugas atau aktivitas yang dilakukan untuk seorang pelanggan, atau aktivitas yang dijalankan oleh sesorang pelanggan dengan menggunakan produk atau fasilitas organisasi. Jasa juga dijproduksi dengan menggunakan bahan, tenaga kerja dan masukan modal.
Jasa berbeda dengan produk berwujud dalam empat dimensi penting:
1. Ketidak berwujudan (intangibility), berarti bahwa pembeli jasa tidak dapat melihat, meraskan, mendengar, atau pencicipi suatu jasa sebelum jasa tersebut dibeli.
2. Tidak tahan lama, memiliki arti bahwa jasa tidak dapat disimpan untuk kegunaan masa depan oleh pelanggan, tetapi harus dikonsumsi pada saat diselenggarakan.
3. Tidak dapat dipisahkan, memiliki arti bahwa produsen dan pembeli jasa biasanya harus melakukan kontak lansung pada saat pertukaran.
4. Heterogenitas, berarti terdapat peluang variasi yang lebih besar pada penyelenggara jasa daripada produksi produk.
6. Biaya yang berbeda untuk tujuan yang berbeda
Biaya produk adalah pembebanan biaya yang mendukung tujuan manajerial yang spesifik. Jadi, arti dari “Biaya Produk” tergantung pada tujuan manjerial yang sedang berusaha dicapai. Definisi biaya produk mengilustrasikan prinsip manajemen prinsip manajemen biaya yang bersifat fundamenta, yaitu: “biaya yang berbeda untuk tujuan berbeda”. Rantai nilai biaya produk telah sesuai, apabila memperhitungkan semua baiaya yang diperlukan untuk menilai tingkat laba strategis. Suatu rantai nilai perusahaan adalah seperangkat aktivitas yang dibutuhkan untuk merancang, mengembangkan, memproduksi, memasakan, mendistribusikan dan melayani produk.
Aktivitas Rantai Internal
7. Biaya Produk dan Pelaporan Keuangan Eksternal
Salah satu tujuan utama system manajemen biaya adalah perhitungan biaya produk untuk pelaporan keuangan eksternal. Demi tujuan perhitungan biaya produk konversi yang berlaku secara kesternal menyatakan bahwa biaya dapat diklasifikasikan menurut tujuan khusus atau fungsi-fungsi, yang hendak mereka capai. Biaya ke dalam dua kategori fungsional utama: produksi dan nonproduksi. Biaya produksi adalah biaya yang berkaitan dengan pembuatan barang dan penyediaan jasa. Biaya nonproduksi adalah biaya yang berkaitan dengan fungsi perancangan, pengembangan, pemasaran, distribusi dan layanan pelanggan kadangkala ditempatkan dalam satu kategori umum yang disebut biaya perjualan.
Biaya perancangan, pengembangan dan administrasi umum ditempatkan dalam kategori kedua yang disebut biaya administrasi. Bagi barang berwujud, biaya produksi dan nonproduksi sering disebut sebagai biaya manufaktur dan nonmanufaktur. Biaya produksi dapat diklasifikasikan lebih lanjut sebagai bahan baku langsung, tenaga langsung dan overhed.
Bahan langsung, adalah bahan yang dapat ditelusuri ke barang atau jasa yang sedang diproduksi.
Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang dapat ditelusuri pada barang atau jasa yang sedand diproduksi.
Overhead, semua biaya produksi selain dari bahan langsung dan tenaga kerja langsung dikelompokkan kedalam sat kategori yang disebut. Ongkos overhead pada perusahaan manufaktor, overhead juga dikenal sebagai beban pabrik atau overhead manufaktor
Biaya penjualan dan administrasi. Terdapat dua kategori biaya nonproduksi yang lazim biaya penjualan dan biaya administarasi. Untuk pelaporan keuangan eksternal, biaya penjualan dan administrasi disebut sebagai biaya yang tidak dpat diinventarisasi atau biaya periode. Biaya yang tidak dapat diinventarisasi dibebankan dalam periode waktu mereka terjadi. Jadi, tidak satupun dari biaya-biaya ini yang dpat dibebankan ke produk atau muncul sebagai bagian dari niali persediaan yang dilaporkan pada neraca.
Biaya-biaya yang diperlukan untuk memasarka, mendistribusikan dan melayani produk atau jasa merupakan biaya pemasaran (penjualan). Biaya ini sering di sebut sebagai biaya mendapatkan pesaran dan memenuhi pesanan.
Seluruh biaya yang berkaitkan dengan penelitian, pengembangan dan administrasi umum pada organisasi yang tidak dapat disebabkan ke pemasaran ataupun produksi akan dikelompokkan sebagai biaya administrasi.
8. Biaya Utama dan konversi
Biaya utama adalah jumlah biaya bahan, baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya konversi adalah jumlah biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead.
Laporan Keuangan Eksternal
Laporan laba-Rugi : Perusahan manufaktur
Pemasukan yang dihitung menurut klasifikasi fungsional sering disebut sebagai perhitungan pemasokanbiaya absorpasi karna semua biaya manufaktur dibebankan ke produk.
Harga pokok produksi , Harga pokok produksi mencerminkan otal biaya barang yang diselesaikanselama periode berjalan.Biaya yang hanya dibebankanke batyan diselesaikan adalah biaya manufaktur bahan langsung , tenaga kerja langsung an overhead.
Laporan Laba – Rugi : Organisasi Manufaktur
Organisasi Manufaktur
Laporan Laba Rugi
Untuk periode yang berakhir 31 Desember 2006
Penjualan $.2800000
Dikurangi harga pokok penjualan:
Persediaan awal barang jadi $.500000
Ditambah : Harga pokok produksi 1200000
Barang yang tersedia untuk dijual $.1700000
Dikurangi = Persediaan akhir barang jadi 300000
Marjin kotor $.1400000
Dikurangi beban operasi
Beban penjualan $.600000
Beban Administrasi 300000 900000
Laba Sebelum Pajak $.500000
Laporan Harga Pokok Produksi
Untuk Periode tahun yang berakhir 31 Desember 2006
Bahan Baku Langsung
Persediaan awal $.200.000
Ditambah : pembelian 400.000
Bahan Baku yang tersedia $.650.000
Dikurangi persediaan akhir ( 50.000 )
Bahan Baku Langsung yang terpakai $.600.000
Tenaga kerja langsung 350.000
Overhead Manufaktur
Tenaga kerja tidak langsung $. 122,500
Depresiasi 177. 500
Sewa 50.000
Listrik, air dan lain-lain 37.5000
Pajak Properti 12.500
Pemeliharaan 50.000 450.000
Total tambahan biaya Manufaktor $ 1. 400.000
Ditambah: Barang dalam proses awal 200.000
Total biaya manufaktor $ 1. 600.000
Dikurangi, Barang dalam proses akhir (400.000)
Harga pokok produksi $ 4.200.000
Laporan Laba-Rugi = perusahaan jasa
Pada perusahaan jasa , Perhitungan biaya jasa yang terjual berbeda dari biaya penjualan dalam perusahaan manufaktur.Perusahaan jasa tidak memiliki perbedaan awal atau akhir barang jadi. Berbeda dari perusahaan manufaktur , persediaan jasa tidak memiliki persediaan barang jadi karna tidak mungkin menyimpan jasa.Jadi, kalau dibandingkan dengan perusahaan manufaktur , biaya penjualan jasa dapat disamakan dengan harga pokok produksi.
Laporan Laba Rugi : Organisasi Jasa
9. Jenis-jenis Sistem Akuntansi Manajemen
Sistem Akuntansi Manajemen Dapat diklasifikasikan sebagai sistem berdasarkan fungsi dan berdasarkan aktivitas. Sistem akuntansi Manajemen berdasarkan fungsi (functional based Mangement-FBM)tidak dikenal dari tahun 1900-an dan masih secara luas digunakan. Sistem akuntansi manajemen berdasarkan aktivitas (activity-based management ABM) merupakan sistem yang lebih baru.
Sistem Akuntansi FBM dan ABM
Model Manajemen berdasarkan fungsional
`
Model Manajemen Berdasarkan Aktivitas
Tinjuan biaya FBM, Dalam sistem akuntansi FBM, biaya-biaya sumber daya dibebankan ke unt-unit fungcionla dan kemudian ke produk. Dalam pembebanan biaya, digunakna penelusuran langsung dan penggerak, akan tetapi dalam sistem FBM penelusuran penggerak hanya menggunakan penggerak produksi (tingkat unit). Karena sistem FBM hanya menggunakan penggerak yang berhubungan dengan fungsi produksi untuk membebani biaya, pendekatan pembebanan biaya ini dianggap pembiayaan berdasar produksi atau fungsional.
Tinjauan biaya ABM. Dalam pembiayaan berdasarkan aktivitas, biaya dilacak untuk aktivitas dan kemudian ke produk. Sama halnya dengan biaya fungsional, kedua penulusuran langsung dan penelusuran penggerak penggerak digunakan.
Tinjauan efesiensi operasional FBM< Pendekatan berdasar fungsi menelusuri biaya ke individual yang bertanggung jawab pada biaya yang terlihat. Sistem penghargaan digunakan untuk memotivasi individual ini untuk mengelola biaya dengan meningkatkan efesiensi operasional unit organisasional mereka. Pendekatan ini menganggap bahwa memaksimalkan kinerja dari organisasi keseluruhan tercapai dengan memaksimalkan kinerja sub unit organisasional individual.
Tinjauan efesiensi operasional ABM, Tinjauan proses diperlhatikan dengan mengidentifikasikan faktor-faktor yang menyebabkan biaya suatu aktivitas (menjelaskan mengapa biaya muncul), pengukuran pekerjaan apa yang telah dilakukan (mengidentifikasi aktivitas), dan mengeavaluasi kinerja pekerjaan dan hasil yang dicapai (seberapa baik aktivitas dikerjakan).Jadi pengendalian berdasarkan aktivitas membuktikan informasi detil dari kegiatan.
10. Pilihan dari Sistem Akuntansi Manajemen
Akuntansi manajemen berdasarkan aktivitas menawarkan keuntungan yang berarti, termasuk memperbaiki keakuratan pembiayaan produk, memperbaiki pengambilan keputusan, meningktkan perencanaan strategis,dan kemampuan yang lebih baik dalam mengelola aktivitas.Bagi banyak perusahaan manfaat dari perpindahan sistem FBM ke sistem ABM melebihi biayanya. Karenanya, penggunaannya ABC dan perhatian akan akutansi manajemen berdasarkan aktivitas adalah tinggi.
Perbandingan antara sistem Manajemen Biaya Berdasarkan Fungsional dan Aktivitas
Berdasarkan Fungsional Berdasar aktivitas
1. Pengguaat berdasarkan unit
2. intensip alokasi
3. pembiayaan produk sempit dan kaku
4. fokus pada penggolaan biya
5. imformasi aktivitas sedikit
6. maksimasilisasi dari kinerja unit individual
7. Penggunaan ukuran kinerja finansial.
1. penggerat berdasarkan unit dan non unit
2. Intensif dala penelusuran
3. pembiayaan produk luas dan pleksibel
4. Fokus pada pengelolaan aktivitas
5. Imformasi aktivitas terinci
6. Maksimalisasikinerja sistem meluas
7. penggunaan baik ukuran kinerja finansial maupun non finansial
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Akuntansi manajemen adalah metode akuntansi internal yang digunakan oleh manager perusahaan dalam langkah membantu menginformasikan keputusan terkait dengan bisnis yang mereka kelolah. Akuntansi manajemen digunakan dalam internal perusahaan dan bersifat rahasia, tidak seperti akuntansi keuangan yang digunakan untuk kepentingan eksternal. Untuk kedepannya, akuntansi manajemen digunakan untuk menetapkan profit perusahaan yang dapat ditingkatkan berdasarkan data yang dihasilkan. Pengambilan keputusan yang tepat bagi perusahaan mengharuskan manajernya untuk menggunakan informasi internal yang dihasilkan oleh akuntansi manajemen untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
Saran
Saran yang ingin di sampaikan penulis dalam makalah ini adalah kita sebagai mahasiswa jurusan manajemen harus mengetahui dan memahami tentang peranan akuntansi manajemen dalam perusahaan karena itu merupakan salah satu mata kuliah wajib dalam jurusan manajemen.
Selain dari itu penulis juga mengharapkan masukan yang dapat membangun untuk kepentingan dan keperluan makalah ini kedepannya.
DAFTAR PUSTAKA
Hanse, Mowen. 2004. Management Accaounting. Jakarta: Salemba Empat.
assalm. makasih banyak mba! Tulisannya sangat berguna buat saya.. Kebetulan ada tugas dari dosen ni.
BalasHapus